Dinas ESDM Serayu Selatan, Perizinan Tambang di Purworejo Kini Lebih Sederhana

IDPOST.ID – Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Serayu Selatan paparkan langkah-langkah pengurusan perizinan usaha pertambangan di Kabupaten Purworejo yang telah disederhanakan namun tetap berpedoman pada ketentuan perundang-undangan.

Proses ini dijelaskan langsung oleh Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Selatan, Panut Priyanto, didampingi Kepala Seksi Geologi, Mineral dan Batubara, Marlin Evalia, saat ditemui di kantornya pada Senin (22/9/2025) siang.

“Kegiatan pertambangan diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020. Untuk perizinan, mengacu pada Perpres Nomor 55 Tahun 2022,” ujar Panut membuka penjelasannya.

Syarat Penting: Kesesuaian Tata Ruang

Panut menekankan bahwa salah satu syarat penting dalam proses perizinan adalah adanya kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo, yang diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup).

“Prosesnya diawali dengan pengajuan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Setelah memperoleh WIUP, pelaku usaha dapat mengajukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk tahap eksplorasi,” jelas Panut.

Usia 66 Tahun, Perguruan Tri Susila Indonesia Purworejo Targetkan Cetak Atlet Beradab dan Berprestasi

IDPOST.ID – Di usia yang ke-66 tahun, Perguruan Seni Beladiri Pencak Silat Tri Susila Indonesia semakin menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, jumlah anggota yang terdaftar sudah mencapai sekitar 800 orang.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum, Eko Satyiawan SP atau Iwan, dalam perayaan HUT ke-66 perguruan yang digelar di Pendopo Kecamatan Purworejo, Minggu (21/9/2025).

“Kami berharap dengan usia yang ke-66 tahun ini, anak-anak mempunyai jiwa ketrisusilaan yang luar biasa, yang mempunyai adab dan etika kepada para sesepuh dan pelatih serta seluruh masyarakat,” terang Iwan.

Iwan juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin bergabung. Syaratnya cukup sederhana: niat, dan melampirkan foto kopi KK dan KTP (bagi yang sudah punya).

Kantor Pusat perguruan berada di jalan Pronogati RT.02 RW.04 Kelurahan Cangkrep Kidul, Purworejo.

Dukungan juga datang dari pemerintah setempat. Camat Purworejo, Bagas Adi Karyanto, yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan selamat ulang tahun dan berharap perguruan bisa mencetak atlet-atlet berprestasi.

“Semoga perguruan Tri Susila Indonesia kedepan bisa menciptakan atlet pencak silat yang bermanfaat untuk perguruan, kabupaten namun syukur bisa masuk nasional bahkan internasional,” ungkap Bagas.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kolaborasi untuk kemajuan bersama. “Mari kita jaga kebersamaan, kondusivitas dan saling mengingatkan untuk hal-hal kebaikan,” tandasnya.

Peringati HUT ke-66, Perguruan Pencak Silat Tri Susila Indonesia Purworejo Gelar Ziarah dan Doa Bersama

IDPOST.ID – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66, Perguruan Seni Beladiri Pencak Silat Tri Susila Indonesia menggelar rangkaian acara bernuansa spiritual, Minggu (21/9/2025).

Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam pendiri perguruan di Kelurahan Cangkrep Kidul dan Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, Jawa Tengah.

Ziarah ini sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada leluhur yang telah meletakkan dasar-dasar perguruan.

Usai ziarah, acara dilanjutkan dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, dan atraksi dari para pendekar Tri Susila Indonesia yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Purworejo.

Ketua Umum Seni Beladiri Perguruan Pencak Silat Tri Susila Indonesia, Eko Satyiawan SP atau yang akrab disapa Iwan, dalam sambutannya menekankan pentingnya penanaman adab dan akhlak bagi seluruh anggota.

“Yang paling penting itu, saya ingin tanamkan ketrisusilaan terutama untuk adab. Saya tidak mau mempunyai siswa atau anggota yang berprestasi sekalipun sampai ke luar negeri namun tidak mempunyai adab,” tegas Iwan.

Kejari Pastikan Penetapan Tersangka Kasus Minizoo Purworejo Tahun Ini

IDPOST.ID – Proses kasus pembangunan Minizoo Purworejo senilai Rp9,4 miliar kini tinggal menunggu waktu dan hasil analisa akhir dari auditor.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purworejo, Hasnadirah mengatakan kalau proses hukum terkait kasus tersebut sudah berada di jalur penyelesaian, meski masih membutuhkan waktu untuk memastikan nilai kerugian negara.

Hal ini disampaikan Hasnadirah dalam audensi terbuka antara Pemkab Purworejo dan mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Purworejo, Minggu (21/9/2025).

“Seperti yang sudah saya sampaikan pada pertemuan sebelumnya, sampai saat ini belum ada perkembangan signifikan karena proses audit masih berjalan. Auditor sedang menganalisis berapa sebenarnya kerugian negara, apakah total loss atau hanya sebagian yang masih bisa diselamatkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, menurutnya perhitungan tersebut sangat krusial karena akan menentukan arah penanganan perkara. Ia menegaskan, penetapan tersangka tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa tanpa fakta dan bukti yang jelas.

“Iya saya tidak serta merta menjadikan seseorang tersangka. Kami harus teliti dulu terkait fakta perbuatannya, alat buktinya, sampai barang bukti. Kalau saya jadikan tersangka, benar tidak dugaan itu? Jadi butuh proses,” ucapnya.

“Namun saya pastikan, perkara Minizoo ini insyaallah selesai dengan sempurna, dan tahun ini sudah bisa ada penetapan tersangka,” tambahnya.

Hasnadirah menambahkan, pihaknya tidak bekerja secara tertutup. Setiap perkembangan akan disampaikan secara terbuka, transparan dan masyarakat dipersilakan atau di perbolehkan melaporkan dugaan kejanggalan lainnya yang berpotensi merugikan keuangan negara.

“Kasus penanganan Minizoo ini hampir selesai, tinggal menunggu waktu endingnya saja. Kasih kami waktu untuk menyelesaikannya di tahun ini, dan kami tidak akan diam-diam saat nanti menetapkan tersangka,” ungkapnya.

Audensi atau Diskusi tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Kapolres Purworejo, sejumlah wakil ketua dan anggota DPRD.

Selain kasus Minizoo, mahasiswa turut menyoroti berbagai persoalan lain di Purworejo, seperti perparkiran, pengelolaan pasar, hingga keberadaan Purworejo Plaza dan lainya.

Kodim 0708 Purworejo Gelar Bakti Teritorial, Bersihkan Pasar Purworejo Libatkan Multi Pihak

IDPOST.ID – Semarakkan HUT ke-80 TNI dan HUT Kodam IV Diponegoro, Kodim 0708 Purworejo menggelar Bakti Teritorial Prima dengan aksi nyata pembersihan Pasar Purworejo, Sabtu (20/9/2025).

Kegiatan yang melibatkan TNI, Polri, hingga akademisi ini bertujuan menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Pasar Purworejo sebagai pusat perputaran ekonomi warga pun disulap menjadi lebih rapi dan higienis. Personel Kodim 0708 Purworejo turun langsung dipimpin oleh Dandim, Letkol Inf Imam Purwoko.

“Pembersihan pasar ini adalah bagian dari upaya kita untuk menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat. Selain memperingati HUT TNI, kami ingin memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ujar Dandim Imam Purwoko.

Ia menekankan, bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan dan sinergi solid antara aparat dengan masyarakat.

Yang membedakan, kegiatan ini tidak hanya dilakukan TNI sendiri. Terjadi kolaborasi yang apik dengan jajaran Polres Purworejo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), serta para pegawai pasar.

“Sinergi antar elemen ini menunjukkan pentingnya kerjasama untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih, rapi, dan nyaman bagi pedagang dan pengunjung,” imbuh Imam Purwoko.

Keberadaan pasar yang bersih dinilai krusial tidak hanya untuk kenyamanan beraktivitas ekonomi, tetapi juga mencegah potensi penyebaran penyakit.

Pelajar Tertabrak Saat Mobil Putar Balik di Jalan Purworejo-Jogja

IDPOST.ID – Kecelakaan lalu lintas tunggal kembali memakan korban jiwa di Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2025) sore.

Insiden tragis itu terjadi di Jalan Purworejo-Yogyakarta, KM 5, atau tepatnya sekitar 100 meter sebelah selatan SPBU Mboro, sekitar pukul 14.45 WIB.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, kecelakaan ini melibatkan sebuah sepeda motor Honda Beat dan mobil Honda Mobilio.

Korban jiwa dalam musibah ini adalah Ratna Ayundra Putri (17), seorang pelajar SMAN di Purworejo.

Kronologi kejadian bermula saat Ratna mengendarai motornya dari arah selatan (Yogyakarta) menuju utara (Kota Purworejo).

Salma (22), seorang saksi mata, mendengar suara benturan keras yang memekakkan telinga.

“Tiba-tiba ada suara benturan keras, saya lihat ternyata ada kecelakaan motor dengan mobil,” ucap Salma.

Ia menambahkan, “Korban luka satu orang tertelungkup tidak sadar, pengendara sepeda motor seorang pelajar perempuan.”

Mobil Diduga Putar Balik Secara Tiba-tiba

Keterangan lain dari Heru (50), warga sekitar TKP, menjelaskan bahwa mobil Honda Mobilio berwarna hitam sebelumnya dalam kondisi berhenti di bahu jalan sebelah barat, menghadap ke utara.

Tiba-tiba, mobil tersebut diduga melakukan putar balik untuk menuju ke arah selatan tanpa memperhatikan keadaan sekitar.

“Saat itu, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah selatan. Tiba-tiba mobil hitam memutar balik dari arah utara ke selatan dengan kurang hati-hati dan diduga tidak melihat arah,” jelas Heru.

“Hantaman sangat keras, sehingga korban terlempar jauh dan akhirnya terkapar,” sambungnya.

Korban Luka

Akibat hantaman dahsyat itu, Ratna diduga mengalami luka parah di bagian kepala dan patah tulang pada kakinya.

Korban pun dilarikan ke RSUD Amanah Umat menggunakan ambulans.

Sementara itu, pengemudi Mobilio, Supriyanto (57), hanya mengalami luka ringan akibat pecahan kaca samping mobil.

Ia juga dilaporkan mengalami syok dan masih menjalani penanganan medis.

Catat! Angka Stunting Purworejo Tembus 14,9 Persen, Lebih Baik dari Target Nasional 2025

IDPOST.ID – Kabupaten Purworejo mencatatkan capaian signifikan dalam penurunan angka stunting. Prevalensi stunting di daerah ini berhasil ditekan hingga 14,9 persen, angka yang lebih baik dibandingkan target nasional tahun 2025 sebesar 18,8 persen.

Bahkan, capaian ini hampir menyamai target nasional untuk tahun 2029 yang ditetapkan sebesar 14,2 persen.

Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Purworejo, dr. Tolkha Amaruddin, dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di Ruang Arahiwang Komplek Setda Purworejo, Kamis (18/9/2025).

Meski memberikan apresiasi, Tolkha mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak berpuas diri. Langkah-langkah strategis harus terus dilakukan agar target jangka panjang pemerintah pusat dapat tercapai.

“Memang kita saat ini sudah mencapai target, tapi kita tidak boleh berpuas diri dengan capaian yang ada. Mencapai ini memang sulit, namun mempertahankan jauh lebih sulit,” ungkapnya penuh harap.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah menargetkan prevalensi stunting nasional turun hingga 5 persen pada tahun 2045 sebagai bagian dari visi Indonesia Emas.

Karena itu, langkah di tingkat daerah, termasuk Kabupaten Purworejo, harus terus selaras dengan kebijakan pusat.

Diduga Korsleting, Mobil Carry Terbakar di Jalur Purworejo-Jogja

IDPOST.ID – Sebuah mobil Carry Futura bernomor polisi AA 1643 CJ hangus dilalap si jago merah diduga akibat korsleting listrik, Kamis (18/9/2025) malam.

Kecelakaan terjadi di Jalan Purworejo – Jogja Km 6, tepatnya di Desa Cengkawak, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Nasib naas tersebut dialami Wijo (38), warga Gebang RT 01 RW 01, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, mengalami kerugian materiil mencapai puluhan juta rupiah.

Untungnya, saat kejadian kebakaran mobil tersebut tidak ada korban jiwa.

Kronologi kejadian bermula ketika Wijo bersama tiga penumpang lainnya yang merupakan kerabatnya sedang melakukan perjalanan pulang ke Purworejo usai membesuk saudara yang sakit di Rumah Sakit Jogjakarta.

Sekitar pukul 20.30 WIB, mobil yang dikemudikan Wijo dan melaju dari arah selatan (Jogja) menuju utara (Purworejo) tiba-tiba mogok.

Wijo lantas menepikan kendaraannya di bahu jalan sebelah barat untuk mengecek mesin.

“Tiba-tiba saya dikejutkan dengan adanya percikan api di dalam mesin,” ujar Wijo..

Percikan api itu diduga menyulut api yang membesar dan dengan cepat melahap seluruh kendaraan.

“Iya pas betulin mobil saya yang mogok tiba-tiba keluar percikan api, saya panik, saya siram dengan air malah api tambah besar,” jelasnya.

Saat kejadian, warga sekitar sempat dihebohkan dengan peristiwa tersebut.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Purworejo, Tri Puji, selaku kepala regu yang turun ke lokasi, menjelaskan pihaknya mendapat laporan dari warga.

“Tim damkar yang ada di pos jalur selatan (Purwodadi) mendapat laporan ada kendaraan terbakar,” terang Tri Puji.