Ramadan Penuh Berkah: Brigade Joxzin Korwil Purworejo Bagikan Takjil

IDPOST.CO.ID – Dalam semangat bulan suci Ramadan, Brigade Joxzin Korwil Purworejo melakukan kegiatan berbagi takjil yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat ikatan antar anggota.

Kegiatan ini berlangsung di perempatan lampu merah depan Bank Jateng Kabupaten Purworejo, pada Jumat, 21 Maret 2025.

Komandan Brigade Joxzin, Kelik Suharyanto, menjelaskan, tiga ratus bungkus takjil yang dibagikan merupakan hasil iuran anggota.

Ini menunjukkan bahwa kegiatan berbagi ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap sesama, yang sangat penting dalam menjalani kehidupan sosial.

Mendorong Solidaritas

Kelik menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan bekerja sama dalam membantu masyarakat.

Dengan berbagi takjil, diharapkan anggota Brigade Joxzin dapat menumbuhkan rasa empati yang lebih dalam, serta semakin kompak dalam menjalankan misi sosial mereka.

Kegiatan ini, menurut Kelik, diharapkan dapat terus dilakukan setiap tahun. Ia percaya bahwa inisiatif ini akan membawa berkah dan mempererat hubungan antar anggota Brigade Joxzin, sehingga dapat terus berkontribusi bagi masyarakat.

Dukungan dari Masyarakat

Anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Fero Setiasono, juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

Ia melihat bahwa kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga menjalin komunikasi dan kebersamaan antar anggota dan masyarakat.

Pesan untuk Masa Depan

Soni, sapaan akrab Fero, memberikan pesan kepada seluruh anggota Brigade Joxzin untuk tetap menjaga silaturahmi dan kekompakan.

Ia menekankan pentingnya menghilangkan ego pribadi demi kepentingan organisasi, agar Brigade Joxzin dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Fraksi PPP Minta Penundaan Pembangunan Hotel Ganesha Purworejo demi Kesejahteraan Rakyat

IDPOST.CO.ID – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Purworejo, Kyai Tawabi, menekankan pentingnya agar proses pembangunan fisik Hotel Ganesha tidak mengganggu program-program pemerintah daerah yang lain.

“Jika pemerintah daerah menghadapi masalah anggaran karena penghematan belanja, atau jika ada program kesejahteraan masyarakat yang lebih mendesak, sebaiknya pembangunan Hotel Ganesha ditunda terlebih dahulu,” ungkap Kyai Tawabi saat dihubungi pada Senin (03/03/2025).

Dia juga menambahkan bahwa penghematan anggaran harus dilihat sebagai kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi seberapa besar dampak anggaran yang ada terhadap masyarakat. Menurutnya, tidak seharusnya anggaran digunakan untuk proyek yang kurang prioritas.

“Jangan sampai kelanjutan pembangunan Hotel Ganesha menghalangi program-program pemerintah lainnya. Dampak positif dari hotel ini tidak akan langsung terlihat dan memerlukan waktu serta proses. Oleh karena itu, pembangunan Hotel Ganesha seharusnya tidak dilakukan secara terburu-buru,” jelasnya.

Kyai Tawabi menjelaskan bahwa untuk tahun 2025, pembangunan Hotel Ganesha sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp6 Miliar untuk fisik dan Rp5 Miliar untuk interior.

“Apabila saat ini pemerintah daerah mengalami kesulitan anggaran dan masih memiliki program kesejahteraan rakyat yang lebih mendesak, lebih baik pembangunan Hotel Ganesha ditunda. Tujuan utama dari pembangunan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Fraksi PPP juga memberikan dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025, yang mengarah pada efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD untuk tahun 2025.

“Jika rencana untuk melanjutkan pembangunan Hotel Ganesha tetap dipaksakan, dampaknya tidak hanya akan berpengaruh pada aspek finansial, tetapi juga pada aspek kemanusiaan,” tambahnya.

Kyai Tawabi berharap bahwa kelanjutan pembangunan Hotel Ganesha dapat ditunda untuk menyelaraskan dengan program-program dari pemerintah pusat.

“Fraksi PPP berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan empat program utama, yaitu pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan ketahanan pangan. Kami hanya dapat meminta kepada pemerintah daerah untuk menunda kelanjutan pembangunan Hotel Ganesha, sesuai dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 dan untuk mendukung program pusat dari Presiden,” tutupnya.

Dilarang Liput Longsor di Mini Zoo Purworejo, Hp dan Motor Milik Wartawan Ditahan, Diduga Perintah Dinas

IDPOST.CO.ID – Pihak keamanan Mini Zoo Purworejo diduga menghalang-halangi tugas wartawan KLIKINDONESIA.CO.ID.

Penghalang-halangan tersebut terjadi saat Agus meliput longsor yang terjadi di salah satu area Mini Zoo.

Dari pengakuan Agus ia menyebut kalau selain merebut handphonenya, pihak keamanan juga sempat menahan kendaraan pribadinya.

“Hp saya diminta dengan membentak. Bahkan tubuh saya didorong-dorong lalu motor saya diduduki dan ditahan paksa,” katanya.

Agus menyebut pihak keamanan mengatakan kalo mau ambil foto harus ada izin dari Dinas terlebih dahulu.

“Harus seizin Dinas,” tirunya.

Sementara Kepala Dinas Kepemudaan dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa saat dikonfirmasi membantah kalau pelarangan peliputan dilakukan pihaknya.

“Dari dinas tidak ada arahan, banyak wartawan ambil foto bai-baik saja,” katanya.

Dikatakanya kalau penghalang-halangan diduga dilakukan atas inisiatif pihak keamanan,

“Mungkin inisiatif petugas di lapangan. Kalau dari kami tidak pernah melarang wartawan. Biasanya wartawan yang meliput menunjukan identitas saja,” katanya.

“Kami sudah tegur dan bina kemarin,” lanjutnya.

Perlu diketahui, menghalangi wartawan saat menjalankan tugasnya dapat dipidana. Hal itu tertuang di Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Diduga Disuruh Dinas, Satpam Mini Zoo Purworejo Tahan Motor dan Rebut Ponsel Jurnalis KlikIndonesia

PURWOREJO – Jurnalis media KLIKINDONESIA.CO.ID Agus Sulistya mendapat perlakuan intimidasi dan pengusiran dari pihak keamanan Mini Zoo Purworejo.

Kejadian intimidasi tersebut dialami Agus saat ia menjalankan profesinya sebagai jurnalistik saat hendak melakukan peliputan.

Saat itu Agus mendapat kabar kalau Mini Zoo yang berlokasi di Jalan Purworejo-Magelang Kelurahan Keseneng, Kabupaten Purworejo mengalami longsor.

Saat sedang ambil foto dan video, tiba-tiba ia dihalangi oleh salah seorang oknum keamanan Min Zoo.

Dengan nada ketus oknum tersebut mengatakan kalo mau ambil foto harus ada izin dari Dinas terlebih dahulu.

Kepada Agus, oknum tersebut mengklaim kalau pihaknya sudah ditugasi Dinas untuk melarang siapapun mengambil foto Mini Zoo, termasuk awak media.

Kemudian, oknum tersebut merebut handphone milik Agus dan mengancam akan mencari keberadaannya jika nekat mengambil foto Mini Zoo.

“Saya sudah memperkenalkan diri dengan baik, saya tunjukkan kartu pers, tapi pihak keamanan tidak menghiraukan hal itu dan malah mengancam saya,” kata Agus.

Masih kata Agus, Satpam itu tidak peduli dengan awak media atau statusnya sebagai “pers atau pempers’.

“Bahkan tubuh saya didorong-dorong oleh Adi, membentak saya, lalu motor saya diduduki dan ditahan paksa,” imbuhnya

Beruntung pada saat saat itu ada teman media menelpon Agus tanya posisinya. Dijawab sedang di Mini Zoo dan motor ditahan oleh pengamanan.

“Setelah itu rupanya temen saya telfon Kadin Pariwisata dan kemudian Kadin Pariwisata meminta saya untuk merapat ke kantornya pada hari senin (6/1/2025),” terang Agus

Disinggung langkah yang akan ditempuh, Agus mengatakan kemungkinan besar bakal melaporkan insiden itu ke kepolisian.

“Secara pribadi saya sudah memaafkan pelaku pengusiran terhadap saya namun secara hukum karena itu menghalang-halangi tugas jurnalis dan oknum pengamanan itu menyatakan berani seperti karena di suruh oleh dinas pariwisata makanya saya akan berproses hukum,” tegasnya.

Napak Tilas Sejarah: Siswa SMAN 6 Purworejo Kenang Jasa Pahlawan

IDPOST.CO.ID – Sebanyak 53 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Purworejo, mengikuti napak tilas mengenang para pejuang atau pahlawan di Taman Makan Pahlawan Projo Handoko Loyo Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (26/10/2024).

Kegiatan tersebut diikuti oleh tim Paskibra Garda Adhigana SMAN 6 Purworejo angkatan XI dan X.

Pembina Ekstrakulikuler Garda Adhigana SMAN 6 Purworejo, Dwi Cahyono Adi menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 53 siswa yang tergabung dalam Paskibra SMAN 6 Purworejo.

“Kegiatan ini dalam rangka tapak tilas mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan segenap jiwa raga untuk bangsa Indonesia,” kata Dwi Cahyono.

Lebih lanjut, diungkapkannya, bahwa napak tilas yang dilakukan oleh siswa-siswi SMAN 6 tersebut adalah kegiatan menelusuri atau mengunjungi kembali tempat-tempat bersejarah yang memiliki hubungan dengan peristiwa masa lalu, terutama yang memiliki makna khusus dalam sejarah, patriotisme, budaya, dan jiwa nasionalisme dikehidupan para pejuang terdahulu.

“Kegiatan ini termasuk ekstrakulikuler Garda Adhigana ini diberharapkan setiap anggota Paskibra Garda Adhigana dapat mengenang dan menghargai perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan,” ungkapnya.

“Iya saya selaku ketua pembina dilaksanakannya kegiatan Napak Tilas ini bertujuan untuk mengenang perjuangan pahlawan yang telah mengorbankan segenap jiwa dan raganya untuk bangsa Indonesia,” jelas Cahyono.

Cahyono menambahkan, Paskibra Garda Adhigana tersebut mengambil tema Perjuangan Perjalanan Gerilya Jenderal Sudirman.

“Ada sejumlah 53 anggota Paskibra berbaris rapi membawa bendera organisasi dan tandu sebagai simbolis Perjalanan Gerilya Jenderal Sudirman selama rute perjalanan,” terangnya.

“Mereka kembali merasakan bagaimana perjuangan pahlawan khususnya Jendral Sudirman yang harus melakukan perjuangannya walau dengan ditandu oleh pasukan pengikutnya karena ia sedang menderita penyakit TBC pada saat itu,” jelasnya.

Cahyono menambahkan, untuk perjalanan Paskibra Garda Adhigana dilakukan dengan berjalan kaki menempuh jarak sejauh 14 km.

Jarak tersebut ditempuh mulai dari start SMA Negeri 6 Purworejo menuju Taman Makam Pahlawan Projo Handoko Loyo dan kembali ke SMA Negeri 6 Purworejo.

“Rute awal dalam perjalanan ini menuju Taman Makam Pahlawan melewati Jalan pedesaan, Jl. Kradenan, Jl. Secang Kodul, Jl. Sunan Kalijaga, kemudian melewati Sungai Kedung, Jl. berlanjut Jl. Eyang Resogati, kemudian melewati sawah di Desa Lugosobo, Jl. Kyai Sobo hingga rute akhir finish kembali ke SMA N 6,” pungkasnya.

Keren, 3 SMA di Purworejo Masuk 100 Sekolah Terbaik di Jawa Tengah

IDPOST.CO.ID – Berikut ini daftar SMA terbaik di Purworejo yang masuk 100 sekolahan terbaik di Jawa Tengah.

Bahkan, salah satu sekolah di Purworejo masuk dalam rangking 10 besar di Jawa Tengah.

Penilaian sekolah di Purworejo terbaik di Jawa Timut tersebut berdasarkan nilai UTBK versi LTMPT 2022.

Nilai tersebut bedasarkan pada nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dikeluarkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Berikut sekolah terbaik di Purworejo yang masuk 100 sekolah terbaik di Jawa Tengah:

SMAN 1 PURWOREJO

SMAN 1 PURWOREJO menjadi sekolah terbaik pertama di Purworejo.

Dengan nilai UTBK 583,325 sekolah ini berada di peringkat ke 86 se Indonesia.

SMAN 7 PURWOREJO

SMAN 7 PURWOREJO menjadi sekolah terbaik kedua di Purworejo.

Dengan nilai UTBK 557,272 sekolah ini berada di peringkat ke 9 di Jawa Tengah dan peringkat ke 225 se Indonesia.

Nilai Subtes TPS:596,66 Kemampuan Kuantitatif; 603,45 Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis; 603,87 Kemampuan Penalaran Umum; 597,39 Pengetahuan dan Pemahaman Umum.

SMAN 2 PURWOREJO

SMAN 2 PURWOREJO menjadi sekolah terbaik ketiga di Purworejo.

Dengan nilai UTBK 543,803 sekolah ini berada di peringkat ke 41 di Jawa Tengah dan peringkat ke 331 se Indonesia.

Nilai Subtes TPS: 554,57 Kemampuan Kuantitatif; 572,01 Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis; 579,33 Kemampuan Penalaran Umum; 572,37 Pengetahuan dan Pemahaman Umum.

SMAN 5 PURWOREJO

SMAN 5 PURWOREJO menjadi sekolah terbaik keempat di Purworejo.

Dengan nilai UTBK 516,951 sekolah ini berada di peringkat ke 63 se Jawa Tengah dan ke 871 se Indonesia.

Nilai Subtes TPS: 540,37 Kemampuan Kuantitatif; 562,87 Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis; 558,86 Kemampuan Penalaran Umum; 554,18 Pengetahuan dan Pemahaman Umum.

Daftar Sekolah Terbaik di Purworejo Masuk Top 1000 se-Indonesia

IDPOST.CO.ID – Berikut merupakan daftar sekolah di Purworejo yang masuk di top 1000 sekolah se Indonesia.

Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia terdiri dari 16 kecamatan, 25 kelurahan, dan 469 desa

Sekolah-sekolah terbaik Purworejo tersebut berdasarkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)

Terdapat 6 sekolah di Purworejo yang berhasil masuk di top 1000 sekolah terbaik se Indonesia.

Dilansir dari ltmpt.ac.id pada Sabtu, 1 Agustus 2024, berikut ini 6 sekolah tingkat menengah atas di Purworejo yang nongkrong di top 1000 sekolah se Indonesia:

SMAN 1 PURWOREJO

SMAN 1 PURWOREJO menjadi sekolah terbaik pertama di Purworejo.

Dengan nilai UTBK 583,325 sekolah ini berada di peringkat ke 86 se Indonesia.

SMAN 7 PURWOREJO

SMAN 7 PURWOREJO menjadi sekolah terbaik kedua di Purworejo.

Dengan nilai UTBK 557,272 sekolah ini berada di peringkat ke 225 se Indonesia.

SMAN 2 PURWOREJO

SMAN 2 PURWOREJO menjadi sekolah terbaik ketiga di Purworejo.

Dengan nilai UTBK 543,803 sekolah ini berada di peringkat ke 331 se Indonesia.

SMAN 5 PURWOREJO

SMAN 5 PURWOREJO menjadi sekolah terbaik keempat di Purworejo.

Dengan nilai UTBK 516,951 sekolah ini berada di peringkat ke 871 se Indonesia.

MAN Purworejo

MAN Purworejo menjadi sekolah terbaik kelima di Purworejo.

Dengan nilai UTBK 515,232 sekolah ini berada di peringkat ke 927 se Indonesia.

SMAN 4 PURWOREJO

SMAN 4 PURWOREJO menjadi sekolah terbaik keenam di Purworejo.

Dengan nilai UTBK 514,370 sekolah ini berada di peringkat ke 957 se Indonesia.

Marak Bullying, Begini Cara Antisipasi Polres Purworejo

IDPOST.CO.ID – Antisipasi tindakan bullying atau perundungan yang tengah marak terjadi di kalangan pelajar di Kabupaten Purworejo.

Polres Purworejo gelar Apel Patroli Keamanan Sekolah (PKS) dan launching ‘Jateng Zero Bullying’.

Apel dan launching ‘Jateng Zero Bullying’ digelar di halaman Mapolres Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (24/07/2024).

“Kami mengajak pada bapak-ibu guru dan adek-adek PKS untuk bersama-sama mengantisipasi terjadinya perundungan yang terjadi di lingkungan pelajar, karena perundungan dapat menimbulkan trauma bagi korbannya,” kata Kapolres Purworejo AKBP Edy Bagus Sumantri.

Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan, bahwa dengan launching program “Jateng Zero Bulliying” Polres Purworejo berkomitmen berupaya mencegah terjadinya perundungan/bullying di Kabupaten Purworejo. Upaya dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

“Tak hanya itu, Polres Purworejo juga melaksanakan pembinaan kedisiplinan dan attitude terhadap anggota PKS sehingga dapat menjadi tauladan bagi rekan-rekanya,” ungkapnya.

“Tujuan PKS adalah menumbuhkan kedisiplinan pada anak. Dengan kedisiplinan tersebut, diharapkan anak juga memiliki jiwa kepemimpinan, baik untuk memimpin diri sendiri maupun orang lain. Dengan begitu adek-adek PKS dapat ikut serta membantu Kepolisian dan pihak sekolah dalam mencegah terjadinya perundungan” imbuh Kapolres Purworejo.

Kapolres berharap, anak-anak sebagai generasi bangsa harus dapat menjadi pribadi yang berkarakter, anak-anak tidak hanya pandai dalam bidang akademik saja, tetapi juga kecerdasan spiritual dan mental yang baik.

Di akhir kegiatan apel, Kapolres Purworejo bersama Kapala Dinas Kabupaten Purworejo, perwakilan Guru dan pelajar melakukan deklarasi “Jateng Zero Bullying”.