Surya Paloh Yakin Menang di Putaran Kedua

IDPOST.CO.ID – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh meyakini bahwa Pilpres 2024 akan berlangsung selama dua putaran untuk mendapatkan pemenang pilpres.

Keyakinan tersebut disampaikan Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Senin 6 Oktiber 2023.

“Kalau menurut keyakinan Pak Surya tidak satu putaran. Bisa dua putaran, tapi Insya Allah kalau kita masuk ke putaran kedua, kita bisa menang,” katanya.

Gus Choi mengatakan kalau untuk memenangkan dalam putaran kedua membutuhkan suara paling tidak 80an jutaan suara.

“Kalau dua putaran, misalnya tahap awal mungkin 66 juta atau mendekati 70 juta itu bisa mengikuti putaran kedua,” katanya.

“Untuk menang dalam putaran kedua ya membutuhkan 80an juta. Sudah dihitung,” lanjutnya.

Gus Choi mengatakan bahwa para simpatisan hingga pendukung Anies berjuang sendiri untuk mencapai hal tersebut.

“Tidak bisa mengandalkan uang dari oligarki,” kata Gus Choi.

Petinggi NasDem: Menang Pilpres Butuh 80 Juta Suara

IDPOST.CO.ID – Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi menyebut menang pilpres membutuhkan 80 juta suara.

Hal tersebut disampaikan Gus Choi saat berada di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Senin 6 Oktiber 2023.

Dikatakanya untuk memenangkan dalam putaran kedua membutuhkan suara paling tidak 80an jutaan suara.

“Kalau dua putaran, misalnya tahap awal mungkin 66 juta atau mendekati 70 juta itu bisa mengikuti putaran kedua,” katanya.

“Untuk menang dalam putaran kedua ya membutuhkan 80an juta. Sudah dihitung,” lanjutnya.

Gus Choi mengatakan bahwa para simpatisan hingga pendukung Anies berjuang sendiri untuk mencapai hal tersebut.

“Tidak bisa mengandalkan uang dari oligarki,” kata Gus Choi.

Saat ditanya soal optimisme memenangkan Pilpres satu putaran, Gus Choi menjawab InsyaAllah.

“Kita berusah. Kalau menurut keyakinan Pak Surya tidak satu putaran. Bisa dua putaran, tapi Insya Allah kalau kita masuk ke putaran kedua, kita bisa menang,” pungkasnya.

Kader NasDem Lagi-lagi Korupsi, Surya Paloh Ogah Bubarkan Partainya

IDPOST.CO.ID – Surya Paloh Ketua Umum Partai Nasdem bantah kalau pihaknya akan membubarkan partainya.

Hal tersebut menyikapi adanya kader partai NasDem yang kedapatan tersandung kasus korupsi.

Surya Paloh beranggapan kalau peryataan yang pernah ia lontarkan tidak memiliki arti sedemikian.

“Enggak demikian meaning-nya (artinya). Enggak ada lebih tolol, ketua umum partai menyatakan kalau ada kader partai korupsi kemudian partainya dibubarkan,” jelas Paloh dalam konferensi pers, Kamis 5 Oktober 2023.

Menurutnya, peryataan yang ia sampaikan justru memberikan semangat kepada para kader untuk anti korupsi.

“Ucapan itu salah, karena memang tidak ada. Meaning-nya (makna) bukan itu. Spirit, semangat anti kita anti-korupsi. Tidak ada artinya kalau kader kita hanya bisa melakukan perbuatan tercela,” ungkap Paloh.

Surya Paloh juga menyebut kalau peryataan membubarkan partai sangatlah tidak tepat dilontarkan.

Pasalnya, ia juga mengklaim kalau banyak anak bangsa yang ingin berjuang untuk bangsa melalui partai NasDem.

“Siapa yang menjamin kader partai itu penyusup bisa masuk jadi kader partai kita hari ini, dan melakukan perbuatan yang tidak tercela?,” katanya.

“Kemudian pada anak-anak negeri ini yang datang dengan penuh cita-cita, idealisme pengabdian, berjuang bersama satu partai, jadi korban karena satu dua tiga orang ini tidak tepat,” lanjutnya.

“Nah itu tidak benar, jadi saya intinya mengoreksi bukan itu sesungguhnya,” lanjut Surya Paloh lagi.

Diketahui, Surya Paloh pernah berjanji bakal membubarkan Nasdem bila ada kadernya tersangkut korupsi. Hal itu Paloh sampaikan saat pembekalan caleg Nasdem pada 3 Juni 2015 silam.

Setelah itu, ada sederet kader Nasdem yang tersandung kasus korupsi, termasuk dua menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Diketahui, menteri dari Nasdem yang tersandung kasus korupsi adalah eks Menkominfo Johnny G Plate. Dia kini telah menjadi terdakwa dugaan kasus korupsi proyek menara BTS.

Kemudian, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) diduga tejerat kasus korupsi di Kementan. SYL bahkan dikabarkan telah menjadi tersangka, walau KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai penetapan tersebut.

Syahrul Yasin Limpo Akan Menghadap Jokowi Usai Tersandung Korupsi

IDPOST.CO.ID – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dikabarkan akan menemui Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Dari informmasi yang dihimpun, Syahrul Yasin Limpo dikabarkan menghadap Jokowi pada Kamis 5 Oktober 2023.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mneghadap Jokowi seusai ia tersandung dugaan kasus korupsi di Kementan.

Hal tersebut disampaikan Febri Diansyah kuasa hukum SYL saat berada di asDem Tower, Kamis 5 Oktober 2023.

Febri Diansyah mengatakan agenda SYL dengan Jokowi disampaikan dalam pertemuan petinggi NasDem.

Sebelum bertemu Jokowi, SYL juga menghadap Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

“Saya diminta untuk menyampaikan bahwa Pak Mentan akan ke Istana menghadap Bapak Presiden,” katanya.

Meski demikian Febri tak membeberkan secara rinci apa agenda pertemuan SYL dengan Jokowi nanti.

“Tadi yang disampaikan ke kami adalah besok akan menghdap bapak preaiden ke istana, jadi itu yang baru bisa kami konfirmasi dan kami sampaikan hari ini,” jelasnya.

“Yang pasti tim hukum ini akan mendampingi dalam proses hukum yang berjalan mulai hari ini ke depan di tahap penyidikan,” tambahnya memungkasi.

Febri sendiri baru saja kembali ditunjuk menjadi kuasa hukum Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo (SYL) di tahap penyidikan dugaan kasus korupsi kasus Kementan. Febri juga didampingi Rasamalla Aritonang bersama timnya.

“Pak Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian tadi meminta kami melakukan pendampingan hukum pada tingkat penyidikan,” ujar Febri.

Febri mengatakan kuasa hukum SYL merupakan tim gabungan yang terdiri dari sejumlah pengacara. Namun, ia tak merinci satu persatu siapa saja anggotanya.

“Jadi ini adalah tim gabungan yg akan melakukan pendampingan hukum di tingkat penyidikan,” tuturnya.

Dengan adanya tim kuasa hukum ini, diharapkan penyidikan terhadap kliennya SYL bisa berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Tentu saja untuk memastikan dalam proses penyidikan ini prsesnya berjalan prosedural dan segala hak yang diatur secara hukum itu dipenuhi,” pungkasnya.

Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dan Kaum Muda, Ahmad Yadi Mantan Aktifis PMII Nyaleg di Inhil

IDPOST.CO.ID – Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ahmad Yadi memantabkan diri untuk menjadi calon anggota legislatif dari partai NasDem, Indragiri Hilir (Inhil)

Santri alumni Ponpes Darussalam Palembang dan Ponpes Tebuireng Jombang ini memiliki tekad memperjuangkan suara dan aspirasi masyarakat.

“Saya memiliki tekad untuk memperjuangkan suara dan aspirasi masyarakat agar bisa direalisasikan oleh pemerintah,” katanya.

Jebolan S2 UIN Sunan Ampel Surabaya ini juga menyebut kalau ia ingin mewakili suara-suara kaum muda diparlemen.

“Pada hakikatnya, wakil rakyat itu harus menyuarakan hak-hak rakyat,” ucapnya.

Sejauh ini sebagai aktivis lanjutnya, pihaknya selalu berupaya untuk melakukan kontrol terhadap pemerintahan termasuk hingga ke level nasional melalui pergerakan Mahasiswa.

Parlemen jalanan katanya, menjadi pelajaran yang baik untuk memotret seperti apa sepak terjang pemerintahan saat ini, baik pemerintah eksekutif, yudikatif khususnya legislatif.

“Biasanya perjuangan itu kita lakukan lewat parlemen jalanan, ketika terpilih jalur perjuangan itu tentu diharapkan akan lebih bisa maksimal ketika menjadi wakil rakyat di parlemen,” katanya.

Yadi juga mengkalai kalau ia juga mendapat dukungan dan doa rustu dari para Kiai yang ada di Pelembang.

“Saya sering sowan ke para Kiai-kiai untuk tetap menjaga nilai kesantriaanya. Sampai pada akhirnya saya mendapat arahan langsung dari Abah Yai dari Palembang bahwa harus berjuang di legislatif,” tutupnya.

Ancaman NasDem ke Koalisi Perubahan, Ahmad Ali: Akan Berakibat Fatal

IDPOST.CO.ID – Partai NasDem dengan tegas menyebut Koalisi Perubahan pengusung Anies-Muhaimin Iskandar (AMIN) tidak ada pembicaraan bagi-bagi kekuasaan.

Hal tersebut disampaikan langsung Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Ali di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Sabtu 16 September 2023.

Ali juga menegaskan kalau Koalisi Perubahan yang sementara ini diisi oleh NasDem, PKS dan PKB dikelola secara bersama-sama.

“Tidak ada bicara tentang bagi-bagi kekuasaan, karena kekuasaan itu kan dikelola bersama-sama,” katanya.

Bahkan pihaknya juga mengancam kalau ada salah satu dari koalisi yang mengedepankan kepentingan partainya demi kekuasaan akan berakibat fatal.

“Karena koalisi ini PKB, NasDem dan PKS itu tidak mementingkan lagi kepentingan partainya. Tapi kita lebih mementingkan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan, Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) itu fleksibel dan anti ribet. Untuk itu, dalam koalisi tak ada persyaratan apa pun.

“Kenapa koalisi ini tidak lama, tidak ribet, karena tidak ada persyaratan-persyaratan yang diperdebatkan,” tuturnya.

Ia pun menegaskan, jika pihaknya lebih mengedepankan kepentingan bangsa dengan mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

“Mempercayakan Anies dan Cak Imin maju sebagai capres itu pilihan yang terbaik bagi kami, pilhan terbaik bagi nangsa ini menurut koalisi perubahan,” terangnya.

Keputusan Cak Imin dan Anies Baswedan, Sektretaris PKB Blitar: Mereka Bebas Milih Pasangan Sahnya

IDPOST.CO.ID – DPC PKB Kabupaten Blitar beranggapan kalau langkah yang diambil Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Anies Baswedan bukan lah pengkhianatan.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Blitar, Muhammad Rifai menyebut kalau dalam dunia politik sebelum adanya deklarasi masih sah-sah saja untuk beganti koalisi.

Terlebih menurutnya koalisi diibaratkan layaknya oang yang sedang pacaran sebelum memutuskan siapa calon yang akan disahkanya.

“Tidak ada keterikatan yang sah antara satu tokoh politik dengan yang lain,” katanya.

“Maka dari itu Cak Imin dan Anies Baswedan bebas untuk memilih siapa calon pasangan sahnya,” ujarnya.

Kalau nanti Anies-Cak Imin deklarasi sebagai capres dan cawapres artinya mereka bukan lagi pacaran.

“Kalau deklarasi itu walimahnya. Tidak lagi pacaran dan itu akan kami tindak lanjuti hingga level bawah,” tuturnya.

Selain itu pihaknya juga mengatakan kalau DPC PKB Kabupaten Blitar akan bersikap tegak lurus dengan DPP.

“Saat ini PKB Kabupaten Blitar akan berusaha all out untuk memenangkan Anies Baswedan dan Cak Imin di Pilpres mendatang,” ujarnya.

“Kalau kami jadi kader militannya PKB apapun itu keputusannya akan kami jalani tidak ada tawar menawar,” lanjutnya.

Ditegaskanya, ia sangat yakin kalau keputusan yang diambil oleh DPP sudah melalui berbagai pertimbangan.

“DPP PKB pasti sudah meminta pertimbangan dari berbagai kyai terkait Cak Imin yang merapat menjadi Wakil Anies Baswedan,” ujarnya.

“Dan saya pikir sebelum DPP memutuskan juga sudah sowan ke kyai,” tutupnya.

Gerindra Buka Suara Soal Peluang Demokrat Gabung Gerindra

IDPOST.CO.ID – Usai Partai Demokrat menyatakan menarik diri dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan pada Jumat (1/9/2023)

Partai Gerindra buka suara soal peluang mengajak gabung Partai Demokrat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Dasco menyebut semua hal bisa terjadi karena adanya dinamika politik.

“Dinamika politik bisa saja terjadi. Tunggu kabar terbarunya saja,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Partai Gerindra mengungkapkan komunikasi terakhir pihaknya dengan PKB yang terjadi pada Jumat (1/9/2023).

Komunikasi terakhir itu terjadi saat PKB mengabarkan bahwa mereka yang telah menerima tawaran atau lamaran berkoalisi dari NasDem.

Gerindra sendiri sejauh ini tidak mengetahui langkah-langkah PKB saat masih berada di satu koalisi.

Gerindra baru mengetahui belakangan, bila PKB berubah haluan dengan menentapkan untuk bekerja sama dengan NasDem.

“Memang komunikasi-komunikasi tentang rencana ini, kami tidak pernah diberi tahu tetapi tadi setengah jam yang lalu saya dikontak oleh utusan dari Pak Muhaimin yang menyatakan bahwa mereka sudah menerima tawaran koalisi atau kerja sama politik dengan Partai NasDem,” kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (1/9/2023).

Sebelumnya, Gerindra memastikan bahwa mereka tidak pernah menerima kabar terkait aktvitas Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dengan Partai NasDem. Lebih-lebih terkait rencana Cak Imin menjadi cawapres Anies Baswedan.