Berkembang Pesat, Sektor Pasar Modal Indonesia Butuh Profesional Kompeten

IDPOST.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis data terbaru per 07 November 2023 dalam acara Diskusi & Sosialisasi Pemenuhan Kewajiban Perizinan WPPE, WPEE, WMI, WAPERD.

Pertemuan ini berlangsung pada 8 November 2023 di gedung OJK Mataram, NTB, dengan tujuan memberikan pemahaman lebih baik kepada pemegang izin dan calon pemegang izin.

Narasumber utama berasal dari Direktorat Perizinan Pasar Modal OJK.

Naomi Saulina Rentaria Rambe, Analis Senior Deputi Direktur Perizinan Perorangan, Profesi Penunjang, dan Lembaga Penunjang Pasar Modal 1.

Devy Arveida, Analis Deputi Direktur Perizinan Perorangan, Profesi Penunjang, dan Lembaga Penunjang Pasar Modal 1.

Hadir juga tokoh-tokoh penting seperti Umar Hidayat, Deputy Kepala Kantor OJK NTB, GB Ngurah Putra Sandiana, Kepala Kantor Perwakilan BEI NTB, dan Lucky Hisar Manurung, Ketua Wilayah PROPAMI Bali Nusa Raya, bersama pemegang izin dari sektor perbankan, pasar modal, dan perguruan tinggi di NTB.

sumber: data ojk
sumber: data ojk

Dalam konteks pertumbuhan sektor pasar modal, OJK telah mengeluarkan serangkaian peraturan, antara lain;

  • Peraturan OJK Nomor 31/POJK.04/2018 tentang Perizinan Wakil Manajer Investasi,
  • Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2019 tentang Perizinan Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana, dan
  • Peraturan OJK Nomor 20/POJK.04/2018 tentang Perizinan Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek.
  • Peraturan OJK Nomor 22/POJK.04/2016 tentang Segmentasi Perizinan Wakil Perantara Pedagang Efek

Ketua Umum PROPAMI, NS Aji Martono, memberikan komentar mengenai perkembangan ini, menyatakan bahwa perizinan bagi pelaku pasar modal adalah langkah krusial untuk memastikan integritas pasar modal dan memberikan kepastian hukum serta perlindungan kepada investor.

OJK menekankan pentingnya perizinan bagi berbagai peran dalam pasar modal, seperti WMI (Wakil Manajer Investasi), WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana), dan WPPE (Wakil Penjamin Emisi Efek).

Pemegang izin harus memenuhi persyaratan ketat, termasuk sertifikasi keahlian dan menjaga integritas moral.

Selain itu, pemegang izin diwajibkan bekerja pada lembaga keuangan di Indonesia dan tidak boleh bekerja pada lebih dari satu Perusahaan Efek atau lembaga jasa keuangan lainnya.

Semua aktivitas kerja harus dilaporkan kepada OJK.

OJK menyediakan platform, yaitu Sprint (Sistem Perizinan Orang Perseorangan), sebagai sarana utama untuk mengajukan izin baru atau memperpanjang izin.

Tutorial di YouTube OJK juga diberikan untuk memudahkan proses perizinan.

Pentingnya pemenuhan kewajiban perizinan menjadi kunci utama dalam memastikan integritas dan keamanan di sektor pasar modal Indonesia.

Komitmen pemegang izin untuk mematuhi peraturan perundang-undangan menjadi landasan penting untuk menjaga kredibilitas pasar modal di mata investor.

Aturan yang ketat diharapkan akan memperkuat dan mengembangkan pasar modal Indonesia ke depan.

Pasar Modal Indonesia: Meningkatkan Kompetensi Asesor dengan Pelatihan

IDPOST.CO.ID – LSP Pasar Modal menggelar Pelatihan asesor kompetensi di Hotel Amarossa Antasari, Jakarta yang dibuka pada hari Senin, 16 Oktober 2023 hingga Jumat, 20 Oktober 2023, Jakarta, (16/10/23).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para calon asesor yang berperan penting dalam mengawasi dan menilai kompetensi individu yang terlibat dalam industri pasar modal.

Pelatihan tersebut merupakan langkah strategis yang diambil oleh LSP Pasar Modal dalam rangka mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional di sektor pasar modal Indonesia.

Dalam era yang semakin kompetitif, kualitas asesor yang kompeten menjadi hal yang sangat vital dalam memastikan bahwa para pelaku pasar modal memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pasar global.

Pelatihan ini diikuti oleh para praktisi industri, dan anggota PROPAMI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Aceh, Medan, Bandung, Jogja, Surabaya, Malang, Makasar dan Pontianak.

Mereka membahas berbagai isu terkini seputar kompetensi dan asesment yang mempengaruhi industri pasar modal dan berbagi pengalaman serta pengetahuan mereka dalam memahami berbagai kegiatan sertifikasi di pasar modal.

Pelatihan yang dihadiri oleh Ketua LSP Pasar Modal Haryajid Ramelan serta Pengurus PROPAMI, Komisioner BNSP, dan Master Asesor Kompetensi.

Dalam sambutannya, Ketua PROPAMI, NS Aji Martono menyatakan, “Pelatihan ini merupakan bagian integral dari upaya PROPAMI untuk menjaga kualitas dan integritas pasar modal Indonesia.

Para asesor yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terkini akan membantu memastikan bahwa praktisi pasar modal di Indonesia memenuhi standar dan kompetensi yang baik dan teruji.”

Pelatihan asesor kompetensi LSP Pasar Modal ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif dalam mengangkat profesionalisme, kompetensi dan transparansi di pasar modal Indonesia.

Ini sejalan dengan visi PROPAMI untuk menjadikan pasar modal Indonesia sebagai salah satu Industri yang nenjanjikan serta mampu mewujudkan potensi Sumber Daya Manusia yang unggul dan dapat diterima industri sesuai dengan kompetensinya.

Dalam satu era di mana pasar modal semakin menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, upaya seperti pelatihan asesor kompetensi ini menjadi penting dalam memastikan bahwa industri ini beroperasi dengan standar tinggi dan memberikan manfaat maksimal bagi semua pemangku kepentingan.

Harapan pelatihan ini membantu menciptakan sumber daya manusia yang unggul dibidang pasar modal, sehingga industri keuangan pada umumnya serta pasar modal khususnya menjadi lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

PROPAMI Sukses Menggelar RUA, RUALB, dan Pemilihan Ketua Umum

IDPOST.ID – Dunia pasar modal Indonesia memasuki babak baru pada Sabtu, 29 September 2023, dengan dua peristiwa besar yang digelar oleh Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI).

Bertempat di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, PROPAMI menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) dan Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB).

Fokus utama acara ini adalah pertanggungjawaban pengurus PROPAMI periode 2020 – 2023 terkait program dan kondisi keuangan selama periode sebelumnya.

Selain itu, pemilihan Ketua Umum untuk masa jabatan 2023 hingga 2026 juga menjadi agenda krusial.

Keunikan acara ini terletak pada partisipasi yang luas, baik secara langsung di Hotel Mercure Convention Center Ancol maupun melalui siaran langsung (live streaming) di platform Zoom dan YouTube.

Hal ini memberikan fleksibilitas bagi anggota PROPAMI untuk berpartisipasi sesuai preferensi masing-masing.

Hasil pemilihan telah diumumkan, mengukuhkan NS Aji Martono sebagai Ketua Umum terpilih PROPAMI periode 2023 hingga 2026.

Keputusan ini mencerminkan kepercayaan anggota terhadap kepemimpinan yang diharapkan akan membimbing organisasi ke masa depan yang lebih cerah.

Boris Sirait, Ketua Panitia pelaksana acara, menegaskan komitmennya untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan acara RUA dan RUALB PROPAMI 2023.

Sementara itu, Lydia Trivelly Azhar, dewan pengawas PROPAMI, turut berperan dalam memastikan transparansi dan keberlanjutan dalam pengawasan seluruh kegiatan organisasi.

Dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua Umum PROPAMI, Aji menekankan pentingnya Kaderisasi dalam memperkuat fungsi kerja organisasi, terutama dewan pimpinan wilayah, serta membangun kolaborasi dengan para stakeholder terkait, terutama OJK.

Rapat Umum Anggota dan Rapat Umum Anggota Luar Biasa tahun ini dipercaya menjadi tonggak penting dalam perjalanan PROPAMI menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

RUA RUALB PROPAMI 2023, dihadiri oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) seluruh Indonesia, antara lain DPW Aceh Raya, DPW Medan Raya, DPW Padang Raya, DPW Bandung Raya, DPW Semarang Raya, DPW Jogja Solo (Joglo) Raya, DPW Malang Raya, DPW BaliNusa Raya, DPW Pontianak Raya, dan DPW Makasar Raya, sepakat dan menerima laporan pertanggungjawaban (LPJ) serta laporan keuangan periode 2020 hingga 2023.

Antusiasme anggota PROPAMI dalam pelaksanaan RUA dan RUALB terlihat dari langkah-langkah signifikan yang diambil untuk memperkuat organisasi ini, yang akan terus berkontribusi bagi Industri Pasar Modal khususnya dan industri keuangan Indonesia pada umumnya.

Tentang PROPAMI

Mengacu pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 27/POJK.04/2016 dan Surat Edaran OJK Nomor 45/SEOJK.04/2016, yang mewajibkan asosiasi Wakil Perusahaan Efek untuk mengajukan dan mendapatkan pengakuan dari OJK, APPMI saat itu juga wajib disahkan sebagai badan hukum oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Pengesahan APPMI sebagai badan hukum kemudian diterbitkan melalui Surat Pengesahan KEMENKUMHAM No. AHU-0011995.AH.01 Tanggal 10 Agustus 2017, yang mengubah kata asosiasi menjadi perkumpulan, menjadikan nama APPMI berubah menjadi Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia, disingkat PROPAMI.

Pengakuan dari OJK kepada PROPAMI akhirnya diterima melalui Surat Pengakuan OJK Nomor 68/D.04/2017 Tanggal 29 Desember 2017.

PROPAMI, AAEI, dan LSP PM: Menguatkan Dasar Pasar Modal Melalui Pencerahan Global

SINGAPORE, IDPOST.CO.ID – Suasana hangat penuh semangat menyelimuti acara istimewa di industri pasar modal Indonesia. Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI), Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), dan Lembaga Sertifikasi Profesi – Pasar Modal (LSP PM) bersatu dalam langkah kolaboratif yang luar biasa, menghadirkan sebuah acara capacity building yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan para pelaku pasar modal di dalam negeri.

Kegiatan ini menjadi sorotan saat jajaran acara ini direncanakan akan berlangsung di Singapura dan Malaysia, pada tanggal 24-26 Agustus 2023. Para peserta yang turut hadir meliputi para asesor kompetensi di LSP PM, pemegang sertifikat kompetensi, para tenaga ahli, akademisi, profesional, serta perwakilan asosiasi. Mereka akan berkumpul di Bursa Saham Singapura untuk mendalami dengan lebih mendalam dinamika terkini yang menjadi penggerak salah satu pasar modal global.

Dalam era perkembangan cepat dan transformasi dalam industri pasar modal, para profesionalnya dituntut untuk terus memperbaharui keterampilan dan pengetahuan mereka. Inilah latar belakang yang mendasari PROPAMI, AAEI, dan LSP PM untuk secara tegas memahami pentingnya mempersiapkan para pelaku pasar modal agar mampu menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

David Sutyanto, Ketua Umum AAEI, menegaskan, “Di tengah perubahan cepat di dunia keuangan, pemahaman yang mendalam dan peningkatan kualifikasi menjadi kunci keberhasilan di dalam dunia pasar modal. Komitmen kami adalah menyediakan panggung terbaik bagi para pelaku pasar modal untuk meningkatkan pemahaman serta membangun jaringan yang kokoh.”

Seri acara capacity building ini akan mencakup berbagai sesi diskusi dan pelatihan yang mendalami berbagai aspek krusial dalam pasar modal. Dimulai dari regulasi hingga inovasi teknologi keuangan, para peserta akan diberikan pandangan yang lebih dalam mengenai dinamika yang mempengaruhi dunia finansial secara global.

NS Aji Martono, Ketua Umum PROPAMI, menambahkan, “Upaya kami tidak hanya terfokus pada peningkatan kualifikasi para pelaku pasar modal, melainkan juga membangkitkan kerja sama dan pertukaran ide yang mendorong pertumbuhan serta inovasi dalam industri ini.”

Acara ini memiliki dimensi lebih dari sekadar kesempatan untuk mendalami dunia pasar modal; ini juga menjadi platform untuk memperkuat jaringan lintas negara. Kehadiran peserta dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia menciptakan kesempatan kerja sama yang lebih erat, yang akan mempercepat perkembangan pasar modal dalam skala regional.

Haryajid, Ketua LSP PM, menekankan, “Sebagai lembaga yang menempatkan peningkatan kapabilitas profesional di pasar modal sebagai prioritas, kami dengan bangga terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. Harapan kami, para peserta akan kembali dengan pengetahuan berharga yang dapat mendorong standar industri menuju tingkat yang lebih tinggi di masa depan.”

Dalam menghadapi tantangan global dan perubahan yang berkelanjutan, acara capacity building seperti ini menjadi fondasi penting untuk membangun landasan yang kokoh dalam pertumbuhan pasar modal. Dengan melibatkan para ahli dan praktisi terkemuka, diharapkan acara ini akan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi ekonomi dan industri Indonesia.

Tak dapat disangkal, kolaborasi yang kuat antara PROPAMI, AAEI, dan LSP PM adalah bukti nyata dari tekad mereka untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dalam pasar modal Indonesia. Acara capacity building ini menjadi tonggak penting dalam persiapan para pelaku pasar modal menghadapi tantangan serta peluang di masa depan yang kian kompleks.

PROPAMI: Merajut Kolaborasi untuk Kemajuan Pasar Modal Indonesia

JAKARTA, IDPOST.CO.ID Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) telah menciptakan sejarah yang penuh inspirasi bagi pertumbuhan industri pasar modal Indonesia. Saat merayakan ulang tahun ke-13 pada tanggal 9 Agustus 2023, perayaan ini diadakan dengan sederhana dan dihadiri oleh seluruh pengurus, dewan pengawas, komite kehormatan dan etik, serta komite standar profesi. Acara dimulai oleh NS. Aji Martono, Ketua Umum, dan diikuti oleh doa bersama yang dipimpin oleh Ketua keanggotaan, Ali Hanafiah.

Didirikan pada tahun 2010, PROPAMI awalnya bertujuan menjadi wadah bagi pemegang lisensi WPPE/WPPEP/WPPEPT & WPEE. Namun, seiring berjalannya waktu, PROPAMI berkembang menjadi wadah yang mendukung para pelaku di sektor pasar modal dan industri keuangan pada umumnya. Mereka telah membawa semangat kemajuan dan kontribusi untuk anggota dan perkembangan pasar modal Indonesia.

Sejarah pasar modal Indonesia telah melalui berbagai perubahan dinamis, terutama setelah munculnya deregulasi ekonomi melalui Pakto 88. Bapepam (kini OJK) memainkan peran penting dalam menyusun rangkaian peraturan baru, termasuk perizinan bagi pelaku perdagangan, yang dikenal sebagai pialang efek. Dalam perkembangannya, pialang efek dan Bursa Efek Jakarta membentuk Ikatan Pialang Efek Jakarta (IPEJ), yang kemudian mengalami transformasi menjadi Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) pada tahun 2000.

Bapepam tidak hanya terlibat dalam mengatur peraturan, tetapi juga memperkenalkan izin bagi individu dalam tiga bidang pasar modal pada awal tahun 1990-an. Izin-izin tersebut meliputi wakil perantara pedagang Efek (WPPE), wakil penjamin emisi efek (WPEE), dan wakil manager investasi (WMI). Inisiatif ini menghasilkan berbagai asosiasi profesi, seperti Asosiasi Wakil Perantara Pedagang Efek Indonesia (AWP2EI), Asosiasi Wakil Penjamin Emisi Efek Indonesia (AWPEEI), dan Asosiasi Wakil Manajer Investasi Indonesia (AWMII), yang bertujuan untuk memajukan dan mengatur praktik profesional di industri pasar modal.

Tahun 2009 menjadi momen penting dalam kolaborasi untuk memperkuat pengawasan. Pada 3 Januari, empat asosiasi besar yang berfokus pada pasar modal (AWPE2EI, AWPEEI, AWMII, dan IPEI) sepakat untuk berkerjasama melalui sebuah Nota Kesepahaman (MOU). Langkah ini menandai upaya bersama dalam menyatukan visi, misi, dan tujuan di antara pemangku kepentingan pasar modal.

Perjalanan menuju pembentukan Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) melibatkan tahapan krusial. Pada 10 November 2009, nota kesepahaman tersebut mendapat dukungan lebih lanjut melalui pertemuan di Bursa Efek Indonesia, dihadiri oleh 115 orang termasuk perwakilan pejabat dari Bapepam-LK. Pertemuan ini menjadi awal perjalanan menuju pembentukan kepengurusan Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia (APPMI), yang resmi disahkan melalui Rapat Umum Anggota (RUA) pada 8 November 2010, dengan Abi Hurairah Mochdie terpilih sebagai Ketua Umum. Transformasi ini juga disertai dengan perubahan nama asosiasi menjadi “Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia” pada 9 Agustus 2017, mengikuti pengakuan sebagai organisasi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pentingnya pencapaian PROPAMI termanifestasi pada tanggal 29 Desember 2017, ketika Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUMHAM) serta OJK mengesahkan organisasi ini. Langkah ini membuktikan komitmen dan keseriusan PROPAMI dalam memainkan peran utama dalam mengembangkan profesi di industri pasar modal Indonesia.

Dengan sejarah yang kaya dan komitmen yang kokoh, PROPAMI terus bergerak maju sebagai penggerak utama dalam memajukan pasar modal Indonesia. Melalui berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, pelatihan, Program Pendidikan Lanjutan (PPL), dan sertifikasi, PROPAMI membuktikan perannya dalam membentuk profesionalisme yang lebih baik di tengah dinamika dan kompleksitas pasar modal. Sebagai penghubung antara pelaku pasar, pemerintah, dan masyarakat, PROPAMI terus memberikan kontribusi berharga bagi perkembangan ekonomi dan kesejahteraan bangsa.

Para tokoh terkemuka mengungkapkan pandangan mereka terhadap PROPAMI. Kepala Badan Pelaksana, Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia, Fadlul Imansyah, menyatakan, “Selamat ulang tahun untuk Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia atau PROPAMI yang ke-13. Teruslah menjadi organisasi profesi pasar modal yang berintegritas, etis, dan dihormati, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk mendorong perkembangan pasar modal Indonesia. Semoga dalam 13 tahun mendatang, PROPAMI dapat terus meningkatkan peranannya dalam memberikan pemahaman tentang pasar modal Indonesia, membantu melatih lebih banyak profesional di sektor ini, dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki pemahaman investasi yang lebih baik.”

Afriansyah Noor, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, juga mengucapkan selamat, “Selamat ulang tahun untuk Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia atau yang akrab disapa PROPAMI, yang kini genap berusia 13 tahun. Semoga di tahun yang ke-13 ini, PROPAMI semakin teguh sebagai organisasi profesi pasar modal yang memiliki integritas, etika, dan reputasi yang terhormat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Teruslah meraih kesuksesan, PROPAMI, dan mari bersama-sama mendorong pemahaman investasi di Indonesia.”

Juga, Prof. Budi Frensidy, Dosen Universitas Indonesia dan Penulis Kolumnis yang aktif di berbagai media, menyampaikan selamat: “Ucapan selamat ulang tahun untuk PROPAMI yang kini berusia 13 tahun. Teruslah maju untuk kejayaan pasar modal Indonesia! Semangat PROPAMI!”

Dukungan dan ucapan selamat dari tokoh-tokoh ini memberikan dorongan bagi semangat PROPAMI untuk terus berjalan menuju kesuksesan dalam membentuk profesi yang berkualitas dan beretika di pasar modal Indonesia.

Teruslah berkarya, PROPAMI. Tantangan dan peluang di Industri Pasar Modal Indonesia masih luas, terutama dengan disahkannya UU P2SK yang memberikan peluang PROPAMI untuk berperan lebih besar lagi.

Selamat Ulang Tahun yang ke-13, PROPAMI. Semoga tetap menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi anggotanya. Salam PROPAMI – Salam Sukses Bersama.