PIJIP Kecam Kinerja Polres Pamekasan, Laporan Penganiayaan Wartawan Memorandum Tak Kunjung Jelas

IDPOST.CO.ID – Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJIP) mengecam kinerja penyidik Polres Pamekasan terkait lambannya penanganan kasus penganiayaan terhadap wartawan Memorandum, Sujak Lukman. Hingga kini, kasus yang telah dilaporkan sejak November 2024 itu tak kunjung menemukan titik terang. Senin, 17 Maret 2025

Kasus ini bermula dari laporan polisi dengan nomor LP/271/XI/2024/SPkT/Polres Pamekasan yang dibuat pada 15 November 2024. Selanjutnya, Polres Pamekasan mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP Lidik2024/XI/RES.1.6/2024/Satreskrim pada 20 November 2024. Namun, meski sudah berjalan lebih dari empat bulan, belum ada perkembangan signifikan dalam kasus ini.

Kronologi Kejadian

Sujak Lukman mengungkapkan bahwa kejadian bermula saat dirinya berkendara menuju tempat fitnes. Di tengah perjalanan, ia terpaksa melakukan pengereman mendadak untuk menghindari hambatan di depannya. Namun, pengendara motor di belakangnya, yang diketahui berinisial AY, justru menabrak motornya.

“Saya langsung mengerem untuk menghindari bahaya yang lebih besar. Namun, motor saya malah ditabrak dari belakang. Anehnya, orang yang menabrak saya justru marah dan langsung memukul saya berkali-kali hingga saya harus dilarikan ke rumah sakit,” ujar Sujak Lukman, Minggu (16/3/2025).

Atas kejadian tersebut, Sujak Lukman segera melaporkan kasus ini ke polisi, lengkap dengan bukti visum dari dokter. Namun, hingga kini, belum ada kejelasan terkait proses hukum terhadap pelaku.

PIJIP Desak Polres Pamekasan Bertindak

Lambannya penanganan kasus ini membuat PIJIP angkat bicara. Mereka menilai bahwa Polres Pamekasan kurang serius dalam menangani kasus penganiayaan terhadap wartawan.

Sujak Lukman sendiri mengaku sudah beberapa kali berupaya menindaklanjuti laporannya ke pihak kepolisian, tetapi selalu mendapat jawaban untuk bersabar.

“Saya sudah berusaha menanyakan perkembangan kasus ini, tetapi selalu diminta untuk bersabar. Sampai sekarang, saya masih menunggu kejelasan dari pihak kepolisian,” tegasnya.

PIJIP meminta Kapolres Pamekasan dan Kasat Reskrim segera mengusut tuntas kasus ini dan menetapkan tersangka. “Kami mendesak agar kasus ini segera diungkap. Jangan sampai ada kesan bahwa hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” pungkasnya.

PIJP Gandeng CEO CV Indri Berkah Rejeki Artha LDT dalam Raker dan Media Gathering

Jogyakarta – Pengububan Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP) terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Dalam rapat kerja (raker) dan media gathering yang digelar di Jogyakarta. Selasa, 07 Januari 2025

PIJP menjalin kerja sama dengan Novelia Indriyati Hasanah, CEO CV Indri Berkah Rejeki Artha LDT, untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan bisnis dan pemberdayaan ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Novelia, yang akrab disapa Bunji, membagikan pengalaman inspiratifnya membangun bisnis dari nol. Ia mengungkapkan perjalanan bisnisnya dimulai pada tahun 2018 dengan modal awal sebesar Rp 400.000. Menurutnya, kesuksesan bisnis yang ia bangun bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga bertujuan memberi manfaat bagi orang lain.

“Membangun bisnis itu butuh mental yang kuat, kepercayaan, dan doa yang istiqamah kepada Allah SWT. Dukungan penuh dari keluarga juga menjadi kunci keberhasilan saya hingga saat ini,” ujar Novelia.

Bunji juga memberikan pesan inspiratif kepada para jurnalis dan generasi muda. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan tidak bergantung pada warisan. “Jangan hanya mengandalkan warisan, tetapi harus bekerja keras untuk mencapai hasil yang diinginkan,” tegasnya.

Sebagai pemilik brand Artha LDT yang bergerak di bidang kosmetik dan skincare, Novelia menjelaskan proses membangun produk yang ia usung. “Membangun sebuah brand, apalagi di bidang kosmetik atau skincare, penuh dengan tantangan. Tapi saya percaya, di balik dinamika bisnis, selalu ada hadiah terindah selama kita optimis dan bekerja keras,” jelasnya.

Artha LDT menawarkan berbagai produk kecantikan berkualitas, seperti lotion, booster, serum, day cream, night cream, face cleanser, body lotion, body serum AHA, serta calming gel putih dari lini Amorgia Skin.

Kerja sama antara PIJP dan Novelia diharapkan tidak hanya memberikan inspirasi, tetapi juga memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inovasi dan kerja keras dalam membangun ekonomi kreatif.

PIJP Gelar Raker dan Media Gathering, Momentum Berharga Menuju Jogja

Pamekasan – Peguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP) mengadakan Rapat Kerja (Raker) sekaligus Media Gathering di Pendopo Agung Ronggosukowati, Minggu (5/1/2025). Kegiatan ini menjadi ajang refleksi dan perencanaan kerja untuk memperkuat peran jurnalis dalam pembangunan daerah.

Acara tersebut dibuka dengan pelepasan simbolis keberangkatan rombongan menuju Yogyakarta oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Achmad Faisol, yang mewakili Pj Bupati Pamekasan, Masrukin.

Dalam sambutannya, Faisol menyampaikan pesan dari Pj Bupati yang menekankan pentingnya profesionalisme media dalam menyajikan informasi. “Media berperan besar sebagai pilar keempat demokrasi. Penyampaian informasi yang edukatif dan konstruktif sangat diperlukan untuk mendorong kemajuan daerah,” ujar Faisol.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PIJP, ditandai dengan pemotongan kue oleh Ketua Harian PIJP, Sujak Lukman. Selain itu, santunan kepada anak yatim turut mewarnai momen penuh kebersamaan tersebut.

Ketua Panitia Raker dan Media Gathering, Muhri Andika, menjelaskan bahwa agenda raker akan berlangsung pada 6-8 Januari 2025 di Yogyakarta. Ia berharap kegiatan ini menghasilkan rencana kerja strategis untuk mendukung pembangunan Kabupaten Pamekasan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Pemkab Pamekasan, atas dukungan yang diberikan. Semoga hasil kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Muhri.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk anggota PIJP, Polres Pamekasan, Kodim Pamekasan, Kepala Dinas Kominfo, serta sejumlah undangan lainnya.

Momentum ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi PIJP dalam menjalankan program-programnya untuk tahun mendatang.