RIDMA Foundation Mendesak Presiden untuk Menunjuk Kepala BNN yang Memahami Permasalahan Narkoba

IDPOST.CO.ID – RIDMA Foundation, sebuah LSM anti narkoba yang anggotanya berasal dari kalangan jurnalis yang peduli terhadap bahaya narkoba, mendesak Presiden Jokowi untuk menunjuk seorang Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang memiliki pemahaman mendalam terhadap permasalahan narkoba, Jakarta (17/11/23).

Menanggapi rencana pensiun Komjen Petrus Reinhard Golose, Kepala BNN yang lulus dari Akpol 1988 dan berusia 58 tahun, RIDMA Foundation mengingatkan pentingnya menetapkan pemimpin yang tidak hanya berasal dari latar belakang kepolisian tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang dampak narkoba di masyarakat.

Asri Hadi, seorang Aktivis Bahaya Narkoba sejak Bakolak Inpres 71, menekankan bahwa pemimpin BNN yang baru harus benar-benar memahami isu narkoba tanpa bermain sendiri.

Menurutnya, dua kali kepemimpinan sebelumnya diisi oleh sosok yang kurang memahami serta tidak memiliki latar belakang yang kuat dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Budi Jojo, Ketua Umum RIDMA Foundation, menyoroti kritik terhadap kinerja BNN yang dianggap “melempem.”

Jojo menyebutkan bahwa meskipun anggaran besar dialokasikan untuk fasilitas pejabat, BNN kurang melibatkan LSM dan masyarakat, sehingga kinerjanya kalah dengan Kepolisian dalam upaya pemberantasan narkoba.

RIDMA Foundation berharap agar rekomendasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menempati jabatan Kepala BNN menghasilkan pemimpin yang memahami permasalahan narkoba dan struktur organisasi BNN.

Jojo menambahkan, “Kami berharap agar Kepala BNN yang baru lebih ‘galak’ dalam memerangi sumber peredaran narkotika dan obat berbahaya di Indonesia.” RIDMA Foundation juga mendesak BNN untuk melibatkan unsur NGO, ulama, dan jurnalis dalam memetakan titik-titik rawan penyaluran narkotika serta melakukan pengawasan ketat di tempat-tempat tersebut.

Dalam rilisnya, RIDMA Foundation juga meminta BNN untuk melakukan kajian mendalam terkait faktor penyebab masih maraknya penggunaan narkotika dan obat terlarang di Indonesia.

Selain itu, mereka mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika, sambil mendesak BNN dan pemerintah daerah untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Kaesang Pangarep Resmi Berlabuh Ke PSI

SOLO, IDPOST.CO.ID,- Terjawab sudah teka teki ke partai mana Kaesang Pangarep akan bergabung. Putra bungsu Presiden Jokowi tersebut akhirnya resmi menetapkan diri bergabung dan menjadi kader baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Berlabuhnya Kaesang Pangarep itu ditandai dengan diterimanya Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI yang diserahkan Ketua Umum PSI Giring Ganesha Djumaryo di rumah pribadi Jokowi Jl. Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, pada hari Sabtu (23/9/2023).

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Ketua Dewan Pembina PSI Jeffry Geovani, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, Sekwan Pembina PSI Raja Juli Antoni, Ketua Umum PSI Giring Ganesha, dan Sekjen PSI Isyana Bagoes Oka.

Kaesang didampingi istrinya, Erina Gudono menerima kartu yang dicetak dalam versi besar dimana terpampang logo PSI, Nama Kaesang Pangarep dengan nomor anggota S317420230151515 dan bertuliskan AKUPSI.

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengatakan, hari ini adalah hari yang berbahagia karena akhirnya mawar akan memperkenalkan diri dan kami sangat senang sekali karena ada energi baru.

“Pertemanan dan hubungan persahabatan antara PSI dan Kaesang sudah terjalin cukup lama. Kami sangat mengapresiasi mas Kaesang mau turun dan ikut berjuang bersama teman-teman PSI. Hari ini sebuah kegembiraan bagi kami semua menyambut anggota baru kami, mas Kaesang,” kata Grace.

Dalam kesempatan yang sama, Kaesang mengatakan bahwa dirinya sudah cukup lama bertemu dan berkomunikasi intens dengan teman-teman pengurus PSI, baik dengan dengan Wamen (Wakil Menteri ATR/ BPN) Raja Juli Antoni yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina, Grace Natalie, Ketua Umum PSI Giring Ganesha Djumaryo maupun dengan pengurus lainnya.

“Kami ini kebetulan mempunyai kesamaan dan keinginan. Kami ingin anak-anak muda lebih terlibat di sektor publik. Apalagi di pemilu anak muda biasanya hanya dijadikan objek pasif dan kami mau mereka jadi objek aktif. Karena bagaimanapun masa depan Indonesia untuk anak muda Indonesia,” ujar Kaesang

Ia menambahkan bahwa PSI ini partai yang diisi oleh anak-anak muda berintegritas dan berkompetensi. Yang terpenting mereka punya semangat untuk membuat Indonesia jauh lebih baik. Sayangnya mereka masih belum bisa masuk Senayan.

“Saya sudah berkomitmen dan memantapkan hati untuk berjuang bersama PSI, dan alhamdulillah saya juga sudah mendapatkan restu dari istri. Semoga ini merupakan langkah awal politik saya. Harapannya saya dan PSI bisa membuat Indonesia jauh lebih baik dimasa depan.

Ketika ditanya rekan-rekan media kenapa memilih PSI tidak memilih partai besar lain seperti PDI, Gerindra atau partai lain yang suaranya lebih besar ? Kaesang menjawab kembali, karena PSI diisi anak-anak muda yang berintegritas dan berkompeten serta memiliki semangat.

Kaesang Pangarep yang lahir di Solo pada 25 Desember 1994 telah mendaftar sebagai kader PSI sekitar sepekan lalu. Tetapi untuk KTA baru diserahkan hari ini, setelah PSI mengunggah video sosok pria yang disebut Mawar dan jadi perhatian publik di medsos.

Dapat diketahui jika putra bungsu Presiden Jokowi tersebut sebelum terjun di dunia politik dikenal sebagai sosok pebisnis muda yang merupakan lulusan sekolah Chinese School International dengan program studi International Baccalaureat dan lulusan dari University of Social Sciences jurusan pemasaran di Singapura.

Sementara Ketua Umum PSI Giring Ganesha mengucapkan syukur Alhamdulillah jika doa saya dan ribuan kader PSI yang memiliki jiwa Jokowisme terkabulkan.

“Kita berbahagia memiliki kekuatan baru. Bro Kaesang luar biasa kita kita didalam tadi tidak ngomong teori terlalu ribet-ribet, hanya bercanda-canda saja. Spirit PSI kita berpolitik, melayani tapi dengan santai,” ujar Giring.

Presiden Jokowi Akan Kembali Reshuffle Menteri di Kabinet Indonesia Maju

IDPOST.CO.ID – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mereshuffle menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Hal tersebut dilakukan oleh Jokowi karena Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate sudah menjadi tersangka kasus korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo di Kejagung.

Kabar Jokowi mereshuffle menterinya tersebut dibenarkan oleh Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

“Benar, akan ada pelantikan oleh Bapak Presiden,” kata Bey kepada wartawan.

Meski begitu, Bey tidak menjelaskan secara detail posisi atau jabatan apa saja yang nantinya akan dilantik oleh Jokowi.

“Tapi untuk jabatan apa dan siapa yang akan dilantik di Istana Negara. Untuk waktunya jam berapa, tunggu agenda saja ya,” singkat Bey.

Dari informasi yang dihimpun Suara.com, Jokowi dikabarkan bakal melantik Ketua Umum Projo Budi Arie sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menggantikan Johnny G Plate yang menjadi tersangka kasus korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo di Kejagung

Kemudian, Stafsus Kementerian BUMN Nezar Patria dikabarkan akan ditunjuk menjadi Wamenkominfo.

Paiman Raharjo sebagai Wakil Menteri Desa dan Daerah Tertinggal, Pahala Mansury sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, Rosan Roeslani sebagai Wakil Menteri BUMN dan Djan Farid sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Dikonfirmasi terkait kabar pelantikannya, Budi Arie enggan berkomentar banyak.

“Kami menunggu pengumuman dari Presiden. Karena itu hak preogratif Presiden (Jokowi),” singkat Budi Arie.