Kyai Erfan Hidayatullah Situbondo: Gus Farkhan Punya Kapasitas Lintas Agama untuk Bangun Kerukunan

IDPOST.CO.ID – Pengasuh Ponpes Hidayatul Huffadz Asembagus Situbondo, Kyai Erfan Hidayatullah mendukung Gus Farkhan untuk menggantikan Gus Miftah.

Menurut Kyai muda alumni Fakultas Dakwah IAI Ibrahimy Sukorejo ini, Gus Farkhan memilki kapasitas yang memadai menggantikan Gus Miftah.

“Gus Farkhan pernah menjabat stafsus Menpora. Selain itu, dari sisi gerakan keagamaan, tokoh muda ini memilki concern dalam dunia sholawat, terbukti ia mendirikan Majelis Sholawat Arro’iyah Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kyai Erfan menggambarkan sosok Gus Farkhan sebagai tokoh muda yang memiliki pergaulan lintas agama.

“Selain dekat dengan tokoh-tokoj muslim, Gus Farkhan juga bergaul dengan tokoh-tokoh di luar islam,” tuturnya.

Soal kapasitas ilmu keagamaan lanjutnya, pihaknya sudah tidak ragu terhadap Gus Farkhan.

“Selain alumni IAIN Sunan Kali Jogo Yogyakarta, beliau juga santri yang bisa baca kitab kuning yang menjadi khazanah spesifik pesantren salaf,” imbuh Kyai Erfan.

Secara popularitas, Kyai Erfan menyebut kalau Gus Farkhan memang tidak populer sebagai penceramah seperti Gus Miftah.

Akan tapi tegasnya, untuk menjadi utusan khusus Presiden kan tidak harus populer sebagai penceramah.

“Yang terpenting paham isu-isu kerukunan beragama dan sarana prasarana keagamaan dalam konteks pembangunan negara,” ucapnya.

“Posisi itu kan bukan sekedar mengurus pengajian atau jadwal ceramah agama, tapi bagaimana mengelola dinamika kerukunan umat beragama menjadi salah satu kekuatan yang menopang kemajuan bangsa,” tutupnya.

Lereng Gunung Argopuro Terbakar Hebat

IDPOST.CO.ID – Lereng Gunung Argopuro di Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo dikabarkan mengalami kebakaran.

Kebakaran lereng Gunung Argopuro terjadi pada Jumat 13 Oktober 2023 sekitar pukul 18.00 WIB.

Sruwi Hartanto, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo menyebut kalau pihaknya mengetahui adanya api sekitar pukul 18.00 WIB.

Ia juga mengatakan kalau melihat adanya titik api pihaknya bersama masyarakat berusaha memadamkan apai dengan alat seadanya.

“Saat itu petugas dan masyarakat melakukan pemadaman secara manual, digepyok (api dipukul pakai kayu),” katanya.

Dijelaskanya, titik apai berada dilokasi yang cukup terjal dan cukup jauh.

Hal itulah yang membuat petugas dan masyarakat kesulitan untuk memadamkan api.

Ia juga menyebut kalau sampai sekarang api masih belum berhasil dipadamkan.

Bahkan personel gabungan mulai dari anggota Polsek Sumbermalang, Koramil, dan Tagana Kabupaten Situbondo terus ditambah.

Ia juga menyebut, tidak ada korban dalam tragedi kebakaran tersebut karena lokasi kebakaran jauh dari pemukiman masyarakat.

“Api terus ada dan sulit dipadamkan karena berada di kemiringan tebing yang terjal,” terangnya.

Sruwi belum mengetahui pasti penyebab kebakaran itu. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat pengaruh musim kemarau yang panjang.

“Kebakaran hutan untuk tadi malam kurang lebih 10 hektar yang terbakar, pihak Perhutani sekarang juga melakukan pemantauan api,” katanya.