DPP PSI Rekomendasikan Rini Syarifah dan Abdul Ghoni untuk Pilkada Blitar 2024

IDPOST.CO.ID – Bupati petahana Rini Syarifah mendapatkan rekomendasi dari DPP PSI untuk kembali maju sebagai Calon Bupati Blitar dalam Pilkada Blitar 2024.

Penyerahan rekomendasi pasangan Rini Syarifah dan Abdul Ghoni tersebut bebarangan dengan penyerahan rekomendasi untuk pasangan calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Blitar Muhammad Rifa’i mengatakan kalau pasanagan Rini Syarifah dan Abdul Ghoni sudah mengantongi rekom dari PSI.

“Dengan demikian Mak e atau Rini Syarifah dan Abdul Ghoni telah resmi menerima surat B1-KWK dari PSI,” katanya.

Adapun, B1-KWK adalah surat pernyataan dukungan dari partai politik yang menyatakan dukungan resmi mereka kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati, gubernur dan wakil gubernur, atau wali kota dan wakil wali kota.

Selain itu, Rifai juga mengatakan setelah mendapat rekomendasi dari PSI, pihaknya juga akan mendapat 2 rekomendasi lagi.

“Insya Allah nanti malam kami juga akan menerima rekomendasi dari Golkar dan PKS untuk mengusung Rini Syarifah dan Abdul Ghoni di Pilkada 2024,” tuturnya.

Survei Indikator Sebut Kaesang Pangarep Unggul di Pilkada Jateng 2024

IDPOST.CO.ID – Elektabilitas Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep di Pilkada Jateng 2024 menunjukan trend positif.

Pasalnya, anak Presiden Jokowi itu menduduki puncak atau yang paling unggul dari pada nama-nama lainya.

Hal tersebut bedasarkan hasil survei terbaru oleh Indikator Politik Indonesia dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) jelang Pilkada Jateng 2024.

Dari survei tersebut, Kaesang unggul dalam berbagai simulasi, mulai dari 20 nama calon hingga simulasi delapan nama.

Burhanuddin Muhtadi dari Indikator Politik Indonesia menjelaskan bahwa Kaesang memperoleh elektabilitas 17,7 persen dalam simulasi semi terbuka 20 nama, mengungguli Kapolda Jateng Ahmad Luthfi yang meraih 15,6 persen.

Eks Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen berada di posisi ketiga dengan 12,8 persen, diikuti oleh politisi PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul dengan 6 persen.

Pada simulasi 10 nama, Kaesang juga memimpin dengan 22,8 persen, diikuti oleh Ahmad Luthfi dengan 18,7 persen dan Taj Yasin dengan 12,7 persen. Dalam simulasi delapan nama, Kaesang tetap di posisi teratas dengan 23,8 persen, disusul oleh Ahmad Luthfi (19,2 persen) dan Taj Yasin (15,4 persen).

Simak video lengkapya!

PSI dan Kaesang Effect, Gebrakan Politik atau Manipulasi Data?

IDPOST.CO.IDPartai Solidaritas Indonesia (PSI) telah menjadi sorotan publik akhir-akhir ini setelah perolehan suaranya yang signifikan menarik perhatian.

Data resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan bahwa suara PSI terus meningkat, mencapai 3,13 persen atau sebanyak 2.403.013 suara pada Minggu (3/3/2024).

Banyak yang bertanya-tanya bagaimana partai ini, yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep, mampu meningkatkan perolehan suaranya dari 2% menjadi 3% hanya dalam waktu 30 jam.

Sebagian orang bahkan menduga adanya upaya untuk meningkatkan suara PSI, terutama karena partai ini dipimpin oleh putra bungsu Presiden Jokowi.

Terdapat juga indikasi kejanggalan dalam lonjakan suara PSI hingga awal Maret, seperti yang disampaikan oleh seorang netizen melalui akun @overgassedmk12 di Twitter.

Contohnya, di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), data yang tertera di situs KPU tidak selaras dengan dokumen C yang diunggah. Misalnya, di TPS 020, Wonosari, Gunungkidul, DIY, KPU mencatat PSI mendapatkan 31 suara, tetapi dokumen C menunjukkan hanya 5 suara.

Kejanggalan serupa terjadi di TPS lain, seperti di Kalibawang, Banjararum, Kulon Progo, Yogyakarta, di mana KPU mencatat PSI mendapatkan 12 suara, sementara dokumen C menunjukkan hanya 2 suara.

Namun, kejanggalan terbesar terjadi di TPS 020, Bendungan, Wates, Kulon Progo, DIY, di mana suara PSI yang awalnya hanya 1 suara, tiba-tiba mencapai 33 suara menurut data KPU.

Meskipun demikian, PSI tetap merasa bangga dengan lonjakan suaranya yang berhasil melewati angka 3%. Melalui unggahan di Twitter, mereka menyebutnya sebagai “Kaesang Effect” dan melihatnya sebagai gebrakan baru dalam politik Indonesia.

“Butuh gebrakan baru dalam politik Indonesia dan Mas Ketum Kaesang menjadi representasi gebrakan baru tersebut,” tulis PSI melalui akun media sosial resminya pada 1 Maret 2024.

Ketua DPP Perindo Soroti Kejanggalan Suara PSI

IDPOST.CO.ID – Ketua DPP Perindo bidang Digital dan Ekonomi Kreatif, Michael Victor Sianipar, menyoroti fenomena ledakan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tengah ramai dibicarakan di media sosial dalam perhitungan Sirekap.

Menurutnya, kejanggalan tersebut berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap integritas pemilu, sehingga ia menekankan perlunya penyelidikan yang mendalam.

“Sangatlah mudah untuk menanggapi isu keanehan ini. Cukuplah dengan membuka data historis Sirekap. Jejak digital tidak mungkin menipu. Ledakan suara yang terjadi bisa ditelusuri hingga ke TPS masing-masing, untuk memastikan apakah hal tersebut wajar atau malah merupakan kesalahan input data,” ungkapnya dalam pernyataan tertulis, pada Minggu (3/3/2024).

Michael menyatakan bahwa penyelidikan dapat dilakukan dengan mudah melalui analisis data historis.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jika terbukti ada upaya sistematis untuk meningkatkan suara bagi partai tertentu melalui manipulasi data, hal tersebut dapat digolongkan sebagai tindak pidana pemilu dan tindak pidana korupsi.

“Jenis korupsi yang paling berbahaya adalah korupsi suara, karena suara merupakan amanah dari rakyat. Saya berharap penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum dapat menjaga integritas pemilu dari korupsi suara, yang juga merupakan tindak pidana yang serius,” ujarnya.

Mantan Ketua DPW PSI Jakarta ini juga menyatakan kemungkinan adanya indikasi penyalahgunaan dengan melakukan pengarahan khusus.

“Jika ada yang berani memanipulasi korupsi suara, kita juga harus mengungkap siapa yang bertanggung jawab, serta apakah terdapat peran uang di dalamnya,” tambah Michael.

Oleh karena itu, ia mendorong agar masyarakat terus mengawasi proses rekapitulasi suara yang sedang berlangsung di seluruh Indonesia.

Terutama saat ini, di mana rekapitulasi manual masih berlangsung di tingkat Kecamatan dan Kota/Kabupaten.

“Menjaga proses penghitungan suara adalah tanggung jawab bersama. Saya mengajak semua masyarakat untuk mengawasi proses rekapitulasi suara secara manual maupun digital melalui aplikasi KPU. Mari kita bersama-sama menjaga demokrasi dan suara kita,” tegasnya.

Dampak Lonjakan Suara PSI, Anies Baswedan: Kecurangan Pemilu Bisa Merusak Integritas Demokrasi

IDPOST.CO.ID – Calon Presiden Anies Baswedan mengungkapkan kekhawatirannya terkait dugaan kecurangan yang menyebabkan lonjakan tajam suara PSI dalam beberapa hari terakhir. Anies menegaskan pentingnya pemerintah bertanggung jawab atas hal ini.

“Mari kita pastikan bahwa peristiwa-peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi dan tidak luput dari pengawasan,” kata Anies kepada media.

Anies menyatakan bahwa dugaan penyelewengan seperti ini bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu.

“Ketika kejadian semacam ini terjadi, itu mengancam kepercayaan publik terhadap integritas pemilu,” ujarnya.

Menurut Anies, kesalahan kecil dalam pemilu dapat mengancam seluruh proses demokrasi.

“Kita tidak boleh mengabaikan kesalahan kecil karena bisa merusak keseluruhan proses pemilu. Pemerintah juga harus bertanggung jawab,” tambah Anies, yang juga berharap agar partai yang dipimpin oleh anak Presiden diperhatikan lebih ketat.

“Walaupun partai tersebut dipimpin oleh anak Presiden, pengawasan harus lebih ketat. Kita harus proaktif dan mengambil langkah-langkah yang tepat,” ucap Anies.

Dia juga mengimbau masyarakat dan media untuk terus mengawasi proses pemilu dan memastikan keberlangsungannya dengan baik.

“Saya berharap agar teman-teman media dan masyarakat terus memantau dan melaporkan setiap indikasi pelanggaran. Pemilu harus menjadi kebanggaan kita, bukan hal yang memalukan,” tegasnya.

Anies menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam proses pemilu, karena menurutnya, kecurangan terbesar adalah kurangnya transparansi.

PPP Siap Bawa Kasus Kecurangan Pemilu ke Hadapan Hak Angket

IDPOST.CO.ID – Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, menyatakan bahwa PPP bersiap untuk mengangkat isu ini sebagai materi hak angket.

PPP akan menekan untuk memanggil semua aparat negara yang terlibat, termasuk KPPS, PPS, PPK, KPUD, KPU, Bawaslu, dan semua perangkat terkait.

“Kemungkinan besar kami juga akan memanggil aparat negara lainnya. Terkait laporan kecurangan yang telah disampaikan kepada Bawaslu, akan kami proses sesuai mekanisme yang berlaku.”

“Secara politis, DPR akan bertindak cepat dan melakukan langkah-langkah melalui hak angket untuk menghentikan tindakan-tindakan kecurangan dalam Pemilu semacam ini!” ujar Romy.

PPP juga secara terbuka menyerukan kepada penyelenggara Pemilu, terutama KPU di semua tingkatan, untuk segera menghentikan operasi yang tidak jujur tersebut.

“Dalam waktu 1×24 jam, perlu dilakukan penyesuaian input perolehan suara PSI ke angka yang sebenarnya. Harap diingat bahwa setiap tindakan manipulasi hasil Pemilu merupakan pelanggaran hukum. Melindungi setiap suara rakyat adalah kunci untuk menjaga demokrasi yang berintegritas di Indonesia!” tambahnya.

Romahurmuziy Bocorkan Operasi Pemenangan PSI, Pelanggaran Pemilu atau Strategi Politik?

IDPOST.CO.ID – Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan, M Romahurmuziy bocorkan strategi PSI.

Romy mengungkapkan operasi untuk meloloskan PSI ke Senayan setelah pencoblosan berlangsung.

“Ini ledakan tak wajar suara @psi_id yang monitoringnya saya cuplik salah satunya dari yang beredar di media sosial,” tulis pria yang akrab disapa Rommy itu di aku Instagram-nya seperti dilihat Minggu (3/3/2024).

Ia memandang perolehan suara PSI yang naik signifikan itu tidak masuk akal. Sebab, hanya diperoleh dari 110 TPS.

“19 ribu suara dari 110 TPS, berarti rata-rata 173 suara per TPS. Dengan suara per TPS hanya 300 suara, dan partisipasi pemilih rata-rata 75%, suara sah setiap TPS ini hanya 225 suara. Artinya, PSI menang 77% di 110 TPS itu. TIDAK MASUK AKAL!” tulis Romy.

Ia lantas meminta KPU dan Bawaslu menindaklanjuti lonjakan suara PSI tersebut.

“Saya dan @dpp.ppp mohon atensi dan tindak lanjut seksama dari @kpu_ri dan @bawasluri untuk tidak menutup mata dari penyimpangan ini!” tulisnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Tim Nasional Pemenangan (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Chico Hakim menyoroti turunnya suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menyusul naiknya suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menduga ada intervensi tertentu yang dilakukan.

Chico mengatakan selama ini PPP selalu memperoleh hasil pemilu di atas hasil survei lantaran sebaran pemilih di kantong-kantong Islam seluruh Indonesia secara merata dibandingkan PKB yg terkonsentrasi di Jawa Timur. Hal itu, kaya Chico, terbukti dari penghitungan suara sebelum hari-hari ini, di mana PPP memperoleh suara di atas 4 persen.

“Namun seperti kita sudah ketahui bahwa pemilu ini sarat dengan dugaan intervensi brutal dari kekuasaan yang diduga melibatkan ASN, TNI-Polri dan penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) sejak awal masa kampanye bahkan sebelum,” kata Chico kepada wartawan, Minggu (3/3/2024).

Ia berujar kenaikan suara PSI secara signifikan, serta penurunan suara PPP semakin menegaskan bahwa ada penggelembungan suara dengan mengambil suara dari partai lain.

“Bila ini terus terjadi hingga akhir penghitungan suara, maka masyarakat akan menilai Presiden Jokowi sebagai presiden yang menghilangkan sejarah Partai Ka’bah (karena mendukung Ganjar–Mahfud) dari Indonesia akibat dukungannya ke PSI,” ujar Chico.

Ie menegaskan rekayasa penggelembungan suara PSI harus ditolak. Sebab, kata dia, sejak awal diduga PSI seharusnya tidak lolos sebagai peserta pemilu.

“Hanya karena campur tangan kekuasaan lah yang membuat PSI lolos,” kata Chico.

Romahurmuziy Ungkap Rahasia Operasi Pemenangan PSI

IDPOST.CO.ID – Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan, M Romahurmuziy, mengungkapkan informasi terkait upaya memenangkan Partai Solidaritas (PSI) agar dapat lolos ke Senayan dengan perolehan suara di atas ambang batas parlemen, yaitu 4 persen.

Romahurmuziy, atau yang akrab disapa Romy, menyatakan bahwa sebelum Pemilu, dia telah mendengar tentang operasi pemenangan PSI yang dilakukan oleh aparat.

“Dengan menargetkan penyelenggara Pemilu daerah agar PSI memperoleh 50 ribu suara di setiap kabupaten/kota di Jawa, dan 20 ribu suara di setiap kabupaten/kota di luar Jawa,” ujar Romy dalam keterangannya, pada Minggu (3/3/2024).

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Romy mengungkapkan bahwa operasi tersebut dilakukan dengan menggunakan dan membiayai jejaring ormas kepemudaan tertentu yang pernah dipimpin oleh salah seorang menteri.

Jejaring ormas tersebut digunakan untuk melakukan mobilisasi suara PSI dengan mencoblos gambar.

“Setidaknya itulah yang saya dengar dari salah satu aktivisnya yang diberikan pembiayaan langsung oleh aparat sebelum Pemilu,” ungkap Romy.

Namun, seiring berjalannya waktu, operasi tersebut ternyata tidak berjalan dengan lancar. Hal ini terlihat dari perolehan suara PSI berdasarkan quick count (QC) yang jauh di bawah harapan untuk lolos parliamentary threshold (PT).

Romy menyatakan bahwa akurasi QC menurut pimpinan lembaga survei senior adalah plus-minus 1 persen. Oleh karena itu, untuk lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen, diperlukan angka QC lebih dari 3 persen.

“Dengan kata lain, jika sebuah partai mendapat QC 3 persen, dalam real count, dia dapat dibenarkan jika mendapat 4 persen, atau sebaliknya. Namun, angka di seluruh lembaga survei menunjukkan bahwa quick count PSI tertinggi kurang dari 2,95 persen,” jelas Romy.