Sering Terjadi Kecelakaan, Jalur Deandles Purworejo Kembali Makan Korban

IDPOST.ID – Kecelakaan hebat melibatkan dua truk terjadi di Jalur Pantai Deandles, tepatnya di Desa Kumpulsari, Kecamatan Ngombol, Purworejo, Jumat (26/9/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

Kedua kendaraan bertabrakan dari arah berlawanan (adu banteng) mengakibatkan bagian depan keduanya ringsek parah.

Truk pertama bernopol AA 8927 CC mengangkut muatan kursi kuliah, dikemudikan oleh Ali Sobirin (34), warga Bruno, Purworejo.

Sementara truk kedua bernopol AD 8382 WW membawa bubuk bahan pembuat lem triplex, dikemudikan Andik Prayitno (47), warga Ngawi, Jawa Timur.

Evakuasi Dramatis oleh Warga

Video amatir yang beredar memperlihatkan proses evakuasi yang dramatis. Belasan warga berusaha menarik bemper truk untuk mengeluarkan korban yang terjepit di dalam kabin.

Beruntung, insiden ini tidak menelan korban jiwa, meski kedua pengemudi mengalami luka berat.

“Truk yang dari arah timur sopirnya mengalami patah kaki, sementara dari truk arah barat dua orang bisa keluar, tetapi salah satunya sempat pingsan,” jelas Indrawan, Kaur Perencanaan Desa Kumpulsari, di lokasi kejadian.

Pemkab Purworejo Tetapkan HET dan Alokasi Pupuk Bersubsidi, Segine Harganya?

IDPOST.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo telah menetapkan alokasi dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian tahun 2025.

Kepastian ini dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nomor 9093 Tahun 2024 yang diterbitkan pada 13 Desember 2024.

Plt. Kepala DKPP Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, memaparkan bahwa pupuk bersubsidi tahun anggaran 2025 terdiri atas empat jenis, yaitu Urea, NPK, NPK Kakao, dan Organik.

HET untuk masing-masing jenis telah ditetapkan: Urea sebesar Rp2.250 per kilogram, NPK Rp2.400/kg, NPK Kakao Rp3.300/kg, dan Pupuk Organik Rp800/kg.

“Alokasi awal tahun 2025 untuk Kabupaten Purworejo antara lain Urea sebanyak 13.450 ton, NPK 12.000 ton, NPK Kakao 8,1 ton, serta Organik 72 ton. Alokasi ini telah dibagi ke masing-masing kecamatan sesuai dengan pemetaan kebutuhan dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” jelas Wiyoto.

Realokasi Menyesuaikan Kebutuhan Riil

Wiyoto menambahkan, dalam perjalanannya, DKPP melakukan penyesuaian alokasi berdasarkan tingkat serapan pupuk di tiap kecamatan yang berbeda-beda. Pada 5 Agustus 2025, diterbitkan perubahan kedua atas SK tersebut.

“Dalam realokasi itu, alokasi Urea menjadi 13.451 ton, NPK tetap 12.000 ton, NPK Kakao turun menjadi 7,85 ton, dan Organik tetap 72 ton,” terangya.

“Jumlahnya tidak banyak bergeser, tetapi distribusi di tiap kecamatan disesuaikan dengan kebutuhan riil. Bahkan, kemungkinan akan ada realokasi ketiga menyusul tambahan alokasi pupuk ZA dari provinsi,” tambahnya.

Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Balap Sepeda Jateng

IDPOST.ID – Kabupaten Purworejo dipercaya menggelar event strategis bagi dunia olahraga daerah, pembinaan cabang balap sepeda yang digelar oleh Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (Pengprov ISSI) Jawa Tengah.

Acara yang berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (24-26/9/2025), tersebut terpusat di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Purworejo.

Agenda inti diawali dengan Training Course untuk Pelatih (Coach) dan Wasit (Commissare), yang diikuti oleh 43 peserta perwakilan dari 17 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Turut hadir memberikan materi langsung adalah Kabid Commissare PB ISSI, Pratomo Setyadi, yang mendalami teknik-teknik penjurian.

Sekretaris Umum Pengprov ISSI Jawa Tengah, Stephanus Aan Isa Nugroho, dalam sambutannya menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM pelatih dan juri di setiap daerah menjadi kunci utama.

“Kehadiran coach dan commissare yang mumpuni di tiap kabupaten/kota akan membuat pola pembinaan atlet lebih terarah,” katanya.

“Target kami, prestasi balap sepeda Jateng terus menanjak dan mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional,” tegas Aan.

Lebih lanjut, Aan mengapresiasi perkembangan pesat balap sepeda Indonesia yang ditunjukkan dengan torehan prestasi sejumlah atlet di ajang global.

Purworejo Luncurkan Kampung Arsip Kedua, Perkuat Gerakan Sadar Tertib Arsip

IDPOST.ID – Pemerintah Kabupaten Purworejo menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip dengan meluncurkan Kampung Arsip kedua di Desa Besole, Kecamatan Bayan.

Launching yang digelar di Gedung Olahraga Sondriyo pada Kamis (25/9/2025) ini menandai langkah progresif daerah itu dalam membudayakan kearsipan.

Dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bupati, Bupati Purworejo, Tri Wahyuni Wulansari, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) serta Pemerintah Desa Besole atas inisiatif ini.

“Inovasi Kampung Arsip adalah bukti nyata kesadaran kolektif untuk menjaga warisan identitas, sejarah, dan pengetahuan kita,” tegasnya.

Kabupaten Purworejo disebutnya cukup progresif dalam membangun budaya sadar arsip. Setelah sukses dengan Kampung Arsip pertama di Desa Kaliurip pada 2024, kini Desa Besole resmi menyusul menjadi yang kedua.

“Program ini masih langka di daerah lain. Yang terpenting, ini bukan sekadar seremoni, tapi gerakan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat langsung. Kampung Arsip harus mengakar sebagai budaya,” imbuh Tri Wahyuni.

Kepala Dinpusip Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, mengungkapkan, pemilihan Desa Besole didasari semangat luar biasa dari Kepala Desa dan warganya. Pengembangan kampung arsip ke depan akan dilakukan bertahap dengan pendekatan klaster wilayah.

“Sebelum launching, telah dilakukan serangkaian persiapan, seperti pelatihan untuk 5 kader, bimtek penataan arsip keluarga untuk 50 warga, dan diskusi dengan para pemangku kepentingan desa,” jelas Aan.

Cegah Keracunan dan Percepat Penyerapan APBN, Pemkab Purworejo Bentuk Satgas Makanan Bergizi Gratis

IDPOST.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara resmi.

Pembentukan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jawa Tengah kepada seluruh kabupaten/kota untuk mengawal program yang diinstruksikan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Pembentukan satgas bertujuan untuk mempercepat penyerapan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, usai menghadiri acara resmi di Gedung Ganecha Convention Hall, Rabu (24/9/2025) siang.

“Iya, tujuan utama pembentukan satgas ini adalah untuk percepatan penyerapan anggaran dari APBN. Selain itu, kami juga menekankan pentingnya faktor keselamatan,” tutur Dion kepada awak media.

Dion mengakui bahwa penyerapan anggaran yang rendah dan jumlah dapur umum yang masih terbatas menjadi kendala utama, sehingga program MBG belum bisa menjangkau semua sekolah yang menjadi sasaran.

“Saat ini, baru beberapa titik sekolah di wilayah Kabupaten Purworejo yang mendapatkan layanan MBG,” jelasnya.

Komposisi Satgas dan Langkah Pengawasan

Satgas MBG Purworejo melibatkan berbagai pihak secara lengkap. Bupati bertindak sebagai Pembina, Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai Ketua Satgas, dengan anggota dari Satpol PP, Dinas Kesehatan (Dinkes), serta unsur TNI dan Polri.

Dion mengungkapkan bahwa tim satgas telah langsung turun ke lapangan melakukan pengawasan.

“Kami telah mengambil sampel di tiga dapur beberapa waktu lalu. Kami memastikan bahwa program ini berjalan aman sesuai standar yang ditetapkan,” tambahnya.

Soroti Peran Kunci Kepala Dapur dan Ahli Gizi

Pemerintah daerah secara khusus menyoroti peran kunci yayasan pengelola dan kepala dapur dalam menjaga kualitas. Standar gizi yang dibuat oleh ahli gizi harus dipenuhi secara ketat.

“Prioritas tugas utama yayasan dan kepala dapur adalah memenuhi standarisasi yang dibuat oleh ahli gizi. Jika semua standar terpenuhi, maka tidak ada permasalahan terkait keracunan yang marak di beberapa wilayah, yang seharusnya tidak terjadi,” tegas Dion.

Menanggapi temuan makanan yang diduga tidak layak di beberapa lokasi, Pemkab Purworejo telah mengeluarkan imbauan tegas kepada semua pengelola untuk memperketat quality control (QC).

“Kami imbau kepada seluruh pengelola dapur, kepala dapur, dan ahli gizi untuk memastikan quality control makanan. Ini terkait dengan keselamatan. Programnya baik, tujuannya luar biasa,” terang Wakil Bupati.

Dengan dibentuknya Satgas MBG ini, Pemkab Purworejo berharap program tersebut dapat berjalan lebih efektif, aman, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa. (*)

Gelar Musda XI, Golkar Purworejo Siap Perkuat Soliditas Hadapi Tantangan Politik 2029

IDPOST.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Purworejo menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI di Ganecha Convention Hall, Rabu (24/9/2025).

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kekeluargaan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, beserta jajaran pengurus, kader, dan perwakilan partai politik lainnya.

Musda XI ini menjadi momentum strategis bagi Golkar Purworejo untuk menyusun arah kebijakan, konsolidasi organisasi, dan merancang program kerja ke depan.

Kepemimpinan yang Solid dan Responsif

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo, Yuli Hastuti, menegaskan bahwa Musda ini adalah ajang untuk memperkuat persatuan dan soliditas internal partai.

Yuli menyoroti dinamika politik yang bergerak cepat, menuntut partainya untuk menjadi lebih modern dan responsif.

“Dinamika politik nasional maupun daerah berkembang sangat cepat. Karena itu, Golkar harus menjadi partai modern yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ucap Yuli Hastuti di hadapan para peserta.

Ia juga mengapresiasi capaian gemilang Golkar pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, yang berhasil meraih 11 kursi di DPRD Purworejo, serta kemenangan calon kepala daerah yang diusungnya.

“Ini adalah prestasi politik yang harus kita jaga dan kawal sebagai modal berharga untuk melangkah ke depan,” tegasnya.

Dinpusip Purworejo Gelar Bimtek Literasi Informasi, Bekali Pustakawan dan Pegiat Medsos

IDPOST.ID – Di tengah banjirnya informasi di era digital, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi.

Kegiatan ini digelar untuk membekali masyarakat, khususnya pustakawan dan pegiat media sosial, dalam memilah informasi yang valid.

Bimtek digelar di Aula Lantai 2 Gedung Penunjang Layanan Perpustakaan Umum Daerah, Jalan Mardiusodo No.10, Kutoarjo, Selasa (23/9/2025).

Kepala Dinpusip Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho SSTP MSi, mengungkapkan ada dua tujuan penting dari kegiatan ini.

“Pertama, meningkatkan peran pustakawan agar lebih dekat dengan masyarakat melalui layanan informasi. Kedua, mendorong para pegiat media sosial untuk selalu menyajikan informasi yang sesuai fakta. Literasi sudah dikemas dengan baik, tinggal diperkuat lewat kolaborasi lintas sektor,” ujar Stephanus.

Para peserta yang terdiri dari pustakawan, guru, hingga pegiat literasi dari berbagai komunitas pun diajarkan secara langsung cara mengenali kebutuhan informasi, mencari sumber yang tepercaya, hingga mengevaluasi data secara tepat.

Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Dinkominfostasandi) Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno SSTP MM, yang hadir sebagai narasumber menegaskan hal serupa.

“Di tengah lautan informasi, kemampuan menyaring, memvalidasi sumber, dan menghubungkan data sangatlah krusial. Literasi informasi adalah keterampilan fundamental yang tidak bisa ditawar,” tegas Yudhie.

Berprestasi, Dua Prajurit Kodim Purworejo Nikmati Hadiah Umrah

IDPOST.ID – Komandan Kodim (Dandim) 0708 Purworejo, Letkol Inf Imam Purwoko, membuat terobosan dengan memberikan penghargaan istimewa berupa umrah gratis kepada prajuritnya yang berprestasi.

Pihaknya mengatakan kalau pemberian umrah ini merupakan realisasi dari komitmennya sejak awal menjabat.

“Sejak awal menjabat sebagai Dandim di Purworejo, saya sudah menyampaikan akan memberikan hadiah umrah bagi prajurit yang berprestasi. Sampai saat ini sudah ada dua anggota yang saya berangkatkan,” ucap Letkol Inf Imam Purwoko.

Dua Prajurit Sudah Diberangkatkan

Kedua prajurit yang telah merasakan penghargaan umrah tersebut berasal dari Koramil Pituruh dan anggota Makodim. Mereka dinilai layak berdasarkan sejumlah kriteria ketat, termasuk kedisiplinan, integritas, pengabdian, serta keaktifan dalam kegiatan keagamaan di kantor, masyarakat, dan keluarga.

Sistem Seleksi Terbuka dan Melibatkan Pihak Lain

Ke depan, Dandim menegaskan bahwa sistem penilaian akan lebih terbuka dan melibatkan berbagai pihak. Masing-masing dari 16 Koramil diminta mengajukan satu anggota terbaiknya untuk bertugas sebagai penceramah dan motivator di sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Purworejo.

Dari total 17 prajurit (16 Koramil + 1 perwakilan Makodim) yang terlibat, nantinya akan dipilih tiga terbaik melalui penilaian bersama antara Kodim, Kementerian Agama Kabupaten Purworejo, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Purworejo.

“Dari tiga anggota terbaik tersebut, nanti satu yang telah terpilih, akan diberangkatkan umrah. Penilaiannya harus real, ada bukti nyata, dan dinilai bersama-sama,” tegasnya.