Cak Sodiq Gandeng Ning Lia Rilis Lagu Berjudul Lestari, Begini Liriknya

IDPOST.CO.ID – Seniman kondang asal Pasuruan, Cak Sodiq New Monata, merilis lagu berjudul “Lestari” berdurasi 3:38 menit, melalui Channel YouTube Sodiq Management, tepat pada Rabu 1 November 2023.

Penyanyi berambut gimbal itu menciptakan lagu berjudul Lestari terinspirasi oleh sedekah oksigen Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Menariknya, Orang nomor satu di Jawa Timur tersebut, turut menyumbangkan lirik lagu.

“Mengajak masyarakat memiliki kecintaan pada alam, salah satunya adalah membungkus salam Lestari dalam karya seni. Ini yang kami coba berikan untuk negeri ini, bahwa musik menjadi saran efektif untuk menyuarakan pelestarian alam,” kata Cak Sodiq, Jumat (3/11/2023).

Memiliki suara khas, Cak Sodiq pun sangat mampu membius atensi publik dalam video yang dibintangi olehnya dan aktivis perempuan Ning Lia Istifhama.

Sementara Ning Lia mengatakan, lagu ini dianggap mampu menumbuhkan rasa kecintaan masyarakat terhadap kelestarian alam.

“Lagu lestari ini sangat cocok untuk menyuarakan pentingnya menjaga kelestarian alam dimana saat ini, masalah perubahan iklim menjadi perhatian dunia, seiring dengan berkurangnya lahan hutan produktif,” ujarnya.

Kadis Kehutanan Jatim, Jumadi menambahkan, lagu Lestari itu sendiri, sebenarnya seringkali sudah diperdengarkan dalam berbagai event penanaman yang dilakukan, di antaranya festival mangrove yang telah berlangsung beberapa kali.

“Lagu lestari diperdengarkan dalam acara rutin Dishut Jatim dengan harapan masyarakat atau peserta yang hadir dalam acara kami, seperti penanaman, memiliki spirit yang sama, yaitu menjaga kelangsungan alam. Kelangsungan alam ini bukan sebatas kewajiban, melainkan kebutuhan untuk kita dan anak cucu kita,” jelas Jumadi.

Adapun lagu lestari, memiliki lirik yang mudah dihafal oleh semua lapisan masyarakat, begini liriknya:

Lestari

Sudah waktunya kita anak negeri
Bersemangat tuk jaga alam ini
Cegah banjir dan cegah abrasi
jaga semangat salam lestari

Lestari, lestarikan alam
Lestari, lestarikan hutan
Lestari, hutan Indonesia
Lestari, lestarikan semua
Lestari…

Sungguh mulia potensi hutan
Sangat penting tuk hidup manusia
Jangan sampai hutan digunduli
Lestari…

Sedekah oksigen dengan tanaman
Indonesia jadi lumbungnya hutan
Pastinya kita wajib menjaga
Lestari…

Fenomena 76 Pelajar Lakukan Self Harm Demi Konten, Ning Lia: Pentingnya Toxic Positivity

IDPOST.CO.ID – Beberapa waktu lalu publik dikejutkan dengan peristiwa adanya 76 siswi salah satu sekolah (SMPN) di Magetan, nekat kompak melakukan self harm dengan cara menyayat pergelangan tangan mereka sendiri.

Self harm merupakan tindakan melukai diri sendiri. Perilaku nekat puluhan siswi tersebut diduga karena asik mengikuti trend TikTok barcode Korea.

Fenomena tak masuk di akal sehat itu direspon tokoh perempuan milenial, Lia Istifhama, yang menyebutkan hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi semua untuk menjaga karakter mental anak bangasa, dari trend negatif hanya demi kepentingan konten media sosial (medsos).

“Perkembangan moral anak bangsa, tak lepas dari tanggung jawab kita semua, para orang tua yang seharusnya mampu menjaga kelangsungan karakter positif mereka. Apalagi, jika moral anak-anak dan remaja mudah terbawa trend atau demi konten sosial media, yang kemudian terjadi sebuah perilaku yang tidak memiliki manfaat, melainkan justru masalah,” ujar Lia kepada media, Kamis (26/10/2023).

Aktivis Fatayat Jatim itu menjelaskan, soal bagaimana pentingnya membangun pikiran positif yang tidak terjebak Toxic Positivity.

“Toxic positivity adalah sebuah obsesi untuk selalu memiliki pikiran positif dan menolak emosi negatif, seperti sedih, kecewa, dan takut, walaupun dalam keadaan buruk. Padahal ini justru tidak benar. Karena manusiawi jika manusia ingin menangis saat Ia merasa rapuh, kecewa saat menghadapi sesuatu hal yang tidak sesuai keinginannya, atau ketakutan menghadapi kesalahan,” jelas Ning Lia, yang juga keponakan Gubernur Jatim Khofifah itu.

Ia menyampaikan, sebagaimana manusia setiap insan mempunyai kekurangan dan kelebihan. Yang artinya, jauh dari kata kesempurnaan. Mungkin, kata Lia, pemahaman demikian yang perlu ditanamkan ke pemikiran generasi muda.

“Jadi harus mampu berdamai dan menerima kekurangan diri. Jangan memaksa kuat jika sedang lemah, tapi coba lalui setiap masalah dengan cara menyelesaikan satu per satu. Jangan kemudian mencari solusi dengan mencari kelegaan diri melalui panjat sosial atau mengikuti trend sosial media semata,” tutur Calon DPD RI Jatim itu.

Lia melanjutkan, anak-anak dan remaja harus diyakinkan pada prinsip hidup harus dihadapi bukan dibebani, apalagi beban mengikuti trend sosial media. Kemudian, mereka harus didukung untuk memiliki karakter tangguh.

“Kita semua kan pernah anak-anak, pernah remaja, jadi harus memahami bahwa pertumbuhan psikis, tergantung orang di sekitar. Inilah tugas kita semua, yaitu mendampingi anak-anak dan remaja saat ada masalah, dengan memberikan motivasi bahwa setiap masalah bisa diselesaikan,” tukas Ning Lia.

Ning Lia Apresiasi Kontribusi Kemenag Jatim Saat Jalan Santai Hari Santri

IDPOST.CO.ID – Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2023 di Surbaya usai digelar semuanya. Kini menyisakan apresiasi dan evaluasi.

Seperti pendapat Sekretaris MUI Jatim, Lia Istifhama menilai, semua acara Hari Santri Nasional 2023 patut diapresiasi. Terutama giat Jalan Santai buah hasil kolaborasi PBNU, Kementerian Agama (Kemenag) dan Pemprov Jatim.

Menurut Ning Lia itu, Kemenag membuktikan jika mereka tidak hanya fokus dalam bidang pendidikan dan pelayanan haji semata, juga mampu berkontribusi di acara kemasyarakatan.

“Acara yang diikuti lebih dari satu juta peserta jalan santai tersebut, tak lepas dari komitmen pelayanan tulus yang dilakukan Kemenag Jatim,” kata Ning Lia, Senin (23/10/2023).

Aktivis perempuan Nahdliyin itu menuturkan, keterlibatan aktif Kemenag, khususnya Kemenag Jatim menambah nilai plus dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Contoh saat jalan santai, Kemenag sangat kompak menghadirkan rombongan besar dari setiap kabupaten kota untuk turut menyemarakkan hari santri. Lebih semarak lagi, karena Kemenag juga berpartisipasi dalam doorprize,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Husnul Maram mengatakan, hal tersebut dilakukan sesuai motto ‘Ikhlas Beramal’ yang harus diaplikasikan setiap waktu.

Ia menjelaskan, pada giat jalan santai dalam rangka Hari Santri itu, pihaknya mendatangkan puluhan bus dengan ratusan ribu peserta dari Kemenag wilayah.

“Kami dari Kemenag Jatim telah menginstruksikan hadirnya para peserta jalan santai yang berasal dari Kemenag kabupaten/kota, para penyuluh, pemilik KBIH, serta pondok pesantren yang menjadi mitra Kemenag selama ini,” ungkap Husnul Maram.

Diketahui, selama ini Kemenag hanya terus fokus mengurusi pelayanan dalam hal pendidikan serta ibadah haji dan umroh bagi masyarakat muslim.