Kapolres Sampang Bersama Tomas Pangarengan Deklarasikan Kampung Bebas Narkoba

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Kapolres Sampang AKBP Siswantoro meresmikan posko kampung bebas Narkoba di Desa Pacanggaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang.

Dalam peresmian tersebut Kapolres Sampang diidampingi oleh Wakapolres, PJU Polres Sampang, Forpimcam Pangarengan, Instansi Pemerintah terkait, Tokoh Masyarakat, dan Ulama setempat.

Setelah proses peresmian, mereka kemudian melakukan deklarasi kampung bebas Narkoba sebagai bentuk upaya memberantas peredaran narkoba di Kota Bahari.

Kapolres Sampang AKBP Siswantoro dalam sambutannya menjelaskan, peresmian kampung bebas dari narkoba tersebut merupakan komitmen pihak kepolisian dalam melaksanakan program Kapolri serta Pemerintah untuk melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Sampang.

“Dalam hal ini tentu saja kami bersama dengan semua stakeholder, serta banyak pihak, seperti masyarakat, pemerintah Desa dan Kecamatan , Lembaga Anti Narkotika dan banyak pihak lain bekerjasama untuk memberantas narkotika di Kabupaten Sampang,” jelasnya, pada Jumat (8/9/23).

Ia berharap langkah awal itu menjadi pilar penyebaran semangat dan pengetahuan mengenai bahaya narkoba bagi generasi penerus bangsa di desa lainnya.

“Semoga hal ini menjadi langkah awal yang baik untuk memerangi, menekan dan memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Sampang,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Tokoh Masyarakat H.Saihul Islam dalam sambutannya menyampaikan, Narkoba adalah sebagai bentuk penjajahan yang merusak generasi muda, maka narkoba harus bersih dari Desa Pacanggan pada khususnya dan kabupaten Sampang pada umumnya.

“Narkotika ini sebagai bentuk penjajahan pada bangsa kita dengan merusak generasi muda , tidak ada lagi perang dengan senjata, tak ada lagi perang fisik,dan merupakan produk iblis , maka narkoba harus kita perangi secara bersama sama” jelasnya.

“Dengan diresmikannya posko kampung bebas dari Narkoba  tersebut Desa Pacanggan bisa menjadi Desa percontohan tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan tingkat Nasional,” tandasnya. (Ali)

PPDB Tingkat SMA/SMK di Sampang Belum Memenuhi Pagu

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Cabang Dinas (Cabdin) pendidikan wilayah Kabupaten Sampang, Madura, menyatakan, Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah menengah atas (SMA/sederajat) masih belum memenuhi pagu atau batas tertinggi.

Dari sejumlah sekolah tingkat SMA/SMK yang ada di Kabupaten Sampang yang memenuhi pagu cuman satu sekolah yakni SMA 1 Kabupaten Sampang.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur, wilayah Kabupaten Sampang, melalui Kasi SMA dan PK-PLK Mas’udi Hadiwijaya ketika dikonfirmasi diruang kerjanya menyatakan PPDB di Kabupaten Sampang masih belum memenuhi pagu, sesangkan yang memenuhi masih satu sekolah.

“Dari sejumlah sekolah SMA yang ada di Kabupaten Sampang yang memenuhi pagu cuma SMA 1 Sampang dengan jumlah 324,” jelasnya pada Rabu (12/07/23)

Kemudian Mas’udi menjelaskan, proses PPDB saat ini sudah selesai dan sebentar lagi sudah mulai masuk pada proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Meski demikian ia menjelaskan kalau dalam PPDB itu terdapat tiga jalur diantaranya jalur afirmasi yang terdiri dari buruh dan prestasi. Kemudian, jalur nilai akademik, dan jalur zonasi.

“Sistem zonasi ini berlaku untuk antar kabupaten dan perbatasan,” ucapnya.

Seorang Warga Miskin Dusun Krampon Barat Dapat Bantuan dari Kapolsek Torjun

IDPOST.CO.ID, SAMPANG –  Ibu Kasiyani (81), warga  Dusun Krampon Barat, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jatim, mendapat bantuan sembako dari Polsek setempat.

Bantuan sembako tersebut diberikan langsung oleh Kapolsek Torjun, hal itu untuk meringankan beban keluarga Ibu Kusiyani yang saat ini sedang sakit.

Kapolsek Torjun AKP Heriyanto menyatakan, kegiatan tersebut merupakan program Jumat curhat Polri untuk membantu program pemerintah menurunkan angka kemiskinan di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, juga sebagai sarana pemberian edukasi dalam menangani angka kemiskinan sehingga Kamtibmas di Kecamatan Torjun bisa lebih baik.

”Masih banyak di wilayah kita orang yang mengalami kekurangan berupa apapun, kami akan membantu semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan kami , dan program ini adalah lanjutan dari patroli jarak jauh Kapolda Jatim pada tanggal 6 Februari 2023 kemarin,” jelasnya pada Jum’at, (30/06/2023)

Dengan bantuan tersebut keluarga Ibu Kasiyani, mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kepedulian Kapolsek Torjun berserta jajaran yang telah berkunjung dan mau menolong sesama serta mendengarkan keluhan masyarakat.

”Alhamdulillah sudah tiga kali ini saya disambangi, terima kasih kami pada Kapolsek Torjun dan Bhabinkamtibmas yang selalu menyambangi kami dan selalu membantu masyarakat,” ujarnya. (Ali)

Jamaah Haji Asal Sampang Meninggal Dunia, Setelah Melawan Penyakit Anemia

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Jamaah haji asal Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Jatim, meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi.

Informasi yang dihimpun Idpost.co.id Jamaah haji tersebut meninggal sekitar jam 1.00 Waktu Arab Saudi (WAS) di Rumah Sakit (RS) King Fahd, Madinah, pada tanggal 19/06/2023.

Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang Abdul Wafi membenarkan tentang kabar meninggalnya jamaah haji asal Kabupaten Sampang itu. Menurutnya, waktu di Madinah jamaah tersebut mengalami sakit anemia.

“Iya benar, ia meninggal dunia karena sakit anemia dan sempat dirawat di RS King Fahd Madinah,” jelasnya pada idpost.id melalui pesan Whaatsapnya, Senin (19/06/23).

Ia kemudian menjelaskan, kabar terakhir dari dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) terdapat perforasi abdomen pada organ tubuh jamaah, sehingga dilakukan operasi dan kondisi jamaah sempat stabil.

“Kondisi jamaah sempat stabil dan sudah melepas ventilator. Kemudian setelah itu, karena tidak ada perubahan yang signifikan ventilator tersebut dipasang lagi sehingga akhirnya tidak tertolong lagi,” jelasnya.

Dikatakannya, jamaah haji tersebut atas nama Hadori asal Desa Ragung Kecamatan Pangarengan dari kloter 3. Sedangkan untuk pemakamannya langsung dimakamkan di Madinah.

Masa Pemeliharaan Alun-alun Trunojoyo Sampang Dari Pihak ke Tiga Berakhir Bulan Mei ini

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Masa pemeliharaan alun-alun Trunojoyo Sampang Madura, yang menjadi tanggung jawab pihak ke tiga berakhir pada bulan Mei tahun ini. Dengan demikian pemeliharaan selanjutnya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten (Pemkab) Sampang.

Baca juga: Relawan Ganjar Umar Bonte Lakukan Rasis ke Anis Baswedan, Heikal Safar: Ia Gagal Faham

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Rakyat dan Permukiman (DLH Perkim) Faisol Ansori, tidak menampik ketika ditanya tentang masa pemeliharaan alun-alun Trunojoyo yang selesai pada akhir bulan Mei ini. Bahka, pihaknya mengaku sudah mempersiapkan langkah-langkah terkait pemeliharaan alun-alun Trunojoyo tersebut.

“Masa pemeliharaan alun-alun Trunojoyo memang habis pada akhir bulan Mei ini,” ujarnya, Sabtu (13/5/23).

Baca juga: Satukan Kekuatan, PBB Jalin Koalisi dengan Gerindra dan PKB

Ia kemudian melanjutkan, yang masih menjadi tangung jawab pihak ketiga yaitu tiga payung dan air mancur. Sebab, masa pemeliharaan pekerjaan tersebut hingga satu tahun. Sementara sampai dengan hari ini, pemeliharaannya masih berjalan sekitar enam (6) bulan.

“Kecuali tiga payung dan air mancur yang masih tanggung jawab pihak ketiga, karena masa pemeliharaannya masih tersisa enam bulanan,” timpalnya.

Baca juga: Kembali Erupsi, Gunung Anak Krakatau Keluarkan Dentuman dan Asap Bewana Kelabu

Ia berjanji akan melakukan pemeliharaan semaksimal mungkin dan akan menjaganya dengan baik alun-alun Trunojoyo.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga alun-alun Trunojoyo Sampang,” pungkasnya (Fauzi)

Sejumlah Tempat Wisata Ramai Pengunjung, Sat. Polairud Polres Sampang Siapkan Alat di Pantai Camplong

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Pasca hari raya Idul Fitri 1444 H, sejumlah tempat wisata menjadi pilihan bagi wisatawan untuk mengisi waktu liburnya, sedangkan salah satu tempat wisata di Kabupaten Sampang, Madura, Jatim, yang ramai didatangi pengunjung yakni wisata pantai Camplong.

Ramainya pengunjung di wisata Camplong tersebut menjadi perhatian dari berbagai kalangan, termasuk dari Sat. Polairud Polres Sampang Polda Jatim. Mereka mendirikan pos Search And Rescue (SAR) disekitar tenpat wisata pantai Camplong Sampang.

Pos SAR tersebut, didirikan oleh Sat. Polairud Polres Sampang Polda Jatim, sejak Jum’at (21/04/2023), hal itu dilakukan untuk memberikan layanan kepolisian pada masyarakat maupun nelayan yang beraktifitas di pantai Camplong selama liburan lebaran idul fitri.

Kapolres Sampang AKBP Siswantoro melalui Kasat Polairud Polres Sampang Iptu Catur Rahardjo menyampaikan, pendirian Pos SAR bertujuan untuk mengamankan sekaligus memberikan pelayanan pada wisatawan agar tidak terjadi kecelakaan air selama masa libur lebaran.

“Selain melaksanakan pengamanan dan patroli, petugas jaga juga melakukan himbauan-himbauan keselamatan dari darat melalui pengeras suara kapal Polisi dari pinggir pantai pada wisatawan yang berlibur di wisata Camplong,” jelasnya pada Rabu, (26/04/23).

Iptu Catur kemudian menambahkan, dalam melakukan pengamanan pada wisatawan, Sat. Polairud Polres Sampang menyediakan alat-alat keselamatan seperti jaket/rompi penolong (Life Jacket) yang bisa dipinjam wisatawan, pelampung penolong Lifebuoy dan 1 (satu) perahu karet serta 3 (tiga) kapal polisi yaitu KP.X-1046, KP.X-1032 dan KP.X-1004.

“Pengamanan ini tidak hanya bagi wisatawan di pantai camplong saja, tapi juga bagi penumpang kapal jurusan pelabuhan Trunojoyo Sampang (Tanglok) ke Pulau Mandangin juga menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Ia kemudian menghimbau pada masyarakat yang akan mengunjungi pantai wisata camplong, agar selalu berhati-hati dan waspada selama berada dipinggir pantai untuk menghindari kecelakaan air mengingat cuaca yang kurang bersahabat.

“Bagi orang tua yang membawa anak-anak, agar memberikan perhatian penuh dan selalu mengawasi buah hatinya serta melarang mereka untuk tidak mandi dipinggir pantai tanpa pendampingan dari orang tua,” imbuhnya.

Bangunan Plengsengan di Desa Aeng Sareh Sampang Ambrol

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Bangunan plengsengan di Kampung Takong, Desa Aengsareh, Kecamatan Kota Sampang Madura, Jatim, nampak terlihat ambrol, penyebabnya belum diketahui pasti, namun dugaan sementara karena bego excavator yang sedang memperbaiki saluran plengsengan.

Dilihat dari bentuknya, bangunan plengsengan tersebut nampaknya terlihat masih baru, kurang lebih sekitar sudah 1 tahunan. Disamping bangunan tersebut mimang terdapat tumpukan tanah lumpur seperti limbah yang baru terangkat dari area bangunan plengsengan.

Selain itu, di area pembangunan tidak ditemukan informasi yang menjelaskan tentang nama pekerjaan, volume pekerjaan, sumber dana, dan jumlah anggarannya. Namun berdasarkan sumber terpercaya Idpost.co.id pelaksana pekerjaan plengsengan tersebut berinisial H.A asal Desa Gulbung Kecamatan Pangarengan.

“Setau saya yang melaksanakan pembangunan plengsengan itu asal Desa Gulbung mas, coba  tanyakan saja ke orangnya, atau tanya langsung ke orang yang mengawasi waktu pelaksanaan pekerjaan itu,” titah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya, Selasa (18-04-2023).

Kemudian, setelah dikonfirmasi melalui panggilan whatsappnya dengan nomor 0878 5012 xxxx mengaku tidak tau dengan proyek tersebut, tapi anehnya ia mengetahui kalau kerusakan tersebut disebabkan karena bego excavator yang sedang memperbaiki saluran plengsengan.

“Saya tidak tahu itu proyek apa, tapi rusaknya proyek itu kena bego waktu memperbaiki saluran,” dalihnya.

Pemdes Pangarengan Gelar Sosialisasi Program Desa Berdaya

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Jatim. Menggelar sosialisasi program Desa berdaya tahun 2023, di balai Desa setempat pada Selasa 21 Maret 2023.

Hadir dalam acara tersebut, yakni Kepala Desa (Kades) Pangarengan, Moh. Aksan, Kepala Bidang (Kabid) penataan dan kerja sama Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sampang, Taufik Affan, dan konsultan Desa berdaya Provinsi Jawa Timur Sigit Agus Purnomo.

Baca juga: Sejumlah Guru Honorer Sampang, Lakukan Unras

Selain itu nampak hadir juga Kapolsek Pangarengan IPDA Sujiyono, kasi PMD Kecamatan Pangarengan, Kusnandar, Kepala produksi pegaraman III Sampang, Imam Hanafi, Babinsa, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), serta sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda Desa Pangarengan.

Kepala Desa Pangarengan Moh Aksan dalam sambutannya menyampaiakan, Desa Pangarengan merupakan salah satu Desa yang masuk sebagai kategori Desa mandiri di Kabupaten Sampang. untuk itu banyak potensi yang perlu digali melihat mata pencaharian masyarakat Desa yakni rata-rata sebagai penggarap garam.

Baca juga: Keluarga Korban Penganiayaan NYS, Lapor Ke Polres Pamekasan

Dari potensi tersebut, sebagian masyarakat Desa  Pangarengan sudah ada yang mulai menggarap sejumlah produk dari bahan garam spa. Produk yang ia sebut yaitu sabun, lulur, dan skincare.

“Jadi dari garam ini kita tidak hanya memproduksi garam konsumsi saja, tetapi juga membuat produk dari garam spa,” ujarnya.

Baca juga: Progres Pemasangan Traffic Light di JLS Sampang Sudah 67 Persen

Dikatakannya, kedepan, Desa Pangarengan mempunyai banyak rencana salah satunya yaitu untuk membangun warung apung dan kolam apung.

Kemudian, Kepala Bidang (Kabid) penataan dan kerja sama Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sampang, Taufik Affan, mengapresiasi Pemerintahan Desa pangarengan yang sudah mendapatkan reward sebagai Desa mandiri dari kementrian Desa.

Baca juga: Bea Cukai Madura Menegaskan Tembakau Iris yang Tercampur Bahan Lain Wajib Memiliki Izin

“Ada tiga Desa yang mendapatkan reward sebagai Desa mandiri diantaranya, Desa Pangarenga, Desa Jelgung, Kecamatan Robatal, dan Desa Banyuates Kecamatan Banyuates,” tandasnya.