Ratusan Pemuda Pantura di Sumenep Dukung Paslon Final

Sumenep – Ratusan pemuda pantau utara (pantura) di Sumenep yang meliputi Kecamatan Dasuk, Ambunten dan Pasongsongan melaksanakan deklarasi dan dukungan. Yakni, untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati (Cabup-Cawabup) Sumenep KH. Ali Fikri dan KH. Muh. Unais Ali Hisyam (FINAL).

Acara yang digelar di lapangan Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten itu dihadiri oleh cawabup KH. Muh. Unais Ali Hisyam, Kamis (24/10/2024). Kiai Unais (sapaan akrabnya) datang ke lokasi dengan dikawal oleh ratusan pemuda melalui konvoi sepeda motor.

Koordinatot Pemuda Pantura Moh. Fairus Abadi mengatakan, dukungan yang diberikan untuk paslon FINAL bukanlah tanpa alasan. Sebab, masyarakat Sumenep secara kultur sangat dekat dengan ulama.

“Karena itu, kami memutuskan dukungan kami pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumenep tahun ini adalah paslon FINAL,” katanya.

Fairus menambahkan, selain itu visi-misi paslon FINAL, yang menekankan pada aspek keadilan untuk masyarakat Sumenep sangat representatif. Utamanya kondisi daerah dengan potensinya yang cukup melimpah. Namun, selama ini hanya dimanfaatkan oleh beberapa kalangan saja.

“Masyarakat kerap mendapat ketidakadilan dalam kekayaan dan sumber daya alam yang dimiliki Sumenep,” ucapnya.

Dia berharap, jika paslon FINAL memenangkan kontestasi, semua potensi dan kekayaan alam Sumenep benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, berdampak untuk kesejahteraan bersama.

Dia menegaskan, bahwa paslon FINAL layak mendapat dukungan dan support dari akar rumput. Alasannya, mampu menghiduokan demokrasi dalam kontestasi Pilkada Sumenep 2024.

“Kami mendengar dulu, bahwa ada skenario calon tunggal. Nah, masuknya paslon FINAL ini menjadikan tuang demokradi tidak mati. Dukungan kami untuk paslon FINAL berangkat dari akal sehat kami sebagai pemuda di Sumenep, yang tidak terkoptasi oleh pihak manapun,” tandasnya.

Upacara Hari Santri 2023, Bupati Blitar Ajak Jihad Intelektual

IDPOST.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2023 di Alun-alun Kanigoro, Minggu, 22 Oktober 2023.

Dalam upacara tersebut, Bupati Blitar Rini Syarifah bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar menyebut kalau santri merupakan penjaga paling depan dalam perang melawan kebodohan, dan ketertinggalan.

“Mereka adalah pejuang ilmu pengetahuan yang tidak kenal lelah, mengejar pengetahuan dan kebijaksanaan sebagai senjata utama,” ucapnya.

“Inilah jihad intelektual. Untuk itu para santri harus terus membela nilai-nilai keadilan, perdamaian, dan pengetahuan,” lanjutnya.

Bupati juga mengatakan kalau santri adalah teladan dalam menjalani jihad ini.

“Dengan buku sebagai senjata dan pena sebagai tongkat kebijaksanaan, mereka memperdalam ilmu dan menyebarkan cahaya pengetahuan,” ucapnya.

“Santri ibaratnya adalah mata air yang memiliki karakter-karakter mulia, kebaikan, rendah hati, dan kasih sayang,” tuturnya.

Bupati berharap santri terus bisa membaktikan diri pada masyarakat. Mengingat tugas, pekerjaan masih sangat banyak, mulai pemberdayaan ekonomi masyarakat, stunting, buta aksara, dan masalah social lainnya.

“Saya optimis, bersama santri seluruh pekerjaan rumah tersebut dapat tuntas,” tutupnya.

Gus Yahya Ingatkan Pentingnya Jihad Bagi Santri

IDPOST.CO.ID – Momentum Hari Santri 2023, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf sebut pentingnya peran santri dalam membangun negeri.

Hal tersebut disampaikan Gus Yahya sapaan akrabnya saat melepas Jalan Santai Hari Santri 2023 di Surabaya, Sabtu 21 Oktober 2023.

“Peran itu antara lain terwujud dari semangat jihad fi sabilillah yang sudah digelorakan sejak zaman perang kemerdekaan,” katanya.

Disebutkanya peran santri dalam jihad fii sabilillah diantaranya mempertahankan NKRI, menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945.

“Mari kita berjihad. Sebab negara ini didirikan dengan jihad. Masa depannya juga harua diperjuangkan dengan jihad. Jihad santri, jayakan negeri,” tegas Gus Yahya.

Negeri ini, kata Gus Yahya, tidak akan berjaya tanpa jihad dari warganya.

“Jihad yang dilandasi semangat kepahlawanan sebagaimana diteladankan para pahlawan demi tegaknya Indonesia,” ujarnya.