Plato Bersama Pensosmas Surabaya Gelar Pelatihan KAP, Perkuat Teknik Berkomunikasi

SURABAYA, IDPOST.CO.ID,-Penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas) memiliki peranan penting yang berkedudukan sebagai pembuka informasi bagi pembangunan kesejahteraan sosial. Dimana kemampuan secara efektif penyuluh sosial dalam berkomunikasi akan mempengaruhi formulasi pesan, saluran penyampaian informasi serta sasaran yang akan dituju.

Komunikasi merupakan ruh dari penyuluhan sosial, karena itu seorang penyuluh sosial harus mengetahui komunikasi yang efektif dan terarah pada segmen tertentu sehingga akan melahirkan perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku serta cara pandang/mindset masyarakat agar ikut berperan serta mengatasi permasalahan sosial yang tengah terjadi disekitarnya.

Guna memaksimalkan dan meningkatkan lagi kemampuan teknik komunikasi penyuluh sosial dilapangan, Plato Foundation bersama UNICEF memberi pelatihan Komunikasi Antar Personal (KAP) kepada 40 orang peserta dari Penyuluh Sosial Masyarakat Kota Surabaya.

Acara tersebut dilaksanakan pada Selasa (06/06/2023) mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Kecamatan Bulak Jalan Kyai Tambak Deres No. 252, Kelurahan Bulak, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, dengan narasumber dan fasilitator yang berpengalaman dari tim Plato Foundation.

Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengendalian fenomena “infodemik” dimana ada informasi salah yang sengaja disebarkan guna merusak respon terhadap kesehatan masyarakat dan mengarah pada kepatuhan yang buruk terhadap upaya  langkah-langkah kesehatan masyarakat.

Peserta pelatihan KAP dari Pensosmas Kota Surabaya yang menanyakan terkait teknik komunikasi yang baik
Peserta pelatihan KAP dari Pensosmas Kota Surabaya yang menanyakan terkait teknik komunikasi yang baik

Selain itu, di dalam kegiatan pelatihan KAP bagi Komunikator yang dilaksanakan Plato Foundation bersama UNICEF merupakan salah satu upaya pelibatan masyarakat dan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat

Fasilitator dan pemateri Plato Foundation Yugi Nurhariyanti menyampaikan, memberi penyuluhan akan efektif apabila didalamnya dilakukan komunikasi secara terencana, terarah dan berkesinambungan dalam bingkai strategi yang komprehensif.

“Dengan menguasai teknik KAP antara lain bangun keakraban, saling mendengarkan dan berbicara serta kunci komitmen, diharapkan nantinya komunikator akan mampu melakukan penyuluhan dan edukasi dengan lebih baik, salah satunya terkait infodemik yang merujuk pada info hoaks atau berita bohong dan menyesatkan yang menyebar secara masif di masyarakat,” ucapnya.

Disampaikan pula, jika tujuan kegiatan yang  hendak dicapai adalah untuk meningkatkan kapasitas peserta mengenai literasi digital kesehatan dan manajemen infodemik serta mampu mengembangkan keterampilan KAP sebagai pendekatan dalam menyampaikan pesan-pesan kunci kesehatan kepada masyarakat.

Ketua Pensosmas Kota Surabaya, Supriyadi mengucapkan terima kasih kepada Plato Foundation yang telah memberikan support pelatihan teknik KAP kepada kami sehingga kami lebih banyak memiliki solusi yang lebih baik setelahnya dalam menjalin komunikasi dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Pelatihan KAP ini penting sekali terutama bagi kami Pensosmas yang secara langsung berhadapan dengan masyarakat dalam situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Dan pengetahuan yang kami peroleh hari ini bisa membantu kinerja kami dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat,” tuturnya

Teguh

Awali Peringatan HANI Plato Berikan Pelatihan KAP Kepada Koalisi Bersih Narkoba

SURABAYA, IDPOST.CO.ID,- Yayasan Plato bersama dengan Koalisi Bersih Narkoba mengadakan pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) guna penguatan kapasitas mereka dalam menangkal dan mengedukasi tentang hoax di isu kesehatan maupun di isu tentang narkoba.

Pelatihan KAP ini merupakan awal kegiatan dalam rangka untuk memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang selalu diperingati pada tanggal 26 Juni setiap tahunnya sebagai bentuk keprihatinan masyarakat dunia terhadap para korban penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Darmo Jalan Progo No.1-3, Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, pada hari Kamis (01/06/2023) mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB dihadiri 40 peserta dari perwakilan koalisi Putat Jaya, Menanggal, Kebonsari dan Pagesangan.

Gabungan Koalisi Bersih Narkoba Surabaya mendapatkan pelatihan tentang teknik KAP dari pemateri maupun Fasilitator Yayasan Plato, agar pada saat hadir di masyarakat mampu menjadi komunikator yang baik dalam memberikan pesan-pesan kunci dalam pencegahan narkoba.

Mereka mendapat ilmu bagaimana prinsip KAP antara lain bangun keakraban, saling mendengarkan dan berbicara serta kunci komitmen maka Informasi yang salah atau tidak akurat dan nantinya bisa menimbulkan kerugian bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan maupun terkait narkoba dapat dikendalikan.

Direktur Yayasan Plato, Dita Amalia, dalam kesempatan tersebut menyampaikan jika di akhir sesi pelatihan Koalisi Bersih Narkoba mengadakan “Koalisi Bersinar Day” dimana mereka akan melakukan unjuk aksi serta kreativitas menggunakan teknik KAP dalam mengemas pesan pencegahan narkoba.

Deklarasi Bersih Narkoba dipimpin oleh 4 Ketua dari Koalisi Bersih Narkoba Surabaya antara lain Rohman dari Kebonsari, Ernawati dari Menanggal, Sukro dari Putat Jaya dan Jintung Marsudi dari Pagesangan
Deklarasi Bersih Narkoba dipimpin oleh 4 Ketua dari Koalisi Bersih Narkoba Surabaya antara lain Rohman dari Kebonsari, Ernawati dari Menanggal, Sukro dari Putat Jaya dan Jintung Marsudi dari Pagesangan

“Dengan menguasai teknik KAP, diharapkan komunikator nantinya mampu melakukan edukasi lebih baik, terkait pencegahan yang merujuk pada info hoaks maupun berita bohong dan menyesatkan yang menyebar secara masif tentang narkoba hingga dapat cepat ditangkal secara baik dan bijaksana,” ucapnya.

Selain itu mereka melaksanakan deklarasi Bersih Narkoba (BERSINAR) dimana mereka Koalisi Bersih Narkoba siap terjun dan siap untuk perang terhadap narkoba ( War On Drugs) agar generasi muda Indonesia kedepan bebas dari pengaruh narkoba.

Deklarasi dipimpin oleh 4 Ketua dari Koalisi Bersih Narkoba Surabaya antara lain Sukro dari Putat Jaya, Ernawati dari Menanggal, Rohman dari Kebonsari dan Jintung Marsudi dari Pagesangan. Mereka menyatukan misi dan visi “Lawan Narkoba” dan seluruh yang hadir melakukan tanda tangan bukti mereka setuju War On Drugs.

Adapun isi deklarasi tersebut antara lain,
1. Siap berjuang bersama menyelamatkan anak-anak dari ancaman bahaya narkoba.
2. Siap berkolaborasi mewujudkan Surabaya beraih dari narkoba.

Ernawati dari Menanggal menyampaikan terima kasih pada Plato Foundation dimana dengan kegiatan pelatihan-pelatihan yang seperti ini membuat selalu semangat dalam melakukan berbagai perubahan-perubahan di wilayahnya terutama terkait penanganan Narkoba dan kesehatan.

Ditambahkan pula oleh Rohman dari wilayah Kebonsari bahwa pelibatan generasi muda dalam pelatihan ini diharapkan kedepannya mereka mampu sebagai duta anti narkoba saat terjun ke wilayah masing-masing.

Hasil yang diharapkan dari pelatihan KAP tersebut yaitu,
1. Meningkatnya pengetahuan peserta untuk mengelola dan mengidentifikasi hoaks di isu kesehatan serta narkoba
2. Meningkatnya ketrampilan peserta tentang teknik KAP sebagai pendekatan edukasi tangkal hoaks

Teguh

Kader Surabaya Hebat Dibekali Teknik Komunikasi Antar Personal Cegah Infodemik

SURABAYA, IDPOST.CO.ID, -Kader adalah warga pelayan masyarakat yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menggerakkan serta berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat yang bertujuan memberikan pendampingan bagi masyarakat. Seperti yang dilakukan para kader Surabaya yang tergabung dalam Kader Surabaya Hebat (KSH).

Kader Surabaya Hebat (KSH) merupakan gabungan dari berbagai macam kader yang memiliki berbagai macam tugas dijadikan satu supaya lebih terintegrasi dan membuat pekerjaan yang dilakukan lebih komprehensi dan efisien, agar pelayanan kesehatan yang diberikan pada masyarakat lebih paripurna.

Guna lebih memaksimalkan kerja para KSH dalam melayani masyarakat, UNICEF dan Plato Foundation memberikan pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) agar para kader menguasai teknik berkomunikasi yang baik, sehingga kedepan lebih mudah dalam aktivitas penyampaian informasi kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.

Kegiatan KAP dilaksanakan pada hari Senin, (29/05/2023) mulai pukul 07.30 -16.00 WIB bertempat di gedung TP PKK Kota Surabaya  jalan Tambaksari 11A, Kelurahan Tambaksari, Kota Surabaya dengan peserta sebanyak 40 orang pengurus Kader Surabaya Hebat.

Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengendalian fenomena “infodemik” dimana ada informasi salah yang sengaja disebarkan guna merusak respon terhadap kesehatan masyarakat dan mengarah pada kepatuhan yang buruk terhadap upaya  langkah-langkah kesehatan masyarakat.

Selain itu, dalam kegiatan pelatihan KAP bagi Komunikator yang dilaksanakan Plato Foundation bersama UNICEF merupakan salah satu upaya pelibatan masyarakat dan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting.

Perwakilan Kader Surabaya Hebat dari 63 Puskesmas Se-Surabaya
Perwakilan Kader Surabaya Hebat dari 63 Puskesmas Se-Surabaya

Fasilitator dan pemateri Plato Foundation Yugi Nurhariyanti menyampaikan bahwa tujuan kegiatan yang hendak dicapai yaitu meningkatkan kapasitas peserta mengenai literasi digital kesehatan dan manajemen infodemik serta mampu mengembangkan  keterampilan KAP sebagai pendekatan dalam menyampaikan pesan-pesan kunci kesehatan kepada masyarakat.

“Dengan menguasai teknik KAP, diharapkan komunikator nantinya mampu melakukan edukasi dengan lebih baik, salah satunya terkait infodemik yang merujuk pada info hoaks atau berita bohong dan menyesatkan yang menyebar secara masif dapat segera cepat ditangkal secara baik dan bijaksana,” ucapnya.

Disampaikan pula dengan memahami prinsip KAP antara lain bangun keakraban, saling mendengarkan dan berbicara serta kunci komitmen maka Informasi yang salah atau tidak akurat dan nantinya bisa menimbulkan kerugian bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan dapat dikendalikan.

Adapun narasumber dan fasilitator pada kegiatan pelatihan KAP antara lain,
1.  OPD terkait
2. Tim Trainer KAP
3. Yayasan PLATO
4. UNICEF

Salah seorang peserta pelatihan dari KSH Balasklumprik berterima kasih kepada Plato Foundation dan UNICEF atas pelatihan KAP yang begitu bermanfaat bagi para kader untuk bisa menguasai teknik berkomunikasi yang baik sehingga mampu memberikan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat terkait dengan kesehatan.

“Pelatihan KAP ini penting sekali terutama bagi kami KSH yang berhadapan langsung dengan masyarakat dengan situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Pengetahuan ini dapat membantu dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait dalam bidang kesehatan sekaligus mampu menangkal hoax,” ucapnya.

Teguh

Lokakarya Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi Bersama OKY dan FAS

SURABAYA, IDPOST.CO.ID,- Pemahaman keliru seputar menstruasi diperburuk juga dengan adanya keterbatasan akses terhadap informasi di lingkungan remaja membuat banyak  anak muda terutama perempuan tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang terjadi pada tubuh mereka saat menstruasi.

Melalui UNICEF bersama dengan Plato Foundation melalui Program Risk Communication and Community Engagement (RCCE) serta bersinergi dengan DP3AKB Kota Surabaya yang didukung Aplikasi OKY, pada hari Sabtu (27/05/2023) menyelenggarakan kegiatan “Lokakarya Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi” bagi Forum Anak Kota Surabaya (FAS) di Siola lt. 4 Surabaya.

Direktur Plato Foundation, Dita Amalia menyampaikan salah satu langkah untuk merespon situasi tersebut, maka edukasi tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) sangat diperlukan dan sangat penting disampaikan kepada anak-anak muda dan remaja.

“Dibutuhkan keterlibatan anak muda atau remaja dalam hal ini sebagai Pelopor untuk terlibat aktif dalam mengkampanyekan MKM dan Kesehatan Reproduksi melalui pendekatan KAP (Komunikasi Antar Pribadi) pada remaja putri baik di sekolah maupun di masyarakat, sekaligus sebagai agen perubahan untuk ikut berperan aktif menggaungkan pesan kunci RCCE terkait MKM dan OKY,” ungkap Dita.

Dita sampaikan pula masih perlu dilakukan kampanye dan edukasi masif khususnya di wilayah Kota Surabaya, melalui duta OKY diharapkan mampu memberikan informasi dan edukasi agar terbangun pola perilaku bersih dan sehat pada remaja putri saat menjalani masa pubertas mereka.

Lokakarya Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi bersama Forum Anak Kota Surabaya (FAS)
Lokakarya Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi bersama Forum Anak Kota Surabaya (FAS)

“Pelibatan penanganan tidak hanya melalui melalui lembaga pendidikan, orang tua atau keluarga namun seiring masa, juga dengan memanfaatkan instrumen teknologi yang saat ini relevan dalam kehidupan remaja, dimana dapat diakses dimana saja, aplikasi OKY mendukung kebutuhan itu,” ujarnya

Aplikasi OKY adalah sebuah instrumen teknologi yang mampu membantu tantangan remaja perempuan saat ini, dimana dengan teknologi aplikasi tersebut dapat melacak menstruasi pertama remaja putri.

Aplikasi OKY tersebut dibuat dengan kemampuan untuk meningkatkan informasi, pengetahuan serta keterampilan hidup anak perempuan seputar ketubuhan, pubertas dan kesehatan reproduksi melalui literasi digital.

Duta OKY Jawa Timur, Esther menerangkan Aplikasi OKY di desain penuh dengan fitur dan informasi dalam menangani problema permasalahan kesehatan perempuan yaitu tabu, mitos, stigma, kesalahpahaman informasi terkait menstruasi dan kesehatan reproduksi perempuan.

Ditambahkan pula dengan adanya kegiatan lokakarya ini juga menambah informasi dan ilmu kepada kami sebagai duta OKY dalam menyampaikan pesan kesehatan terkait dengan Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi kepada remaja dan anak muda melalui pendekatan KAP.

Perwakilan dari Forum Anak Kota Surabaya Dwi agustini mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang diselenggarakan OKY. Disini kami menemukan banyak hal-hal baru terkait Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi.

“Terimakasih OKY atas semua ilmu serta pengetahuan yang telah diberikan kepada kami. OKY bikin GHEMES, Gadis Hebat Menstruasi Sehat,” ucapnya

Dengan hadirnya aplikasi OKY dari Unicef ini dapat mewujudkan para remaja perempuan bersih, sehat dan percaya diri saat kondisi menstruasi, serta sebagai salah satu upaya guna meningkatan kesadaran, pengetahuan dan memperluas akses layanan MKM serta kesehatan reproduksi khususnya bagi remaja putri.

Teguh

Plato Foundation Bersama UNICEF Berikan Pelatihan KAP Tangkal Infodemik

SURABAYA, IDPOST.CO.ID,- Plato Foundation bersama dengan UNICEF memberikan pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) bagi seluruh pengurus TP-PKK Kecamatan se-Kota Surabaya, yang dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Ketua TP-PKK Kota Surabaya Rini Indriyani.

Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung di Gedung TP-PKK jalan Tambak Sari No. 11A, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Tambak Sari, Kota Surabaya, yang diikuti 40 orang pengurus TP-PKK Kecamatan se-Kota Surabaya. Mulai tanggal 22-23 Mei 2023.

Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengendalian fenomena “infodemik” dimana ada informasi salah yang sengaja disebarkan guna merusak respon terhadap kesehatan masyarakat dan mengarah pada kepatuhan yang buruk terhadap upaya langkah-langkah kesehatan masyarakat.

Ketua TP-PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, atau yang akrab dipanggil Ning Rini dalam kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Plato Foundation dan UNICEF yang telah berkenan memberikan pelatihan tentang Komunikasi Antar Personal kepada pengurus TP-PKK Kecamatan se-Kota Surabaya.

“Menguasai ilmu komunikasi sangat penting untuk menciptakan kesepahaman di antara kedua belah pihak, agar menghindarkan diri dari kesalah pahaman, mampu memahami maksud perkataan orang lain, selain itu juga supaya ide, gagasan maupun pemikiran diri pribadi dapat diterima orang lain, serta bisa menggerakan orang lain untuk mengerjakan sesuatu,” ungkap Ning Rini.

Direktur Plato Foundation, Dita Amalia, turut menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan KAP bagi Komunikator yang dilaksanakan Plato Foundation bersama dengan UNICEF merupakan upaya pelibatan masyarakat serta perubahan perilaku hidup sehat (PHBS).

“Program Risk Communication and Community Engagement (RCCE) yang dilaksanakan Plato bersama UNICEF, merupakan pilar penting dalam mengusung strategi pencegahan melalui Komunikasi Antar Pribadi (KAP) untuk mempromosikan perilaku pencegahan dan membangun kepercayaan serta keyakinan masyarakat dalam mengakses layanan pencegahan yang bersifat esensial,” ungkap Dita.

Ketua TP-PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, bersama kader TP-PKK Kota Surabaya
Ketua TP-PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, bersama kader TP-PKK Kota Surabaya

Annisa Taqwa Zazi Muslim fasilitator serta pemateri dari Plato Foundation mengatakan menguasai teknik berkomunikasi itu penting agar aktivitas penyampaian informasi, baik itu pesan, ide, dan gagasan, dari satu pihak ke pihak lain dan dilakukan secara langsung maupun tidak langsung dapat dipahami.

“Dengan menguasai teknik komunikasi KAP, diharapkan komunikator nantinya mampu melakukan edukasi dengan lebih baik, salah satunya terkait infodemik yang merujuk pada info hoaks atau berita bohong dan menyesatkan yang menyebar secara masif dapat segera cepat ditangkal secara baik dan bijaksana,” ucap Annisa yang akrab dipanggil kak Ninis.

Disampaikan pula oleh Ninis, bahwa dengan menguasai prinsip Komunikasi Antar Pribadi (KAP) antara lain bangun keakraban, saling mendengarkan dan berbicara serta kunci komitmen maka Informasi yang salah atau tidak akurat yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan dapat dikendalikan.

“Setiap pihak yang memiliki peran strategis di masyarakat perlu diperankan sebagai
komunikator untuk menyampaikan pesan kesehatan ditengah masyarakat sekaligus mengatasi infodemik yang diketahui sebagai tsunami informasi ,” ucap Ninis saat diwawancarai Jurnalis Idpost.

Tujuan dari pelatihan KAP bagaimana untuk meningkatkan kapasitas peserta mengenai literasi digital kesehatan serta manajemen infodemik yang sekaligus mengembangkan keterampilan KAP sebagai bagian upaya pendekatan dalam menyampaikan pesan kunci kesehatan kepada masyarakat.

Adapun narasumber dan fasilitator pada kegiatan pelatihan KAP antara lain,
1. Ketua TP-PKK Kota Surabaya
2. Tim Trainer KAP
3. Yayasan PLATO
4. UNICEF

Salah satu peserta pelatihan dari TP-PKK Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Panca Marhaendati merasa senang serta berterima kasih telah mendapatkan pelatihan KAP dari Plato Foundation dan UNICEF.

“Pelatihan KAP ini penting sekali terutama bagi kami kader TP-PKK yang berhadapan langsung dengan masyarakat dengan situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Pengetahuan ini dapat membantu dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait dalam bidang kesehatan,” ucapnya.

Teguh

Dinsos Kota Surabaya Bersama Plato Foundation Gelar Pelatihan KAP

SURABAYA, IDPOST.CO.ID, – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya bersama dengan Plato Foundation melaksanakan kegiatan ‘Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikator dalam Menyampaikan Pesan Kunci Kesehatan dan Mengelola Infodemik’.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (22/5/2023) mulai pukul 07.30-16.00 WIB yang berlokasi di Aula lt. 4 Dinas Sosial Kota Surabaya, Jl. Arief Rahman Hakim no 131-133 Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, dan diikuti 40 orang perwakilan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) seluruh Kecamatan Kota Surabaya.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya untuk pengendalian fenomena “infodemik” dimana informasi salah yang disengaja disebarkan untuk merusak respon kesehatan masyarakat yang mengarah pada kepatuhan yang buruk terhadap langkah-langkah kesehatan masyarakat.

Infodemik tersebut merujuk adanya hoaks atau berita bohong dan menyesatkan yang penyebarannya masif dan sangat cepat. Data yang di release oleh Kemenkominfo, sepanjang 4 Oktober 2020 hingga 18 Juli 2021, telah ditemukan 252 isu hoaks vaksin COVID-19 pada 1.850 postingan media sosial, dimana seluruhnya telah ditangani atau di-take down.

Selain itu, hasil survei yang telah dilakukan UNICEF-Nielsen pada 2022 menunjukkan, sebanyak 38% masyarakat di enam kota besar Indonesia tidak dapat membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah (hoaks).

Hoaks tidak hanya bisa tersebar melalui media sosial, namun hoaks juga bisa menyebar dari mulut ke mulut di lingkungan keluarga, tetangga dan orang-orang terdekat. Informasi yang salah atau tidak akurat dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan.

Annisa Taqwa Zazi Muslim pemateri dari Plato Foundation menyampaikan dalam kegiatan hari ini kita hadirkan 40 orang perwakilan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) seluruh Kecamatan Kota Surabaya,  dengan harapan nantinya saat mereka terjun ke masyarakat mampu memberikan informasi dan mengedukasi terkait info-info hoax dan bagaimana cara mengatasinya.

“Setiap pihak yang memiliki peran strategis di masyarakat perlu diperankan sebagai komunikator untuk menyampaikan pesan kesehatan ditengah masyarakat dan sekaligus mengatasi infodemik yang diketahui sebagai tsunami informasi ,” ucap Annisa atau yang akrab dipanggil kak Ninis.

Annisa Taqwa Zazi Muslim fasilitator dan pemateri dari Plato Foundation
Annisa Taqwa Zazi Muslim, fasilitator dan pemateri KAP dari Plato Foundation

Disampaikan pula bahwa tujuan kegiatan yang hendak dicapai yaitu meningkatkan kapasitas peserta mengenai literasi digital kesehatan dan manajemen infodemik, serta mengembangkan keterampilan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) sebagai pendekatan dalam menyampaikan pesan-pesan kunci kesehatan kepada masyarakat, khususnya Imunisasi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting.

Pembina Plato Foundation, Ria Damayanti sebagai narasumber dalam pelatihan KAP menyampaikan kegiatan yang bekerjasama dengan Dinsos Kota Surabaya bertujuan agar para peserta pelatihan dari IPSM mampu meningkatkan komunikasi dari yang biasa menjadi terampil.

“Harapannya mereka dapat memberikan isu-isu terkini dan informasi terbaik serta mengedukasi dalam menerima berita-berita yang berkembang di masyarakat agar tidak terpengaruh berita hoax. Karena mereka itu yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Dengan pelatihan ini mereka dapat lebih baik dalam cara berkomunikasi  di masyarakat,” tuturnya

Sekretaris IPSM Surabaya, Abdul Rohman mengucapkan terima kasih kepada Plato Foundation dan Dinsos Kota Surabaya yang telah berkenan memfasilitasi pelatihan KAP kepada kami, dimana dengan kegiatan ini mampu untuk menambah informasi serta meningkatkan kapasitas dan cara berkomunikasi kami ke masyarakat.

“Sebenarnya kegiatan IPSM ini berkaitan erat sekali dengan apa yang disampaikan pemateri dari Plato Foundation dimana kita melakukan tugas untuk penanganan 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (IMKS) salah satunya adalah korban Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif  (Napza), dimana dibutuhkan kemampuan cara berkomunikasi yang baik,” kata Abdul Rohman.

Tantangan dalam menangani hoax tersebut menjadikan program Risk Communication and Community Engagement (RCCE) yang dilaksanakan oleh PLATO bersama UNICEF, sebagai salah satu bagian pilar penting yang mengusung strategi pencegahan melalui komunikasi antarpribadi (KAP) untuk mempromosikan perilaku pencegahan, membangun kepercayaan dan keyakinan masyarakat dalam mengakses layanan pencegahan yang bersifat esensial.

Hasil yang diharapkan dari pelatihan Plato Foundation yaitu,
1. Meningkatnya pengetahuan peserta untuk mengelola infodemik dan dapat
mengidentifikasi hoaks di isu kesehatan.
2. Meningkatnya ketrampilan peserta tentang literasi digital kesehatan dan teknik KAP sebagai pendekatan edukasi tangkal hoaks
3. Adanya rencana aksi bersama oleh peserta yang akan diimplementasikan setelah pelatihan.

Adapun narasumber dan fasilitator pada kegiatan pelatihan KAP antara lain,
1. Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya
2. Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Kota Surabaya
3. Tim Trainer KAP
4. Yayasan PLATO
5. UNICEF.

Teguh

Peringati Hari Kartini, Pemkab Sidoarjo Mengajak Kader Kesehatan Turunkan Stunting

IDPOST.CO.ID, SIDOARJO, – Peringati hari Kartini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo menyelenggarakan acara Promosi Kesehatan bertemakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Kegiatan GERMAS dilaksanakan pada Rabu (3/05/2023) di Pendopo Delta Wibawa jalan Cokronegoro No. 1, Sidoarjo, dihadiri kurang lebih 400 orang kader kesehatan dan Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) se-Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sidoarjo DR. Fenny Apridawati, mengucapkan terima kasih atas kehadiran para kader kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam acara peringatan hari Kartini.

“Semua kader kesehatan yang hadir saat ini adalah Kartini – Kartini pejuang kesehatan yang berjuang dalam menurunkan stunting melalui inisiasi menyusui dini di dalam ASI eksklusif ke seluruh keluarga di wilayah Kabupaten Sidoarjo,” papar Fenny kepada Bupati Sidoarjo.

Disampaikan pula bahwa pada hari ini 6 ribu kader kesehatan yang merangkap menjadi kader PPKBD mendapatkan support dari PT. Tjiwi Kimia melalui program corporate social responsibility (CSR) berupa fasilitas BPJS Ketenagakerjaan selama 3 bulan.

Kadinkes Sidoarjo juga memaparkan terkait stunting mendapatkan bantuan dan solusi dari Poltekkes Kemenkes RI, bahkan yang semula kantor pusatnya selama ini ada di Surabaya, tahun ini akan digeser ke wilayah Sidoarjo.

“Hari ini Poltekkes Kemenkes RI memberikan bantuan yang diserahkan secara simbolis sebanyak 100 jamban sehat kepada Desa Wonoayu 9 jamban, Desa Kepadangan 59 jamban, Desa Balongdowo 29 jamban, Desa Sugihwaras 3 jamban,” pungkasnya.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali atau yang akrab disapa Gus Muhdlor di dalam pidatonya mengatakan pada Agustus dan September 2022, angka stunting di wilayah Kabupaten Sidoarjo berdasar Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 mengalami kenaikan dari 14,8 persen menjadi 16,1 persen.

Kader kesehatan RCCE dalam kegiatan hari Kartini bersama Pemkab Sidoarjo dan Dinkes Sidoarjo
Kader kesehatan RCCE dalam kegiatan hari Kartini bersama Pemkab Sidoarjo dan Dinkes Sidoarjo

“Masalah terkait stunting adalah tugas kita bersama. Bupati dan wakil Bupati maupun Kadinkes tidak bisa apa-apa tanpa peran serta dari ibu-ibu kader kesehatan,” ucap Gus Muhdlor disambut tepuk tangan kader kesehatan yang hadir di acara hari Kartini.

Ia juga sampaikan, permasalahan stunting tidak hanya masalah gizi saja, walaupun ada kaitannya dengan ASI eksklusif dan index menyusui dini. Tetapi juga persoalan gaya hidup, salah satunya Open Defecation Free (ODF) atau buang air besar sembarangan.

“Ibu-ibu muda yang memberi ASI eksklusif hanya 10 persen, index menyusui dini hanya 19 persen. Diharapkan kader sosialisasikan pentingnya ASI eksklusif, anak-anak jangan hanya diberikan susu formula saja. Selain itu pentingnya hidup sehat dengan tidak buang air besar sembarangan,” kata Bupati.

Pemerintah Kabupaten bersama dengan Dinkes Sidoarjo akan secepatnya membuat edaran ke perusahaan-perusahaan besar untuk memberikan fasilitas kepada ibu-ibu yang baru melahirkan agar bisa pumping atau memerah ASI demi menurunkan angka stunting di wilayah Sidoarjo.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Poltekkes Kemenkes RI, Luthfi Rusdi, Nara sumber RSUD Dr. Soetomo,  Dr.dr. Hj. Riska Atika, Kadinkes Sidoarjo Fenny Apridawati, BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo diwakili Edy Sasono, Direktur PT. Tjiwi Kimia, diwakili Beny Hariawan, Direktur Plato Foundation, Dita Amalia bersama 30 kader RCCE, Ketua APPSAN , DR. Koen Irianto Uripan, BAZNAS Sidoarjo, Camat serta 400 kader kesehatan se-kabupaten Sidoarjo.

Dalam kegiatan GERMAS tersebut dilakukan penyerahan secara simbolis fasilitas BPJS Ketenagakerjaan bagi kader kesehatan dan pemberian hadiah kepada pemenang lomba membuat video atau konten terkait dengan kesehatan yang bekerjasama dengan Plato Foundation

Direktur Utama Yayasan Plato Foundation Dita Amalia, mendukung Dinkes Kabupaten Sidoarjo di dalam mewujudkan ‘Sidoarjo Sehat’ terutama dalam pencegahan stunting, imunisasi dan kesehatan lainnya melalui program Risk Communication and Community Engagement (RCCE).

“Program RCCE tersebut dirancang untuk memperkuat para kader tenaga kesehatan dengan memberi pengetahuan bagaimana menangkal berita hoax terutama diinfodemi dan mempromosikan perilaku pencegahan, membangun kepercayaan serta keyakinan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang bersifat esensial, salah satunya pencegahan stunting,” ungkapnya.

Teguh