Nikita Mirzani Kecewa Lahirkan Lolly, Sulit Diatur dan Gak Mau Sekolah

IDPOST.CO.ID – Artis seksi Nikita Mirzani mengaku kalau ia menyesal sudah melahirkan putri sulungnya, Laura Meizani Nasseru Asry atau Lolly.

Dikutip dari YouTube Intens Investigasi, kekecewaan Nikita Mirzani kepada Lolly karena putri sulungnya itu dinilai sulit diatur.

Perlu diketahui, perseteruan antara ibu dan anak tersebut masih terus bergulir sampai detik ini juga.

Bahkan, beredar kabar pula kalau Lolly kini sudah tidak lagi mendapat kiriman uang dari sang ibu yakni Nikita Mirzani.

Dalam video tersebut Nikita Mirzani menyebut kalau anaknya itu boleh menentukan sikapnya apabila ia sudah benar-benar dewasa.

Bahkan, Nikita Mirzani juga meminta Lolly untuk menyelesaikan pendidikanya di bangku SMA terlebih dahulu sebelum hidup mandiri.

“Kalau mau bebas, nggak mau diatur sama orang tua, ntar tunggu kalau udah gede,” katanya.

“Lulus dulu deh SMA, yang penting lulus dulu SMA, jangan bikin malu nggak lulus SMA,” terang Nikita Mirzani.

Nikita Mirzani akan membebaskan Lolly apabila sudah kuliah hingga bandingkan dengan masa mudanya dahulu.

“Nginjek kuliah, terserah deh lu mau pacaran, lu mau minum wine kek, yang penting lulus SMA dulu deh, belum 17 tahun.”

“Gua aja awal kenal pacaran umur 19 tahun

Nikita Mirzani pun berseloroh menyesal melahirkan Lolly.

“Tau gitu, gua masukin lagi ke perut,” selorohnya.

PPDB Tingkat SMA/SMK di Sampang Belum Memenuhi Pagu

IDPOST.CO.ID, SAMPANG – Cabang Dinas (Cabdin) pendidikan wilayah Kabupaten Sampang, Madura, menyatakan, Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah menengah atas (SMA/sederajat) masih belum memenuhi pagu atau batas tertinggi.

Dari sejumlah sekolah tingkat SMA/SMK yang ada di Kabupaten Sampang yang memenuhi pagu cuman satu sekolah yakni SMA 1 Kabupaten Sampang.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur, wilayah Kabupaten Sampang, melalui Kasi SMA dan PK-PLK Mas’udi Hadiwijaya ketika dikonfirmasi diruang kerjanya menyatakan PPDB di Kabupaten Sampang masih belum memenuhi pagu, sesangkan yang memenuhi masih satu sekolah.

“Dari sejumlah sekolah SMA yang ada di Kabupaten Sampang yang memenuhi pagu cuma SMA 1 Sampang dengan jumlah 324,” jelasnya pada Rabu (12/07/23)

Kemudian Mas’udi menjelaskan, proses PPDB saat ini sudah selesai dan sebentar lagi sudah mulai masuk pada proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Meski demikian ia menjelaskan kalau dalam PPDB itu terdapat tiga jalur diantaranya jalur afirmasi yang terdiri dari buruh dan prestasi. Kemudian, jalur nilai akademik, dan jalur zonasi.

“Sistem zonasi ini berlaku untuk antar kabupaten dan perbatasan,” ucapnya.