Bank Jatim Cemerlang Sebagai The Best Regional Bank di CSA Award 2023

IDPOST.CO.ID – Sebanyak 45 emiten meraih penghargaan dalam ajang bergengsi, CSA Awards 2023, yang digelar di Menara 165, Jakarta, pada Kamis, 23 November 2023.

Penghargaan ini memberikan pengakuan kepada perusahaan terbaik di pasar modal Indonesia, dengan UNTR (PT United Tractor Tbk) meraih gelar Best of The Best.

Selain itu, BRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk) dinobatkan sebagai The Best BUMN, GIAA (PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk) berhasil meraih Phoenix Awards, dan Bank Jatim (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk) dinobatkan sebagai The Best Regional Bank.

Dalam total sembilan kategori penghargaan, dua emiten berhasil meraih penghargaan kategori The Best of The Best, sementara tujuh emiten lainnya meraih Innovation Awards 2023.

Prestasi yang signifikan dari ketujuh emiten ini membuat mereka layak menerima penghargaan special achievement.

Selain itu, 11 emiten lainnya berhasil meraih Analyst’s Favourite Stock Awards.

Dari keseluruhan penerima penghargaan, terdapat sembilan perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), satu Badan Usaha Milik Pemerintah Daerah (BUMD), dan 35 emiten swasta dari berbagai sektor.

UNTR dan Bank BRI masing-masing menyabet dua kategori penghargaan.

Penghargaan CSA Awards 2023 dinilai oleh Tim Juri yang terdiri dari 5 profesor, 6 analis senior sebagai anggota CSA Community, dan tokoh-tokoh pasar modal.

Mereka menyeleksi 45 emiten terbaik yang tercatat di pasar modal, menilai kinerja mereka melalui kriteria yang mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif.

Meskipun tidak semua penerima penghargaan merupakan emiten blue-chip, beberapa perusahaan terkemuka seperti BCA, Bank Mandiri, Telkom, INCO, ITMG, BSDE, dan PWON juga meraih penghargaan.

Selain itu, banyak emiten pendatang baru yang mendapatkan pengakuan, mencerminkan dinamika pasar modal yang terus berkembang.

Ketua Panitia Pelaksana CSA Awards 2023, Haryajid Ramelan, menegaskan perbedaan penting dalam penyelenggaraan acara tahun ini.

“Kami mengundang sebagian peserta nominasi untuk berpartisipasi dalam sesi unboxing, di mana mereka dapat menyampaikan perkembangan bisnis mereka secara langsung.

Sesi ini memberikan dimensi kualitatif tambahan untuk penilaian dewan juri,” ungkap Haryajid.

Sesi unboxing emiten, yang merupakan format podcast yang memungkinkan perwakilan emiten berbicara tentang visi, misi, dan perkembangan bisnis mereka, mendapat respon positif dari peserta.

Lebih dari 60 emiten berpartisipasi sebagai narasumber, dan rekaman sesi unboxing disiarkan di saluran resmi YouTube CSA Awards.

Haryajid menyoroti bahwa penghargaan CSA AWARDS memiliki tingkat prestise yang tinggi, diakui oleh Tim Juri yang memiliki kapasitas, kapabilitas, dan profesionalitas yang mumpuni.

“Proses penjurian yang dipimpin oleh Prof. Roy Sembel telah berlangsung sejak Juli 2023.

Penghargaan diberikan setelah evaluasi mendalam dari segi kuantitatif dan kualitatif,” tambahnya.

Prof. Roy Sembel, selaku Ketua Tim Juri, menjelaskan bahwa penghargaan diberikan melalui proses penilaian yang komprehensif, mencakup semua aspek bisnis emiten.

Ia juga memberikan apresiasi kepada emiten yang berhasil melewati masa sulit, baik dari tantangan internal pada keuangan perusahaan maupun dampak dari ketidakstabilan ekonomi global.

Langkah penghargaan kepada emiten yang bertahan dan tumbuh di tengah tantangan ini bertujuan memberikan dorongan stimulus agar terus berkembang dalam menjalankan bisnisnya.

“Kami menilai ada emiten baru dan lama yang memiliki potensi pertumbuhan yang besar,” ujar Prof. Roy Sembel.

Pemberian penghargaan juga sejalan dengan tema CSA Award tahun ini, yaitu “Growth to Sustainability Navigating The Capital Market.

Dalam penilaiannya, Prof. Sembel menyatakan bahwa pertumbuhan jumlah emiten terus meningkat.

Jika tahun lalu terdapat sekitar 800 emiten, tahun ini sudah mencapai angka 900 emiten.

Oleh karena itu, penilaian tidak hanya didasarkan pada industri, kinerja bisnis, dan keuangan semata, tetapi juga mencakup aspek seperti prospek bisnis, kepatuhan terhadap ketentuan, termasuk ESG (Environmental, Social, Governance), serta perkembangan dan daya tahan emiten dalam bisnis.

“Kita memberikan apresiasi bukan hanya kepada emiten blue-chips dan sektor yang mendominasi pasar modal, tapi juga kepada yang tumbuh dan berinovasi, seperti Bank Jatim, GIA, dan beberapa lainnya,” tambah Roy.

Tim juri menjalani proses seleksi emiten dengan kriteria tertentu, termasuk lamanya waktu listing minimal 2 tahun.

Setelah itu, 140 emiten masuk nominasi penilaian melalui beberapa tahapan.

Nominasi didasarkan pada lima kriteria umum, mencakup profitabilitas di masa mendatang, keterbukaan terhadap pemegang saham, good corporate governance (GCG), likuiditas saham, manajemen risiko, dan aspek enviroenment, social, governance.

“Emiten nominator dinilai berdasarkan kinerja kualitatif dan kuantitatif perusahaan, serta saham yang menjadi favorit analis,” ungkap David Setyanto, salah satu anggota juri yang juga Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia.

Selain kriteria umum, juri juga menerapkan kriteria khusus yang menitikberatkan pada penilaian kualitatif, inovasi bisnis emiten, dan tanggapan para analis.

Dari 140 nominator, emiten dipilah berdasarkan 11 sektor dan sub-sektor kategori.

David Setyanto menjelaskan bahwa sektor keuangan dibagi menjadi dua sub-sektor, yaitu bank dan non-bank.

“Pembagian ini dilakukan agar sektor keuangan tidak didominasi oleh perbankan. Ada emiten multifinance, asuransi, dan keuangan syariah yang juga memiliki kinerja bagus,” ujarnya.

Pembagian emiten juga didasarkan pada papan utama, pengembangan, dan akselerasi.

“Jumlah emiten di papan akselerasi dan pengembangan terus bertambah, sehingga kami harus fair menilai berdasarkan kategori-kategori tersebut,” tambah David.

Dari total 45 emiten yang meraih penghargaan CSA Awards 2023, dua di antaranya meraih Best of The Best, sementara tujuh emiten lainnya meraih penghargaan achievement yang masuk dalam kategori innovation.

PT United Tractor Tbk (UNTR) meraih Penghargaan Best of The Best Indonesian Capital Market, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dinobatkan sebagai Best of The Best BUMN Listed Company.

Selain itu, tujuh emiten lainnya meraih penghargaan CSA Awards 2023 berdasarkan inovasi yang mereka bawa:

  1. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GGIA) meraih The Phoenix Rising CSA Awards 2023.
  2. PT Bank Jatim Tbk (BJTM) meraih The Best Innovation in Regional Banking CSA Awards 2023.
  3. PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) meraih The Best Maritime Sustainability CSA Awards 2023.
  4. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) meraih The Best Mortgage Innovation CSA Awards 2023.
  5. PT Phapros Tbk (PEHA) meraih The Governance Trailblazer in Farmasi Industries CSA Awards 2023.
  6. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) meraih The Best BUMN Listed Company Based ESG CSA Awards 2023.
  7. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) meraih The Best Newcomer Listed Company CSA Awards 2023.

Selain pemberian penghargaan kepada emiten, CSA Awards 2023 juga menampilkan kompetisi riset yang diikuti oleh investor individu dan analis perusahaan.

Kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu masyarakat umum dan mahasiswa.

Pada kategori masyarakat umum, juara pertama diraih oleh Dennis, disusul oleh Bilal Makarim sebagai juara kedua, dan Swelinda Idanawang sebagai juara ketiga.

Sementara itu, pada kategori mahasiswa yang dapat diikuti secara kelompok maupun perorangan, juara pertama diraih oleh kelompok mahasiswa Ali Alexander dan Elsa Firlyani dari Universitas Gajah Mada.

Juara kedua diraih oleh Raffi Hemas Anggoro dan Zahra Fara Kamila dari Universitas Negeri Semarang, dan juara ketiga diraih oleh Daniel Santosa dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Acara ini merupakan perayaan keberhasilan dan inovasi di pasar modal Indonesia, dengan penghargaan kepada emiten yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan pasar modal.

Pasar Modal Indonesia: Meningkatkan Kompetensi Asesor dengan Pelatihan

IDPOST.CO.ID – LSP Pasar Modal menggelar Pelatihan asesor kompetensi di Hotel Amarossa Antasari, Jakarta yang dibuka pada hari Senin, 16 Oktober 2023 hingga Jumat, 20 Oktober 2023, Jakarta, (16/10/23).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para calon asesor yang berperan penting dalam mengawasi dan menilai kompetensi individu yang terlibat dalam industri pasar modal.

Pelatihan tersebut merupakan langkah strategis yang diambil oleh LSP Pasar Modal dalam rangka mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional di sektor pasar modal Indonesia.

Dalam era yang semakin kompetitif, kualitas asesor yang kompeten menjadi hal yang sangat vital dalam memastikan bahwa para pelaku pasar modal memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pasar global.

Pelatihan ini diikuti oleh para praktisi industri, dan anggota PROPAMI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Aceh, Medan, Bandung, Jogja, Surabaya, Malang, Makasar dan Pontianak.

Mereka membahas berbagai isu terkini seputar kompetensi dan asesment yang mempengaruhi industri pasar modal dan berbagi pengalaman serta pengetahuan mereka dalam memahami berbagai kegiatan sertifikasi di pasar modal.

Pelatihan yang dihadiri oleh Ketua LSP Pasar Modal Haryajid Ramelan serta Pengurus PROPAMI, Komisioner BNSP, dan Master Asesor Kompetensi.

Dalam sambutannya, Ketua PROPAMI, NS Aji Martono menyatakan, “Pelatihan ini merupakan bagian integral dari upaya PROPAMI untuk menjaga kualitas dan integritas pasar modal Indonesia.

Para asesor yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terkini akan membantu memastikan bahwa praktisi pasar modal di Indonesia memenuhi standar dan kompetensi yang baik dan teruji.”

Pelatihan asesor kompetensi LSP Pasar Modal ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif dalam mengangkat profesionalisme, kompetensi dan transparansi di pasar modal Indonesia.

Ini sejalan dengan visi PROPAMI untuk menjadikan pasar modal Indonesia sebagai salah satu Industri yang nenjanjikan serta mampu mewujudkan potensi Sumber Daya Manusia yang unggul dan dapat diterima industri sesuai dengan kompetensinya.

Dalam satu era di mana pasar modal semakin menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, upaya seperti pelatihan asesor kompetensi ini menjadi penting dalam memastikan bahwa industri ini beroperasi dengan standar tinggi dan memberikan manfaat maksimal bagi semua pemangku kepentingan.

Harapan pelatihan ini membantu menciptakan sumber daya manusia yang unggul dibidang pasar modal, sehingga industri keuangan pada umumnya serta pasar modal khususnya menjadi lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

Potensi Penguatan IHSG di Tahun Politik: Temuan dari Economic and Capital Market Outlook 2024

IDPOST.CO.ID – Tahun 2024 dimulai dengan suhu politik yang semakin memanas, mengingat bahwa pada 14 Februari 2024, pemilihan presiden, anggota legislatif, dan pimpinan daerah untuk periode 2024-2029 akan digelar di Indonesia. Banyak investor memilih untuk menunggu dan melihat hasil pemilihan ini sebelum melakukan langkah investasi lebih lanjut.

Menyikapi sikap menunggu para investor dan kekhawatiran terhadap situasi politik di tahun 2024, Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dan CSA Community mengambil inisiatif untuk memeriksa kondisi pasar modal di tahun depan. Hal ini tercermin dalam acara ECONOMIC & CAPITAL MARKET OUTLOOK 2024 yang diselenggarakan pada Selasa, 10 Oktober 2023, di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta.

Acara Market Outlook ini menghadirkan berbagai pemateri ahli, di antaranya Profesor Budi Frensidy yang membahas investasi global, Hans Kwee yang memberikan wawasan mengenai prospek pasar modal Indonesia, dan David Sumual yang mengulas prospek perbankan di era digitalisasi industri keuangan.

Haryajid Ramelan, Ketua Pelaksana acara ini, menyatakan bahwa acara ini adalah kontribusi dari AAEI untuk memberikan gambaran kondisi pasar modal kepada para investor, membantu mereka untuk menyikapi tahun politik dengan bijak dan rasional. “Tahun politik akan selalu ada setiap lima tahun, dan seharusnya tidak perlu direspon secara berlebihan. Pemilu sudah berlangsung beberapa kali dan pasar modal terus berkembang,” ujar Haryajid.

Menanggapi sikap positif pasar dalam tahun politik, David Sutyanto, Ketua AAEI, menyampaikan bahwa dalam empat pemilihan umum terakhir, IHSG selalu mengalami penguatan. Meskipun mungkin terdapat tekanan di awal masa kampanye, setelah proses pemungutan suara selesai, IHSG kembali menguat.

Contohnya, saat pemilihan umum tahun 2004 yang berlangsung dalam dua putaran, IHSG mengalami kenaikan sebesar 17,7 persen. Bahkan, pada tahun 2009 saat pemilihan umum, IHSG melonjak lebih tajam hingga 53,7 persen.

David menjelaskan bahwa dengan anggaran pemilu yang besar, mencapai Rp109,1 triliun, akan terjadi peningkatan belanja barang dan jasa yang merata di seluruh negeri. “Pertumbuhan ekonomi dapat diharapkan melalui peningkatan belanja tersebut,” tambah David.

Haryajid menambahkan bahwa setelah acara ECONOMIC & CAPITAL MARKET OUTLOOK 2024, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan CSA Awards 2023. Ajang penghargaan ini mengakui kontribusi positif emiten di Bursa Efek Indonesia terhadap perkembangan pasar modal di Indonesia, baik dalam hal kinerja perusahaan, kinerja saham, maupun inovasi lain yang mereka jalankan.

RSKKNI Bidang Pasar Modal: Upaya Terbaru dalam Sertifikasi Profesi Keuangan

JAKARTA, IDPOST.CO.ID,-  Industri pasar modal di Indonesia terus berkembang pesat, menciptakan kebutuhan yang mendalam akan peningkatan standar kompetensi bagi para profesionalnya. Pada tanggal 12 September 2023, Jakarta menjadi saksi dari upaya besar dalam mewujudkan hal ini.

Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI), bersama dengan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Perkumpulan Wakil Manager Investasi Indonesia (AWMII), Kadin Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Indonesia (LSP PMI), LSP PM, LSP MUI, dan sejumlah universitas baik negeri maupun swasta, telah menyelenggarakan Konvensi Nasional Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) di JW Marriott Hotel, Jakarta, yang berlokasi di Jl. Lingkar Mega Kuningan 1-2.

Pasar modal, sebagai salah satu pilar utama perekonomian Indonesia, memiliki peran kunci dalam mengalokasikan dana investasi secara efisien dan menjaga stabilitas pasar. Profesional di sektor ini, seperti Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Manager Investasi, Analis Efek, dan Marketing, memiliki tanggung jawab sentral dalam menjaga keseimbangan ekonomi.

Oleh karena itu, meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para praktisi pasar modal menjadi hal yang sangat penting untuk dapat menghadapi dinamika dan perubahan yang terus menerus terjadi di industri ini.

Konvensi Nasional ini adalah tahapan akhir dalam proses penyusunan RSKKNI dan memiliki keterkaitan erat dengan sertifikasi kompetensi di sektor Jasa Keuangan. RSKKNI yang awalnya hanya berlaku di sektor pasar modal kini akan diperluas untuk mencakup sektor keuangan lainnya.

NS Aji Martono, Ketua Umum PROPAMI, “Konvensi ini adalah langkah besar dalam mengembangkan dan mempertahankan kompetensi profesional di pasar modal Indonesia. Kami percaya bahwa dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, kami dapat menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik dan berkontribusi pada pertumbuhan industri keuangan di negara ini.”

Kami sangat berharap bahwa konvensi ini akan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para profesional pasar modal. Melalui berbagai skema kompetensi yang akan dibahas, peserta konvensi diharapkan akan mendapatkan pembaruan pengetahuan mengenai berbagai aspek pasar modal, termasuk perkembangan regulasi terbaru, teknologi keuangan, strategi investasi, dan tren global yang mempengaruhi industri ini, ujar aji ketua tim verifikasi.

Pembahasan RSKKNI menjadi salah satu poin fokus dalam konvensi ini. Pada pleno pertama konvensi, perwakilan dari APEI, APRDI, dan PROPAMI, yaitu Lily Widjaya, Mauldy RM, dan David Sudyanto, memaparkan peta Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang terkait dengan pasar modal. Mereka juga membahas bagaimana implementasi RSKKNI akan memengaruhi para profesional di lapangan dengan membahas 80 Unit Kompetensi (UK) yang tercakup dalam rencana ini.

Melalui pemaparan ini, diharapkan para pelaku pasar modal akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kompetensi yang diperlukan dalam profesi pasar modal.

Selain pembaruan pengetahuan dan evaluasi kompetensi, Konvensi ini juga memberikan kesempatan berharga untuk berjejaring dengan sesama profesional pasar modal, lembaga sertifikasi, asosiasi di pasar modal, serta universitas yang turut hadir dalam konvensi nasional ini.

Konvensi Nasional RSKKNI Bidang Pasar Modal menjadi suatu kebutuhan mendesak bagi industri keuangan Indonesia. Di dalam rangkaian acara ini, para profesional pasar modal akan mendapatkan pembaruan tentang isu-isu krusial yang memengaruhi industri ini. Mereka juga memiliki kesempatan berharga untuk berinteraksi dengan rekan-rekan seprofesi.

Ini adalah langkah penting dalam menjaga kompetensi di tengah perubahan dinamis dalam pasar modal Indonesia dan merupakan upaya konkret untuk memastikan bahwa para profesional pasar modal di Indonesia tetap kompeten dan relevan di era yang terus berkembang.