Pemkab Purworejo Beri Penghargaan kepada 37 Atlet Berprestasi di HAORNAS

IDPOST.ID – Pemerintah Kabupaten Purworejo memberikan apresiasi kepada para atlet berprestasi dalam upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-42 di Jalan Proklamasi, Selasa (9/9/2025). Penghargaan diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap dunia keolahragaan.

Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, menyampaikan bahwa penghargaan berupa uang pembinaan diberikan kepada 36 atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan satu atlet Para Atletik.

“Penghargaan ini berupa uang pembinaan. Hari ini penyerahan dilakukan secara simbolis, sementara proses pencairan bagi 34 atlet sudah tuntas. Semoga hal ini menambah semangat atlet untuk terus berprestasi,” jelas Bangun usai upacara.

Selain kepada atlet, penghargaan juga diberikan kepada peserta karnaval yang telah digelar pada akhir Agustus 2025 lalu. Peringatan HAORNAS tahun ini juga diramaikan dengan berbagai cabang olahraga dan melibatkan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) serta MPC.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti menyampaikan bahwa prestasi atlet adalah buah dari pembangunan karakter melalui olahraga.

“Olahraga adalah jalan untuk membentuk generasi penerus yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik, berkarakter, dan memiliki jiwa patriotisme. Prestasi mereka adalah kebanggaan kita semua,” ujar Bupati.

Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memacu motivasi atlet lainnya di Purworejo untuk terus berlatih dan mengukir prestasi yang lebih gemilang, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Peringatan HAORNAS di Purworejo, Bupati: Olahraga Jalan Wujudkan Generasi Emas 2045

IDPOST.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-42 di Jalan Proklamasi, Selasa (9/9/2025). Peringatan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan momentum 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti menekankan bahwa olahraga adalah bagian dari jati diri dan perjuangan nasional bangsa.

“Olahraga tidak hanya sebatas aktivitas jasmani, tetapi juga gerakan kebangsaan yang mampu mempersatukan rakyat, membangun karakter, serta menumbuhkan daya juang bangsa melalui nilai kerja keras, disiplin, sportivitas, dan solidaritas,” ujar Yuli Hastuti.

Ia menyatakan bahwa olahraga adalah jalan untuk membentuk generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat fisik, berkarakter, dan memiliki jiwa patriotisme.

“Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 sesuai Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti tema HAORNAS tahun ini, “Olahraga Satukan Kita”. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi sosial politik bangsa saat ini.

“Seperti dalam olahraga, kemenangan terbesar bukan hanya saat mengangkat piala, melainkan ketika kita mampu saling menghargai, saling mendukung, dan memandang perbedaan sebagai kekuatan untuk bersatu,” tambah Yuli.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, mengatakan peringatan HAORNAS merupakan momentum untuk meneguhkan semangat nasionalisme.

“Dengan olahraga, kita bisa menyatu, membangun kebersamaan, serta menguatkan semangat kebangsaan,” ujar Bangun.

Upacara yang berlangsung khidmat ini juga dihadiri oleh para pejabat forkopimda, ASN, serta masyarakat Purworejo.

Pemkab Purworejo Terbitkan Surat Edaran Wajib Zakat bagi ASN Muslim

IDPOST.ID – Bupati Purworejo Yuli Hastuti mendorong peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purworejo untuk mengoptimalkan potensi penerimaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS).

“Potensi Zakat, Infaq, dan Sedekah di Purworejo sangat besar, namun belum sepenuhnya tergali optimal. Oleh karena itu, peran aktif UPZ sangat penting untuk meningkatkan pengumpulan dan pendistribusian ZIS agar lebih efektif, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Bupati pada Rapat Koordinasi UPZ BAZNAS Kabupaten Purworejo yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Purworejo, Senin (8/9/2025).

Turut hadir dalam acara tersebut Pj Sekda Kabupaten Purworejo Dr Tolkha Amarudin, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Jainudin SIP MM, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Drs HM Zain Yusuf MM, Ketua BAZNAS Kabupaten Purworejo KH Achmad Hamid SPdI, serta Kepala Kemenag Purworejo Mukhlis Abdillah SH MH.

Disampaikan Bupati, untuk mendukung optimalisasi penerimaan zakat, Pemkab Purworejo juga telah menerbitkan surat edaran terbaru mengenai pengelolaan dan optimalisasi penerimaan ZIS dari ASN di Kabupaten Purworejo melalui BAZNAS Kabupaten Purworejo.

“Dalam surat edaran ini juga ditegaskan kewajiban pembayaran zakat, infaq, dan sedekah bagi ASN beragama Islam di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif bahwa ZIS merupakan instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat solidaritas sosial.

“Pada tahun 2023 dan 2024 angka kemiskinan ekstrem di Purworejo berhasil menurun, salah satunya berkat kontribusi program BAZNAS, khususnya pada program jambanisasi dan penanganan stunting,” terang Bupati.

Dengan adanya sosialisasi dan rakor ini, Bupati berharap capaian BAZNAS semakin meningkat. Selain itu diharapkan dana ZIS dapat dimanfaatkan dengan lebih optimal, terutama untuk menuntaskan persoalan kemiskinan yang masih tersisa.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Purworejo KH Achmad Hamid SPdI dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga Agustus 2025, BAZNAS Purworejo telah berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp5.801.321.484.

Dana tersebut terdiri dari zakat Rp3.833.747.514, infaq Rp1.945.658.570, dan dana sosial keagamaan lainnya Rp21.915.400. Dari jumlah tersebut, BAZNAS telah menyalurkan Rp4.317.263.000 atau dengan rasio penyaluran sebesar 74 persen.

Dalam acara ini juga turut dilaksanakan pemberian penghargaan kepada UPZ terbaik di Kabupaten Purworejo, serta penyaluran berbagai bantuan, antara lain bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), biaya pengobatan, bantuan pendidikan, bantuan modal usaha, hingga pembangunan Masjid Filul Qoriyah di Desa Lugu, Kecamatan Butuh.

Wabup Purworejo Hadiri Maulid Nabi, Harap Masyarakat Jadi Pribadi Lebih Baik

IDPOST.ID – Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi menghadiri pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Polomarto, Kecamatan Butuh.

Pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Wabup mengajak untuk kembali mempererat silaturahmi dan kebersamaan di tengah gejolak kerusuhan di berbagai daerah di Indonesia. Jumat, 05/09/25/

“Ketika kita melihat banyak daerah yang agak rusuh atau kurang kondusif, alhamdulillah Kabupaten Purworejo tetap adem ayem, karena masyarakatnya luar biasa,” kata Dion.

Dion berharap agar warga masyarakat Purworejo tetap guyub rukun. Melalui momen ini ia, berharap masyarakat dapat mengambil ilmu-ilmu baik yang disampaikan dalam tausiah penceramah.

“Semoga setelah dari kegiatan ini kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dion menyampaikan, berkat kebersamaan seluruh elemen mulai dari camat, lurah, tokoh masyarakat serta utamanya masyarakat, mampu meredam gejolak yang timbul, sehingga terwujud Purworejo yang kondusif,”pungkasnya.

Tiga Bocah di Purworejo, Tenggelam di Sungai Bogowonto, Satu MD, Dua Selamat

IDPOST.ID – Warga Bubutan sempat di buat heboh dengan adanya musibah bocah tenggelam terjadi di aliran Sungai Bogowonto, usai mandi disungai, tepatnya di wilayah Desa Sidoharjo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, pada Kamis (4/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

Tiga bocah asal Desa Bubutan, Kecamatan Purwodadi, dilaporkan terseret arus saat mandi di sungai, satu di antaranya meninggal dunia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula ketika ketiga korban tengah memancing di tepi Sungai Bogowonto.

Setelah itu, mereka memutuskan untuk mandi sambil bergandengan. Namun, tanpa disadari, dasar sungai yang tidak rata membuat salah satu korban terjeblos ke bagian yang dalam. Dua temannya yang bergandengan ikut terseret arus deras.

“Tiga anak tersebut panik dan kesulitan berenang. Beruntung, ada warga bernama Wagimin, warga Desa Sidoharjo, yang mendengar teriakan minta tolong dan segera melakukan upaya penyelamatan,” jelas Wasit.

Dalam upaya penyelamatan itu, Wagimin berhasil menolong korban satu per satu meski arus sungai cukup kuat. Namun, satu korban tidak berhasil diselamatkan.

Adapun identitas korban adalah Agha Dzaky Ghighaisan, A.D.G (10), warga RT 04/RW 02 Desa Bubutan, ditemukan meninggal dunia.

Jenazahnya dibawa ke Puskesmas Bubutan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim Inafis Polres Purworejo.

Sedangkan Muhammad Hafiz Nur Rizki M.H.N.R (11), warga RT 01/RW 01 Desa Bubutan, selamat namun mengalami trauma. Saat ini dirujuk ke RSUD Tjokronegoro Purworejo untuk penanganan medis.
Dan Yusuf Mustakim, Y.M (9), warga RT 01/RW 01 Desa Bubutan, berhasil selamat dan sudah kembali ke rumah.

BPBD Purworejo bersama Polsek Purwodadi, pemerintah desa setempat, relawan, dan masyarakat segera melakukan asesment serta penanganan di lokasi kejadian.

“Tidak ada kebutuhan mendesak pasca kejadian. Namun, kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama anak-anak yang rentan terhadap bahayanya bermain di sungai, yang sewaktu-waktu bisa mengakibatkan kejadian yang tidak di inginkan, terpeleset atau apapun itu, bisa mengakibatkan tenggelam,” tambah Wasit.

Pasca kejadian yang telah terjadi, Situasi di lokasi kejadian telah kondusif. Pihak keluarga korban menerima musibah tersebut, dan korban dimakamkan dipemakaman umum desa nya, sementara dua korban selamat sudah kembali berkumpul bersama keluarga di Desa Bubutan

IMM Purworejo Tuntut Kejelasan Kasus Mini zoo dan Rencana Pengadaan Mobdin

IDPOST.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Kerakyatan Purworejo menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Purworejo, pada Kamis (4/9/2025) sore.

Aksi yang dimulai pukul 15.15 WIB itu mayoritas diikuti oleh mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dengan sebagian besar pesertanya adalah mahasiswi.

Dalam aksinya, massa membawa sejumlah poster bertuliskan “Indonesia Gelap” dan “Usut Mini Zoo”, serta bendera bergambar One Piece.

Setelah menyampaikan orasi, massa kemudian ditemui langsung oleh Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Ketua DPRD Tunaryo, Kapolres AKBP Andri Setiano, Dandim 0708 Letkol Imam Purwoko, dan Danyon 412 Letkol Inf Sahrul Ramadhan.

Suasana dialog berlangsung santai dengan cara lesehan di depan Kantor Bupati.

Di awal dialog, Wabup Dion menyampaikan belasungkawa atas sembilan korban dalam aksi sebelumnya serta menegaskan bahwa keresahan mahasiswa adalah keresahan bersama.

“Kami memahami apa yang menjadi aspirasi teman-teman mahasiswa, dan siap berbenah untuk memperbaiki diri. Terkait kasus dugaan korupsi termasuk Mini Zoo, kami sepakat bahwa harus dituntaskan,” tegas Dion.

Ia menjelaskan bahwa perkara Mini Zoo kini sudah masuk tahap penyidikan di Kejaksaan. Meski begitu, ia menekankan bahwa proses hukum merupakan ranah yudikatif, sehingga pihak eksekutif maupun legislatif tidak bisa melakukan intervensi.

“Hal ini bentuk kerja sama antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Kami akan mendukung keterbukaan dan berharap kasus ini segera selesai,” lanjutnya.Dion

Selain soal kasus korupsi, mahasiswa juga menyinggung soal pembangunan dan rencana pengadaan mobil dinas (mobdin).

Dion menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, bukan taman.

“Rencana mobdin tidak jadi dilanjutkan. Itu keputusan efisiensi, dan saya tegaskan bahwa saat pembahasan APBD bulan November lalu, saya belum dilantik sebagai wakil bupati,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Purworejo, Tunaryo, juga menanggapi pertanyaan mahasiswa mengenai besarnya gaji anggota dewan.

Menurutnya, hak keuangan DPRD berbeda dengan DPR RI dan fasilitas yang diterima sudah diatur dalam regulasi yang berlaku.

Untuk memperkuat komitmen, Dion kemudian menandatangani tuntutan mahasiswa di hadapan peserta aksi.

Sekitar pukul 16.45 WIB, Kepala Kejaksaan Negeri Purworejo, Hasnadirah, turut hadir menemui massa.

Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan kasus Mini Zoo yang selama ini dinilai berlarut-larut.

Dialog berlangsung selama kurang lebih dua jam dengan suasana kondusif. Para pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri dengan tertib, meskipun sempat ada peserta aksi yang membuat tulisan provokatif di jalan depan Kantor Bupati, namun segera dihentikan oleh aparat keamanan.(Idpost.id/WB)

Polres Purworejo Amankan Puluhan Remaja Terlibat Kerusuhan, Empat Jadi Tersangka

IDPOST.ID – Kepolisian Resor (Polres) Purworejo berhasil mengamankan puluhan remaja yang diduga terlibat dalam kerusuhan di wilayah Purworejo dan Kutoarjo pada akhir pekan hingga awal pekan ini.

Dari puluhan yang diamankan, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait perusakan fasilitas kepolisian.

Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, menjelaskan bahwa penindakan ini dilakukan sejak Minggu (31/8/2025) dini hari hingga Senin malam (1/9/2025). Total 68 orang diamankan dalam operasi tersebut.

“Dari jumlah tersebut, empat orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara 12 lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif sebagai saksi,” ujar AKBP Andry, Selasa (2/9/2025).

Sebanyak 52 orang lainnya yang mayoritas masih di bawah umur dan berstatus pelajar SMA, telah dipulangkan setelah diberikan pembinaan.

Mereka diwajibkan pulang dengan didampingi orang tua masing-masing serta didampingi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Purworejo untuk diberikan penyuluhan agar tidak lagi melakukan tindakan anarkis.

Peristiwa ricuh ini bermula pada Minggu dini hari di kawasan Kutoarjo, ketika sekelompok massa yang mayoritas remaja, melakukan perusakan terhadap Markas Brimob Kompi 4 Batalyon C Pelopor Kutoarjo dan Pos Polisi Lalu Lintas (Polantas).

Aparat segera bertindak cepat dan mengamankan 16 orang yang terlibat. Dari 16 yang diamankan, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dua di antaranya masih anak-anak, sementara dua lainnya sudah dewasa.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melakukan perusakan fasilitas kepolisian.

Barang bukti yang diamankan dalam insiden tersebut antara lain ketapel, batu, serta sejumlah benda yang diduga disiapkan untuk melakukan aksi anarkis. Polisi juga mendapati para pelaku tidak melengkapi kendaraan bermotor yang mereka gunakan.

AKBP Andry menegaskan bahwa pihaknya berupaya menempuh langkah persuasif, terutama bagi anak-anak yang masih berstatus pelajar.

Mereka yang terbukti ikut berkumpul dan hendak terprovokasi untuk melakukan aksi diarahkan kembali ke orang tua dengan pesan edukasi.

“Kami mengimbau agar para orang tua lebih meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya. Jangan sampai mereka terprovokasi oleh selebaran atau informasi yang tidak jelas kebenarannya, yang mengajak untuk melakukan aksi anarkis,” imbau AKBP Andry.

Situasi di Kabupaten Purworejo sendiri saat ini terpantau kondusif. Meski demikian, aparat gabungan dari Polri dan TNI tetap disiagakan di beberapa titik strategis, termasuk di Gedung DPRD Kabupaten Purworejo.

Untuk antisipasi, pihak kepolisian khususnya Polres Purworejo akan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Saat ini pasukan masih siaga, terdiri dari satu kompi Batalyon 412, dua peleton Dalmas, satu kompi Brimob, serta satu kompi anggota Reskrim dan Intel tambahan dari Polres Purworejo.

Dengan langkah tegas sekaligus pembinaan terhadap pelajar yang terlibat, Polres Purworejo berharap tidak ada lagi aksi serupa yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat Purworejo.

Dukung Aparat, Dua Ormas di Purworejo Jaga Situasi Aman

IDPOST.ID – Agenda demonstrasi yang diisukan berlangsung pada Senin (1/9/2025), tidak jadi dilaksanakan. Tidak ada pergerakan massa yang berpotensi mengganggu ketertiban, sehingga situasi tetap terkendali.

Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Purworejo, di antaranya Gerakan Muda Xemanusiaan (GMX) Korwil Purworejo dan Laskar Langit, menyatakan komitmennya untuk mendukung aparat keamanan dari Polres Purworejo dan Kodim 0708 Purworejo dalam menjaga situasi tetap damai.

“Kami hadir untuk membantu menjaga Purworejo tetap aman dan kondusif,” tegas Ketua Umum GMX, Bang Jack, saat ditemui Selasa (2/9/2025).

Ia menjelaskan, GMX telah mengerahkan sekitar 100 personel yang disebar di beberapa titik rawan di Purworejo. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya pihak tidak bertanggung jawab yang berusaha menyusupi dan memicu kerusuhan.

“Saya bersama jajaran GMX Purworejo, juga didukung GMX DIY–Jateng, total menurunkan 100 anggota. Mereka disiagakan untuk memastikan rencana demo tidak ditunggangi penyusup,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Laskar Langit, Hardiman, menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi provokasi.

“Kami tidak pernah melarang masyarakat berpendapat. Kami hanya ingin memastikan aksi tetap kondusif dan tidak disusupi pihak-pihak yang ingin membuat onar,” ujarnya.

“Dengan berjalannya agenda tersebut tanpa adanya gejolak, kedua ormas Purworejo itu kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketertiban, mengedepankan cinta damai, serta memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.