PMII Blitar Raya Desak Polres Kediri Bebaskan Dua Aktivis yang Ditahan, Ini 4 Tuntutannya

IDPOST.ID – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Blitar Raya menyatakan sikap tegas menolak penahanan terhadap para aktivis yang ditangkap sebagai buntut kerusuhan akhir Agustus lalu.

Dalam pernyataan sikap yang diterima idpost.id, PC PMII Blitar Raya mengecam kebijakan pemerintah yang dinilai sewenang-wenang dan tidak berpihak kepada masyarakat sipil.

“Yang dilatarbelakangi dari berbagai kebijakan pemerintah yang sewenang-wenang dan tidak berpihak kepada masyarakat sipil,” ucap M Rizki Fadilla Mandataris Ketua PC PMII Blitar.

Organisasi mahasiswa itu juga menyoroti represifitas aparat terhadap masyarakat sipil, terutama dalam kasus Affan Kurniawan, ojol yang dilindas kendaraan rantis Brimob.

Menurut Rizki, kasus tersebut menambah deretan pelanggaran HAM dan kekerasan aparat terhadap masyarakat sipil.

“Orasi-orasi yang disampaikan para aktivis sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap isu-isu sosial yang merugikan masyarakat justru dipahami sebagai pelanggaran hukum,” tulis pernyataan itu.

PC PMII Blitar Raya kemudian menyampaikan empat poin tuntutan:

  1. Mendesak Polres Kediri segera mengabulkan penangguhan penahanan terhadap Saiful Amin (Sam Oemar) dan Shelfin Bima secepatnya.
  2. Mengecam tindakan penjemputan paksa oleh aparat dan tindak represif, yang jelas-jelas melanggar HAM dan ancaman bagi demokrasi dan konstitusi.
  3. Mengajak seluruh lapisan masyarakat, mahasiswa terlebih kader-kader PMII untuk menyerukan solidaritas dalam mengawal kasus ini hingga tuntas.
  4. Mendesak kepada aparat penegak hukum untuk memastikan proses hukum dilaksanakan secara transparan, objektif dan akuntabel.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh M. Rizki Fadilla dan Alex Cahyono selaku Mandataris Pengurus Cabang PMII Blitar Raya.

“Demikian pernyataan sikap PC PMII Blitar Raya ini kami sampaikan. Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwamith Thariq. Wassalamualaikum Wr Wb,” tutup pernyataan yang dikeluarkan pada 27 September 2025 atau 5 Rabiul Akhir 1447 H tersebut.

Wujud Peduli Terhadap Masyarakat, PMII Blitar Tolak Kampanye Hitam dan Hoaks

IDPOST.CO.ID – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blitar tolak adanya kampanye hitam dan berita hoax yang meresahkan masyarakat.

Penolakan tersebut disampaikan Ketua PMII Blitar M Mukhtarun Niam dalam keteranganya yang diterima redaksi idpost.id, Jumat 12 Januari 2024.

“Kami menolak segala bentuk kampanye hitam dan berita hoax yang dapat merusak keutuhan informasi dan merugikan pihak-pihak yang terlibat,” katanya.

“Sebagai organisasi yang peduli terhadap masyarakat, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama melawan penyebaran informasi palsu dan kampanye hitam yang tidak beralasan,” lanjutnya.

Selain itu pihaknya juga berkomitmen untuk menjaga integritas informasi dan memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan informasi yang sehat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi, melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan berita, dan tidak terjebak dalam perang informasi yang merugikan bersama,” tuturnya.

Dengan adanya fenomina tersebut ia mengimbau generasi muda untuk waspada terhadap upaya-upaya yang bertujuan merusak hubungan antarwarga dan memecah belah persatuan.

“Kita harus bersama-sama membangun budaya literasi digital dan semakin meningkatkan pemahaman terhadap isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat,” ucapnya.

“Dengan cara ini, kita dapat bersama-sama melawan hoaks dan kampanye hitam, menciptakan ruang informasi yang sehat dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bersama,” lanjutnya.

Ia juga berharap upaya yang ia lakukan dapat menjadi contoh bagi organisasi lainnya dalam memerangi penyebaran berita palsu.

“PC PMII Blitar berharap dapat menjadi contoh bagi organisasi lainnya dalam memerangi penyebaran berita palsu dan kampanye hitam demi terwujudnya masyarakat yang cerdas dan kritis terhadap informasi,” tutupnya.

PC PMII Blitar Dukung Langkah Kapolres Blitar Kota Larang Battle Sound

IDPOST.CO.ID – Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Blitar, M Mukhtarun Niam dukung larangan Battle Sound.

Larangan tersebut dikeluarkan Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo situasi dan kondisi yang nyaman, tentram dan tetap menjaga situasi Kamtibmas.

“Kami sangat mendukung upaya larangan Battle Sound dalam kegiatan karnaval terutama dalam memperingati hari kemerdekaan,” katanya.

Selain itu Niam juga mengatakan kalau penggunaan Battle Sound dalam perayaan memiliki potensi merusak kesadaran dan nilai budaya yang ada dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Suara yang bising dapat mengganggu suasana khidmat serta mengaburkan makna sebenarnya dari perayaan ini,” katanya.

“Ketika kita merayakan HUT Kemerdekaan RI, kita seharusnya merenungkan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan untuk merebut dan mempertahankan,” ujarnya.

Sebelumnya Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setyo Pambudi Sukarno menghimau mayarakat untuk tidak Battle Sound terutama saat karnaval untuk memperingati HUT RI.

Larangan tersebut dinilai bertentangan budaya asli dalam kegiatan karnaval apalagi dalam memperingati hari kemerdekaan.

“Untuk itu dalam rangka menjaga kondusifitas situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Blitar Kota saat ini ijin terkait acara battle sound atau sejenisnya kami tangguhkan (dilarang),” kata Kapolres.

PC PMII Blitar Jalin Kerjasama dengan STITMA, Wajibkan Seluruh Mahasiwa Ikuti Kaderisasi

IDPOST.CO.ID – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Blitar jalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Misbahudin Ahmad (STITMA) Blitar.

Kerjasama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di Gedung Rektorat STITMA Blitar, Jalan Anjasmoro, Sumberjo Sanankulon Blitar, Kamis 16 Maret 2023 kemarin.

Salah satu kerjasama yang dilakukan antara PC PMII Blitar dengan STITMA Blitar yakni mewajibkan seluruh mahasiswa STITMA Blitar untuk mengikuti kaderisasi PMII.

Ketua PC PMII Blitar Niam mengatakan pihaknya siap menjadi bagian dari STITMA untuk mencetak dan menyiapkan kader penerus yang memiliki landasaan pikir dan tindakan Asawaja.

“Dengan berproses di PMII bisa membantu para mahasiswa STITMA untuk berkiprah pada scope yang lebih luas lagi,” katanya.

Selain itu, perlunya mahasiswa berproses di PMII agar menjadi seorang pemimpin disekitarnya karena banyak hal-hal baru yang pastinya tidak akan didapatkan dibangku kuliah.

“Perlunya mahasiswa berkiprah di PMII sebagai bekal mengolah pikir dan karakter, agar mahasiswa tetap menjadi titanium di antara besi-besi yang mudah berkarat dan kropos akibat tempaan zaman,” ucapnya.

Sementara, Wakil Ketua I STITMA Blitar Ahmad Izzudin mengatakan kalau kerjasama dengan PC PMII Blitar Raya sangatlah penting dan fundamental.

“STITMA Blitar berada di bawah naungan Yayasan Mambaus Sholihin 2 yang berkultur Nahdliyin. Sehingga secara organisatoris strukturturnya memilki visi dan misi sama,” katanya.

Izzudin juga mengatakan kalau PMII merupan bonom NU. Sehingga, memiliki visi misi yang selaras dengan STITMA Blitar.

“PMII ini kan merupakan banom resminya PBNU, sehingga kerja sama dengan PC PMII ini begitu jitu dan tepat dilakukan STITMA Blitar,” tutupnya.

Perlu diketahui, penandantangan nota kesepahaman tersebut juga dihadiri oleh Ketua STITMA Blitar M Kholid Thohiri yang didampingi Wakil Ketua I Ahmad Izzudin.