Cakada Kabupaten Sampang Kiyai Mamak dan H. Ab Menerima Rekomendasi dari Partai Demokrat

IDPOST.CO.ID – Pasangan Calon Kepala Daerah (Cakada) Kabupaten Sampang, Kh. Mohammad bin Mu’afi dan H. Abdullah Hidayat, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 menerima rekomendasi dari Partai Demokrat (PD).

Rekomendasi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Cakada di kantor Partai Demokrat, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, pada Kamis (15/08/24).

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sampang H Abdussalam, membenarkan tentang Rekomendasi Partai Demokrat diberikan pada Cakada KH Muhammad Bin Mu’afi dan H. Abdullah Hidayat.

“Ia benar, tadi saya bersama mereka dan menyaksikan langsung saat penyerahan surat rekomendasi yang diterima oleh Kiyai Mamak dan H. Ab,” jelasnya.

Dengan demikian, pasangan Calon Kepala Daerah Kabupaten Sampang, Kh. Mohammad bin Mu’afi atau yang akrab dipanggil Kiyai Mamak dan Wakilnya H. Abdullah Hidayat atau yang akrab dipanggil H. Ab mendapat dukungan sejumlah 12 kursi DPRD.

12 kursi DPRD tersebut diantaranya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejumlah 6 kursi, Partai Golongan Karya (Golkar) sejumlah 1 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) sejumlah 3 kursi, dan Partai Demokrat sejumlah 2 kursi.

Dari jumlah kursi diatas terdapat sinyal partai lain yang bakal memberikan dukungan pada pasangan Kiyai Mamak dan H. Ab tersebut.

BMI Menilai Dibanding Figur Lain, Gibran Jauh Lebih Memiliki Etika dalam Berpolitik

IDPOST.CO.ID – Sayap Partai Demokrat Bintang Muda Indonesia (BMI) menilai Gibran Rakabuming Raka sosok figur berkualitas.

Hal tersebut terlihat saat putra Jokow Widodo atau Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Pratai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sebelum bertemu AHY, Gibran lebih dulu menemui Zulkifli Hasan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) dan Anis Matta Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora).

Farkhan menilai apa yang dilakukan Gibran telah mematahkan asumsi para politisi senior yang seringkali merendahkan kualitas kepemimpinan anak muda.

Bahkan kata Farkhan moralitas politik Gibran jauh lebih baik dibanding para figur politisi senior.

“Gibran bisa menempatkan diri untuk mengedepankan politik santun, anak muda yang dipandang sebelah mata oleh banyak orang ternyata memiliki moralitas politik yang jauh lebih baik,” ucapnya.

Lebih lanjut Farkhan mengatakan, munculnya figur Gibran pada kontestasi Pelpres 2024 kali ini adalah momentum yang baik bagi bangsa Indonesia.

Selain dianggap sebagai figur yang mampu mewakili kelompok anak muda, Gibran juga mampu tampil apa adanya.

Gibran adalah paket lengkap anak muda yang pantas menjadi pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres mendatang.

“Gibran punya pengalaman kepemimpinan, punya kemampuan beradaptasi yang baik, terbukti pasca resmi diusung oleh Golkar untuk menjadi Cawapres Prabowo, Gibran tahu apa yang harus dilakukan, tidak hanya terhadap partai-partai di Koalisi Indonesia Maju (KIM) tapi juga terhadap partai yang selama ini menaunginya, Gibran figur politisi muda yang mampu mengedepankan etika politik yang santun,” tutur Farkhan.

Hal tersebut membuktikan bahwa pemimpin muda juga harus memiliki kualifikasi, pengetahuan, dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas-tugas kepemimpinan yang kompleks.

“Ini harus dilihat sebagai modal yang baik pada diri Gibran,” kata Farkhan.

Farkhan juga berharap agar Koalisi Indonesia Maju segera menetapkan Gibran sebagai Cawapres Pendamping Prabowo.

Agar kader BMI di seluruh Indonesia bisa cepat bergerak untuk memenangkan Prabowo-Gibran.

Partai Demokrat Masuk Kabinet Pemerintahan, Hasto: Kewenangan Ada di Presiden

IDPOST.CO.ID – Beredar kabar kalau Partai Demokrat akan masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi.

Kabar tersebut senakin berhembus kencang usai adanya pertemuan antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Jokowi.

Menyikapi hal tersebut Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto enggan menanggapi.

Bahkan Hastomenyebut kewenangan masuk tidaknya Demokrat kedalam kabinet berada di tangan Jokowi sebagai presiden.

“Ya kami tidak menanggapi hal-hal terkait dengan reshuffle karena itu adalah kewenangan sepenuhnya dari Presiden Jokowi,” kata Hasto.

Namun, Hanti menegaskan kalau memang ada perombakan kabinet pemerintahan biasanya ada komunikasi dengan ketua umum parpol koalisi termasuk Megawati Soekarnoputri.

“Namun sebelum reshuffle dilakukan akan dilakukan komunikasi politik dengan para ketua umum partai yang mengusung beliau khususnya PDI Perjuangan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya apakah sudah ada komunikasi yang dilakukan Presiden Jokowi kepada Megawati terkait rencana reshuffle, Hasto justru menyinggung kementerian yang sedang terbelit masalah hukum.

“Yang penting adalah bagaimana di tengah persoalan hukum, yang terjadi di kementerian pertanian, kepentingan petani yang sebentar lagi masuk masa tanam itu tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Namun, Hasto menegaskan, bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi terkait perombakan kabinet.

“Sehingga masalah ini harus secepatnya diatasi memberikan kepastian hukum. Dan sekali lagi terkait dengan reshuffle itu, kami sepenuhnya serahkan kepada Pak Presiden. Dan apakah mau dilakukan atau tidak, itu akan menentukan efektivitas pemerintahan sampai menyelesaikan tugasnya dan kami berharap Presiden Jokowi membangun legacy terbaik,” pungkasnya.

SBY Dalam Waktu Dekat Umumkan Arah Politik Partai Demokrat

IDPOST.CO.ID – Partai Demokrat dalam waktu dekat akan umumkan pihaknya akan berkoalisi dengan partai apa.

Hal tersebut menyikapa usai keputusan Partai Demokrat mencabut dukungan terhadap Anies Baswedan.

Peryataan ini disampaikan Ketua DPP Bidang BPOKK Partai Demokrat, Herman Khaeron.

Dikatakanya, setelah memutuskan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) sampai sekarang Demokrat belum menentukan arah politiknya.

“Dalam waktu berapa pekan ke depan barangkali ada keputusan,” Herman di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta, Senin 4 September 2023.

Dikatakanya pula terkait keputusan arah politik Demokrat nantinya akan disampaikan Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Nanti akan disampaikan oleh ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat,” ucapnya.

Menurutnya, Partai Demokrat masih terbuka menjalin komunikasi dengan pihak manapun.

Termasuk, kemungkinan Demokrat menjalin koalisi dengan PDIP dan Partai Gerindra.

Sebelumnya Partai Demokrat merasa dikhianati oleh manuver Partai NasDem yang memasangkan bakal capres Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

SBY Ogah Berkoalisi dengan Orang Tidak Amanah

IDPOST.CO.ID – Selain kecewa dan merasa dikhianati, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengakui partainya keliru ambil keputusan.

Keputusan medukung dan mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capres di Pilpres 2024 di anggap SBY menjadi keputusan yang salah.

Hal tersebut usai Partai NasDem dan Anies Baswedan mengambil keputusan sepihak dan memutuskan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai bakal cawapres.

“Anggaplah kita salah kali ini, tapi kita belajar,” kata SBY di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor.

Selain itu SBY juga beranggapan kalau NasDem mengkhianati piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang sudah disepakati.

SBY berharap pihaknya tidak salah mengambil keputusan lagi usai adanya kejadian ini.

“Mudah-mudahan kita tidak salah lagi ke depan dan mudah-mudahan dengan izin Allah SWT, kita juga tidak kalah nantinya,” katanya.

Meski merasa kecewa, SBY tetap bersyukur sudah diperingatkan agar Demokrat kedepanya tidak keliru memilih mitra koalisi.

“Saya bersyukur karena manuver NasDem, PKB, dan Anies Baswedan menjadi sinyal agar Demokrat tidak keliru memilih mitra koalisi,” ujarnya.

“Dan yang kita rasakan sekarang ini mereka tidak sidiq, tidak jujur, tidak amanah, berarti tidak bisa dipercaya dan mengingkari hal-hal yang telah disepakati, tidak memegang komitmen dan janji-janjinya,” terang SBY.

Jusuf Kalla Nilai AHY Cocok Kalau Jadi Bacawapres Dampingi Anies Baswedan

IDPOST.CO.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai pas dan cocok apabila menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) mendampingi Anies Baswedan.

Hal tersebut disampaikan mantan Wakil Presiden (Wapres) RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) saat menjamu AHY di kediamanya Jalan Brawijaya Raya Nomor 6, Jakarta Selatan, Senin 15 Mei 2023 malam.

JK menyebut kalau anak mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut memiliki kapasitas dan kwalitas mendampingi Anis Baswedan.

“Kalau Pak AHY ini pasti memiliki kemampuan itu (menjadi cawapres Anies),” kata JK.

Kendati demikian, JK menegaskan tak ingin mencampuri urusan penentuan cawapres Anies.

Pasalnya, hal itu merupakan kewenangan partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

“Kalau secara teknis secara ideal itu adalah kewenangan dari pada koalisi dan capres,” ujar JK.

Baca juga: Tiba di Rumah JK dan Didampingi Annisa Pohan, AHY: Selamat Ulang Tahun Pak

Calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024 sudah mengerucut menjadi lima nama.

Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) memastikan lima nama itu masuk bursa cawapres pendamping Anies.

Nama AHY turut santer digadang-gadang akan menjadi cawapres Anies. Namun, sejauh ini Anies belum memutuskan sosok cawapres yang akan mendampinginya.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera pun mengungkap beberapa tokoh yang masuk ke dalam deretan nama-nama cawapres yang hingga saat ini masih digodok KPP.

“Perlu disebut Mas AHY buat saya sangat top list yak. Karena beliau ketua umum partai bawa 54 kursi, kemudian muda, berprestasi,” kata Mardani dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk Mengejar Cawapres yang digelar secara daring, Sabtu, 13 Mei 2023.