Tips Memilih Partai Politik

IDPOST.CO.ID – Kurang dari seratus hari lagi pesta demokrasi di negara kita akan diselenggarakan. Pesta demokrasi yang dimaksud adalah pemilihan umum (Pemilu).

Untuk kedua kalinya, setelah di tahun 2019, Pemilu akan dilaksanakan serentak untuk pemilihan anggota legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres).

Berbicara Pemilu, maka tidak bisa tidak kita akan berbicara tentang partai politik (Parpol). Karena, baik di Pileg maupun di Pilpres, yang berperan adalah Parpol.

Saat ini, dalam aturan politik di Indonesia, Parpol adalah lembaga atau organisasi yang sangat penting dan strategis.

Bagaimana tidak, anggota legislatif yang masuk melaui Parpol memiliki kewenangan yang sangat dahsyat.

Selain membuat undang-undang dan mengawasi jalannya pemerintahan yang merupakan tugas pokoknya, mereka juga menjadi pintu pertama dalam menyeleksi dan menyetujui figur-figur yang akan menduduki posisi-posisi strategis. Seperti Kapolri, Panglima TNI, Ketua KPK, dan yang lainnya.

Bahkan pejabat tertinggi di eksekutif pun harus melalui ‘saringan’ Parpol. Ingin jadi Presiden, Gubernur, Bupati, atau Walikota, tidak bisa tidak harus diajukan oleh Parpol atau gabungan Parpol (koalisi). Sungguh sangat strategis posisi yang dimiliki Parpol.

Oleh karenanya, memilih Parpol saat Pemilu adalah titik krusial yang akan menentukan ‘nasib’ bangsa lima tahun ke depan.

Termasuk masa depan diri kita sendiri dan anak cucu kita. Untuk itu harus super hati-hati dalam memilih Parpol.

Sulit memang memilih satu Parpol di antara 18 Parpol peserta Pemilu 2024 nanti. Termasuk sulit dalam menentukan kriteria atau ciri-ciri Parpol yang layak untuk dipilih.

Namun, semoga tidak berlebihan, kita bisa menggunakan empat kriteria berikut: Sidiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah.

Keempat kriteria tersebut adalah sifat yang dimiliki Rasulullah. Sebagai Muslim yang harus menjadikan beliau sebagai suri tauladan, maka kita harus berusaha memiliki keempat sifat tersebut.

Dan idealnya, Parpol pun harus memilikinya, karena kita akan menitipkan suara (nasib kita dan bangsa) kepadanya.

Mari kita urai satu-satu kriteria tersebut.

Siddiq (Jujur)

Salah satu ciri Parpol yang jujur adalah komitmennya dalam memberantas korupsi. Karena kejahatan korupsi menjadi sebab sebuah negara hancur dan sulit untuk maju.

Realita sekarang mungkin sulit, bahkan tidak ada, Parpol yang bersih dari korupsi. Maka, yang sebaiknya dipilih adalah Parpol yang korupsinya paling sedikit. Kita bisa memanfaatkan fasilitas pencarian (searching) di internet untuk mendapatkan data tersebut.

Amanah (dapat dipercaya, Konsisten)

Dari 18 Parpol peserta Pemilu 2024 nanti kebanyakan adalah Parpol peserta pemilu 2019. Parpol yang baru pun, rata-rata pecahan dari Parpol tersebut. Artinya, pengurusnya masih orang-orang yang sama.

Tentu kita ingat apa yang dijanjikan Parpol-Parpol (melalui Caleg-Calegnya) tersebut saat kampanye di Pemilu 2019. Dan kita bisa melihat kinerja mereka selama lima tahun terakhir, apakah janji-janji itu ditepati (dijalankan) atau tidak.

Dengan begitu kita bisa menilai Parpol yang menepati janjinya dan yang tidak. Selain itu, dalam kurun waktu lima tahun dari 2019, kita pun dapat menilai Parpol mana yang konsisten membela rakyat, melalui kebijakan-kebijakannya dalam merespon permasalahan rakyat.

Tabligh (Menyampaikan)

Menyampaikan bisa berarti mampu menjalin komunikasi dengan masyarakat, minimal dengan konstituennya atau pemilihnya. Tugas Parpol adalah sebagai jembatan antara rakyat dan pemerintah. Parpol harus mampu mendengar aspirasi rakyat dan menyampaikannya kepada pemerintah. Termasuk menyampaikan koreksi atau kritikan rakyat.

Begitupun, parpol harus mau dan mampu menyampaikan program-program atau aturan-aturan dari pemerintah kepada rakyat.

Kita bisa melihat dan menilai saat ini, mana Parpol yang sudah menjalin komunikasi yang baik dengan rakyat (konstituennya), dan mana yang lebih mengutamakan kepentingan penguasa.

Fathanah (Pintar)

Yang dimaksud pintar ini tentu saja para pengurus Parpol-nya. Khususnya para pemimpinnya. Mereka harus mumpuni, harus mampu memahami semua permasalahan bangsa dan sekaligus mampu pula mencari solusinya.

Negara kita saat ini dihadapkan dengan berbagai persoalan: ekonomi, pendidikan, sosial, keamanan, dan lain-lain. Maka para pemimpin Parpol harus mampu memahami dan memberikan solusi yang bisa disampaikan kepada pengelola negara secara langsung maupun diwujudkan melalui produk undang-undang.

Semoga keempat kriteria di atas dapat memandu kita dalam memilih Parpol. Masih ada waktu dua bulan lagi untuk menilai Parpol peserta Pemilu nanti, sebelum kita nanti menentukan pilihan. Sehingga saatnya nanti di hari pemilihan, kita datang ke TPS tidak dengan kepala kosong lalu asal coblos saja. Atau memilih hanya karena sudah menerima ‘amplop’.

Satu suara kita sangat berharga, yang akan menentukan nasib negara, nasib kita, dan nasib (masa depan) anak cucu kita. Kita harus menjadi pemilih yang cerdas (smart voter), yang melek alias tidak buta politik. Karena, “Buta terburuk adalah buta politik”, demikian kata Penyair Jerman Bertold Brecht.

Penulis: Urip Widodo, ST. (Penulis adalah pegawai PT Dirgantara Indonesia)

Petinggi NasDem: Menang Pilpres Butuh 80 Juta Suara

IDPOST.CO.ID – Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi menyebut menang pilpres membutuhkan 80 juta suara.

Hal tersebut disampaikan Gus Choi saat berada di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Senin 6 Oktiber 2023.

Dikatakanya untuk memenangkan dalam putaran kedua membutuhkan suara paling tidak 80an jutaan suara.

“Kalau dua putaran, misalnya tahap awal mungkin 66 juta atau mendekati 70 juta itu bisa mengikuti putaran kedua,” katanya.

“Untuk menang dalam putaran kedua ya membutuhkan 80an juta. Sudah dihitung,” lanjutnya.

Gus Choi mengatakan bahwa para simpatisan hingga pendukung Anies berjuang sendiri untuk mencapai hal tersebut.

“Tidak bisa mengandalkan uang dari oligarki,” kata Gus Choi.

Saat ditanya soal optimisme memenangkan Pilpres satu putaran, Gus Choi menjawab InsyaAllah.

“Kita berusah. Kalau menurut keyakinan Pak Surya tidak satu putaran. Bisa dua putaran, tapi Insya Allah kalau kita masuk ke putaran kedua, kita bisa menang,” pungkasnya.

Gamers Brand Ambassador ONIC Nita Vior Dukung Prabowo Gemoy di Pilpres 2024

IDPOST.CO.ID – Gamers sekalian brand ambassador ONIC, Nita Vior terang-terangan ungkap support untuk Prabowo di Pemilihan presiden 2024 kedepan. Argumen dianya memberikan dukungan pasangan Gibran Rakabuming Raka ini ternyata karena gemas dengan figur itu.

Support Nita Vior untuk Prabowo ini dia berikan dalam content YouTube bersama Rigen beberapa lalu. Dalam content itu, Rigen dan Vior bicara berkenaan beberapa hal sekalian melahap berbagai makanan.

Pembicaraan keduanya lantas mengarah ke politik selesai Vior menyaksikan baliho partai yang dipasang di tempat itu. Dianya juga akui memberikan dukungan partai kuning atau Partai Golkar.

Brand ambassador tim esports ini mengaku bila dianya mengikuti pilpres nanti, karena itu dia akan secara langsung pilih pasangan Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka.

Dengan malu-malu, Nita Vior menjelaskan alasan dirinya memilih Prabowo. Mantan jenderal tersebut disebut ‘gemoy’ olehnya karena memiliki karakter yang gemas.

“Aku kalau disuruh coblos, aku mau pilih Prabowo, soalnya gemoy” ujar Nita Vior menjelaskan.

Sebelumnya, istilah ‘gemoy’ menjadi viral dan dikaitkan dengan Prabowo. Hal ini bermula ketika pasangan Gibran Rakabuming Raka ini hadir di gelaran peresmian posko relawan di kawasan Kebayoran Baru.

Saat melintas di kerumunan, seorang relawan lalu menyebut Prabowo dengan sebutan ‘gemoy’. Prabowo yang mendengar teriakan relawan ini dengan bertanya mengenai arti ‘gemoy’.

Potensi Prabowo-Gibran Menang Tinggi, Jerry Massie: Lawan Terberatnya Anies-Cak Imin

IDPOST.CO.ID – Pengamat Politik, Jerry Massie menilai majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo Subianto merupakan strategi jitu.

Hal tersebut disampaiakn Jerry Massie kepada idpost.id, Selasa 24 0otober 2023.

“Saya kira ini strategi jitu Prabowo, untuk mengusung tokoh muda yang mewakili kaum millenial,” katanya.

Selain itu, ia juga menyebut juga atas kebesaran hati Keua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

“Naiknya Gibran peran duet Airlangga dan Prabowo dan kebesaran hati Ketum Golkar,” katanya.

Ia menyatakan kekuatan paslon ini sangat mumpuni, apalagi dengan dukungan Jokowi di belakangnnya.

“Memang Prabowo sudah membaca potensi, memang harus menggandeng Gibran yang sudah punya masa fanatik di Solo,” ujarnya.

Ditambah lagi, keberadaan sosok Bobby Nasution di Medan Sumatra Utara dan kekuatan Kaesang sebagai Ketum PSI.

“Saya kira grand strategy ini sudah dirancang sebelumnya sejak putusan MK. Memang akan bermasalah jika capres Gibran dan Prabowo cawapres. Tapi inilah strategi politik,” ujarnya lagi.

Ia mengungkapkan dengan naiknya Gibran sebagai pendamping Prabowo di Pilpres 2024, maka akan terbuka lebar peluang Koalisi Indonesia Maju untuk mengambil suara PDIP.

“Saya kira PDIP akan tergerus. Bisa jadi lawan terberatnya bukan lagi Ganjar-Mahfud tapi Anies-Cak Imin,” kata Jerry.

Untuk sementara, ia memperkirakan persentase kemungkinan Prabowo untuk menang sekitar 60-70 persen.

“Saya tak mengatakan 90 atau 100 persen.Tapi dengan dukungan Demokrat yang kuat basisinya di pemilih mileneal yang berjumlah 52 persen maka akan mendongkrak posisi Gibran,” pungkasnya.

Silaturahmi dan Dukungan: Gibran Rakabuming Raka dan Elite PBB

IDPOST.ID – Hari ini, sejumlah peristiwa menarik terjadi di ranah politik nasional, ketika Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memutuskan untuk menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra.

Kedatangan Gibran ini menuai perhatian karena menjadi sorotan utama terkait isu calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres mendatang.

 

Menurut keterangan yang diperoleh dari Yusril Ihza Mahendra, Gibran tiba di rumahnya di kawasan Kebayoran, Jakarta, sekitar pukul 16.00 WIB pada hari Sabtu sore.

 

Yusril menyebut pertemuan tersebut sebagai pertemuan silaturahmi biasa, meskipun sejumlah pihak berspekulasi tentang motif sebenarnya di balik kunjungan tersebut.

“Jam 4 tadi di rumah saya di Kebayoran. Silaturahmi saja,” ujar Yusril Ihza Mahendra kepada wartawan melalui pesan singkat, menegaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam kerangka silaturahmi biasa.

Walaupun begitu, pertemuan tersebut berlangsung cukup lama, yakni sekitar 45 menit.

Ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya dibicarakan oleh Gibran dan Yusril selama pertemuan tersebut.

Kehadiran Gibran di Jakarta pada hari itu tidak hanya untuk bertemu dengan Yusril Ihza Mahendra.

Ia sebelumnya menghadiri rapat pimpinan nasional Partai Golkar di kantor DPP Golkar.

Partai yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto tersebut telah secara resmi mengusulkan Gibran sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres mendatang.

Gibran sendiri telah menanggapi usulan dari Partai Golkar ini dengan komitmen untuk menindaklanjuti putusan rapimnas Golkar bersama Prabowo.

Ini membuka jalan bagi pembentukan koalisi yang semakin kuat di sekitar Prabowo, yang saat ini terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PBB, Gelora, dan Garuda.

Dalam suasana politik yang semakin memanas menjelang Pilpres 2024, pertemuan Gibran dengan Yusril Ihza Mahendra menjadi salah satu titik fokus perhatian publik.

Apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut dan apa implikasinya terhadap dinamika politik nasional yang sedang berkembang, masih menjadi tanda tanya besar.

Publik akan terus mengawasi perkembangan selanjutnya dalam perjalanan politik di Tanah Air.

Potensi Penguatan IHSG di Tahun Politik: Temuan dari Economic and Capital Market Outlook 2024

IDPOST.CO.ID – Tahun 2024 dimulai dengan suhu politik yang semakin memanas, mengingat bahwa pada 14 Februari 2024, pemilihan presiden, anggota legislatif, dan pimpinan daerah untuk periode 2024-2029 akan digelar di Indonesia. Banyak investor memilih untuk menunggu dan melihat hasil pemilihan ini sebelum melakukan langkah investasi lebih lanjut.

Menyikapi sikap menunggu para investor dan kekhawatiran terhadap situasi politik di tahun 2024, Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dan CSA Community mengambil inisiatif untuk memeriksa kondisi pasar modal di tahun depan. Hal ini tercermin dalam acara ECONOMIC & CAPITAL MARKET OUTLOOK 2024 yang diselenggarakan pada Selasa, 10 Oktober 2023, di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta.

Acara Market Outlook ini menghadirkan berbagai pemateri ahli, di antaranya Profesor Budi Frensidy yang membahas investasi global, Hans Kwee yang memberikan wawasan mengenai prospek pasar modal Indonesia, dan David Sumual yang mengulas prospek perbankan di era digitalisasi industri keuangan.

Haryajid Ramelan, Ketua Pelaksana acara ini, menyatakan bahwa acara ini adalah kontribusi dari AAEI untuk memberikan gambaran kondisi pasar modal kepada para investor, membantu mereka untuk menyikapi tahun politik dengan bijak dan rasional. “Tahun politik akan selalu ada setiap lima tahun, dan seharusnya tidak perlu direspon secara berlebihan. Pemilu sudah berlangsung beberapa kali dan pasar modal terus berkembang,” ujar Haryajid.

Menanggapi sikap positif pasar dalam tahun politik, David Sutyanto, Ketua AAEI, menyampaikan bahwa dalam empat pemilihan umum terakhir, IHSG selalu mengalami penguatan. Meskipun mungkin terdapat tekanan di awal masa kampanye, setelah proses pemungutan suara selesai, IHSG kembali menguat.

Contohnya, saat pemilihan umum tahun 2004 yang berlangsung dalam dua putaran, IHSG mengalami kenaikan sebesar 17,7 persen. Bahkan, pada tahun 2009 saat pemilihan umum, IHSG melonjak lebih tajam hingga 53,7 persen.

David menjelaskan bahwa dengan anggaran pemilu yang besar, mencapai Rp109,1 triliun, akan terjadi peningkatan belanja barang dan jasa yang merata di seluruh negeri. “Pertumbuhan ekonomi dapat diharapkan melalui peningkatan belanja tersebut,” tambah David.

Haryajid menambahkan bahwa setelah acara ECONOMIC & CAPITAL MARKET OUTLOOK 2024, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan CSA Awards 2023. Ajang penghargaan ini mengakui kontribusi positif emiten di Bursa Efek Indonesia terhadap perkembangan pasar modal di Indonesia, baik dalam hal kinerja perusahaan, kinerja saham, maupun inovasi lain yang mereka jalankan.

Dua Kali Dikalahkan Sama Jokowi Saat Pilpres, Prabowo: Kami Satu Tujuan

IDPOST.CO.ID – Sempat menjadi rival dalam dua kali pemilihan presiden dan wakilpresiden, Ketua Umum partai Gerindra, Prabowo Subianto beberkan alasan pihaknya bergabung dengan pemerintah.

Prabowo menjabarkan alasan ia mau masuk dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo karena Prabowo memiliki tujuan yang sama dengan Jokowi.

Hal tersebut disampaikan oleh Prabowo saat menghadiri acara konsolidasi nasional Partai Gerindra di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Minggu 16 Juli 2023.

“Kenapa saya memutuskan bergabung dengan pak Jokowi. Kenapa, kenapa saya sekarang berjuang bersama beliau,” kata Prabowo dikutip dari suara.com jaringan idpost.id.

“Karena setelah saya berinterkasi, walaupun kami pernah rival bersebrangan dulu, kompetisi walaupun saya dikalahkan dua kali tapi saya merasa beliau hatinya sama dengan saya. Cinta merah putih karena itu saya tidak ragu,” tutur Prabowo menambahkan.

Ia mengaku sudah memiliki rasa cinta tanah air sejak kecil. Ia pun menyebut apa yang dilakukan sampai saat ini merupakan demi kepentingan bangsa.

“Seumur hidup saya setiap langkah, setiap pengabdian saya utamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia,” ucapnya.

Untuk itu, ia berterima kasih kepada para kader Gerindra yang mendukungnya sebagai Bakal Calon Presiden.

Ia mengaku akan tetap mengutamakan kepentingan bangsa jika terpilih nantinya.

“Terima kasih saudara mendukung saya terimakasih daudara mendukung Prabowo presiden, saya jadi presiden saya tetap membela bangsa saya,” pungkasnya.

NasDem Serahkan Pilihan Bakal Cawapres ke Anis Baswedan: Orang Terdekat Jokowi Juga Boleh

IDPOST.CO.ID – Partai Nasdem menyerahkan sepenuhnya kepada Anies Baswedan terkait siapa yang menjadi bakal wakil presiden yang mendapinginya.

Bahkan Nasdem juga menyebut tidak akan membatasi. Dan orang terdekat Jokowi pun akan di terima.

Hal ini disampaikan Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat, Saan Mutfofa saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 16 Mei 2023.

“Ya selama Pak Anies berkehendak untuk siapa pun jadi cawapres itu ada peluangnya (dari lingkup terdekat Presiden Jokowi),” kata Saan Mustopa.

Saan menegaskan, keputusan bakal cawapres sepenuhnya di tangan Anies Baswedan. Ia tak mempersoalkan figur yang dipilih berasal dari internal maupun ekternal koalisi.

“Ya kalau soal itu kita serahkan saja ke Pak Anies, mau siapa pun ya jadi. Pokoknya Pak Anies itu apakah itu dari eksternal, internal, apakah itu orangnya Jokowi, kita sekali lagi, kita sudah menyerahkan sepenuhnya ke Pak Anies,” ujar Saan.

Mantan politikus Partai Demokrat ini menyatakan, Nasdem tak bisa memaksakan bakal cawapres Anies. Sebab, Anies yang akan menjalani roda pemerintahan bila terpilih.

“Nah karena itu Pak Anies tentukan misalnya siapa aja yang pantas mendampingi sebagai cawapres dan setelah menentukan baru dikonsultasikan dengan partai,” katanya.

“Jadi bukan dari partai datangnya tapi dari Pak Anies. Jadi kita harapkan bahwa cawapres siapa pun misalnya atau Pak Anies punya nominasi nama-nama, apakah dari internal, eksternal itu nominasi itu dibawa ke partai koalisi. Jadi bukan dari partai ke Pak Anies tapi sekali lagi posisinya dari Pak Anies ke partai,” katanya.