Pesawat Tempur F-16 Militer Bolivarian Tembak Jatuh Pesawat Musuh yang Melanggar Wilayah Udara Venezuela

IDPOST.COID – Penerbangan Militer Bolivarian Venezuela melaporkan bahwa salah satu pesawat tempur F-16 miliknya telah menembak jatuh sebuah pesawat pada Kamis 28 Maret 2024 malam.

Penembakan tersebut karena dianggap sebagai pesawat musuh dan telah melanggar wilayah udara nasional.

Kabar ini disampaikan melalui akun resmi X TNI, yang juga membagikan video tembakan yang dilakukan oleh pesawat tempur tersebut.

Saat berita ini terbitkan, baik akun resmi TNI Bolivarian maupun AMB belum mengeluarkan pernyataan resmi yang memberikan informasi lebih lanjut mengenai jenis pesawat yang melanggar wilayah udara Venezuela.

Namun, berdasarkan laporan pihak kepolisian, pesawat tersebut diketahui tidak memiliki rencana penerbangan atau izin dari organisasi lalu lintas udara terkait untuk beroperasi di wilayah tersebut.

Melalui rangkaian video tersebut terlihat bagaimana pilot pesawat tempur F-16 Kelompok Pemburu Udara No. 16 melakukan penembakan yang menjatuhkan pesawat musuh tersebut.

Hal ini dianggap dapat disimpulkan bahwa semua protokol untuk penerbangan ilegal jenis ini telah diterapkan, mencoba berkomunikasi dengan pesawat yang melanggar wilayah udara Venezuela, memerintahkan pendaratannya di bandara atau bandar udara yang ditunjuk oleh pihak berwenang; Pembongkaran menjadi pilihan terakhir yang digunakan dalam situasi seperti ini.

Terakhir, pesawat tempur F-16 dari Penerbangan Militer Bolivarian Venezuela telah melakukan berbagai pengerahan dalam beberapa bulan terakhir untuk menjaga wilayah udara kedaulatan.

Salah satu yang paling relevan adalah partisipasinya dalam latihan militer Aksi Gabungan “Jenderal Domingo Sifontes”, dalam rangka ketegangan dengan Guyana atas wilayah Esequivo, yang meningkat karena kehadiran kapal patroli HMS Trent di wilayah tersebut.

Baru-baru ini, pesawat tempur yang bermarkas di Pangkalan Udara El Libertador melakukan latihan peluncuran rudal udara ke udara.

Dalam kegiatan ini beliau melihat keikutsertaan tiga F-16A/B (dua single-seater dan satu two-seater) yang dipersenjatai dengan rudal AIM-9L Sidewinder dan Rafael Python 4, dimana beberapa Sidewinder yang digunakan masih aktif, mengingat mereka terlihat pita kuning ganda.

Dukungan Pertahanan dari AS, Israel Akan Terima Sejumlah Kendaraan Taktis JLTV 4×4 Baru

IDPOST.CO.ID – Dalam kunjungan resmi pihak berwenang dari Pasukan Pertahanan Israel ke Amerika Serikat, diketahui bahwa Israel akan segera menerima sejumlah kendaraan lapis baja JLTV 4×4 baru dari perusahaan Oshkosh Defense.

Sejak terjadinya serangan terosis yang dilakukan HAMAS pada 7 Oktober dan disusul dengan dimulainya Operasi Pedang Besi oleh Pasukan Pertahanan Israel, Amerika Serikat telah memberikan berbagai dukungan kepada pasukan Israel dalam hal peralatan militer.

Oleh karena itu, dalam rangka kunjungan Mayor Jenderal (Res.) Eyal Zamir, milik Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel, ke Amerika Serikat, portofolio pertahanan melaporkan bahwa kedatangan sejumlah pasukan diperkirakan akan segera terjadi. Kendaraan taktis JLTV 4×4.

Meskipun tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan, ini mungkin sesuai dengan 75 unit yang diperoleh pada awal Desember lalu dalam rangka program Penjualan Militer Asing.

Kendaraan Taktis Ringan Bersama, atau JLTV, memiliki sistem suspensi cerdas independen TAK-4iTM, yang memungkinkan pengoperasian yang efisien untuk merespons kebutuhan transportasi di medan sulit dan lingkungan pertempuran.

Performa off-roadnya telah ditingkatkan dan dapat diangkut dengan helikopter, pesawat sayap tetap, dan kendaraan amfibi.

Pesawat ini memiliki fitur kursi yang tahan ledakan, sistem pertahanan kebakaran otomatis, sistem perlindungan kru yang dapat diskalakan, dan memiliki kemampuan C4ISR terintegrasi.

Pengiriman berikutnya ini menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat terhadap Israel, yang juga mencakup bidang lain seperti produksi kendaraan tempur lapis baja beroda (VCBR) 8×8 Eitan yang baru.

Oshkosh Defense, produsen JLTV, juga merupakan bagian dari program ini karena merupakan perusahaan yang akan memproduksi helm kendaraan lapis baja.

Dengan penggabungannya, melalui serangkaian kendaraan, Pasukan Pertahanan Israel akan maju dalam penggantian definitif M113-nya.