Pemuda Pemilih Pandai Banten Bagikan Ribuan Telur Kepada Warga untuk Cegah Stunting

IDPOST.CO.ID – Komunitas pemudi dan pemuda yang menamakan diri Pemuda Pemilih Pandai Provinsi Banten menggelar aksi sosial membagikan ribuan butir telur ayam kepada warga.

Aksi bagi-bagi telur berlangsung selama empat hari sejak 8-11 Januari 2024 dengan mentargetkan ratusan anak-anak yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Serang. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pencegahan stunting.

Koordinator Pemuda Pemilih Pandai Provinsi Banten, Yogi alias Goy (27) mengatakan, untuk tahap awal telur ayam dibagikan kepada 600 anak-anak didampingi orang tua masing-masing.

“Telur yang dibagikan sebanyak 1.200 butir tersebar di sepuluh kecamatan Kabupaten Serang. Dengan rincian hari pertama (tiga kecamatan), hari kedua (tiga kecamatan), hari ketiga (dua kecamatan) dan hari keempat (dua kecamatan),” papar Yogi dalam keterangannya, Kamis (11/1/2024).

Kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian pemuda dalam hal pencegahan stunting khususnya di Kabupaten Serang. Untuk tahap awal pembagian telur difokuskan pada 10 kecamatan yang di antaranya terdapat lokasi kasus (Lokus) stunting di Serang.

Ke-10 kecamatan tersebut yakni Petir, Tanjungteja, Cikeusal, Kragilan, Kopo, Cikande, Ciruas, Kragilan, Pontang dan Baros. Sementara kecamatan yang menjadi 10 lokus penanganan stunting di Serang meliputi Jawilan, Kopo, Cikeusal, Pabuaran, Binuang, Baros, dan Padarincang.

Yogi mengatakan, Pemuda Pemilih Pandai Provinsi Banten merasa terpanggil untuk ikut berperan menekan angka stunting dan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2019, angka stunting di Kabupaten Serang sebesar 39,43 persen. Pada 2021 turun 12,23 persen, dan pada 2022 menurun di angka 0,8 persen.

Sementara berdasarkan data angka prevalensi stunting Kabupaten Serang pada 2021 mencapai 27,2 persen dan pada 2022 menjadi 26,4 persen atau turun 0,8 persen.

Pemkab Serang mencatat sebanyak 110.431 anak atau 86,15 persen dan prevalensi balita stunting 6.662 anak atau 6,03 persen. Angka ini muncul setelah dilakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan balita pada medio Agustus 2023.

Kendati Banten tidak masuk dalam 10 Provinsi dengan angka stunting tertinggi nasional, namun pihaknya mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pemkab Serang melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) salah satunya sudah menyosialisasikan kepada 52 dapur sehat stunting (Dahsat) di daerah itu.

Dahsat sendiri berperan aktif menangani anak penderita stunting dengan memberikan makanan olahan daun kelor seperti sayur, puding, kue, minuman dan varian lainnya yang disukai anak-anak.

Di sisi lain, Yogi menyatakan, kegiatan peduli stunting yang diinisiasi ini merupakan gerakan moral pemilu damai pemilih pandai. Harapannya pemuda yang lain juga ikut berkontribusi memberikan aksi nyata yang berdampak walaupun nilainya kecil.

“Yang kami buat ini aksi, bukan nanti,” ucapnya.

Selanjutnya, Pemuda Pemilih Pandai akan secara berkala membagikan telur di wilayah Banten lainnya seperti Tangerang dan Pandeglang. Anggarannya diambil dari dana hasil swadaya masyarakat dan penggalangan berbagai donator bila sudah terkumpul akan dibelanjakan susu untuk diberikan kepada masyarakat.

“Kiranya kegiatan ini dapat motivasi bagi masyarakat dan pemuda lain untuk saling berbagi agar anak Indonesia terbebas dari stunting. Terutama di tahun politik, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 kita para pemuda harus menjadi pemilih pandai,” ajak Goy.

Salah seorang tokoh perempuan menilai secara pribadi kegiatan pemuda bagi-bagi telur untuk pencegahan stunting sangat bagus patut dicontoh. Dengan adanya pembagian telur tersebut akan menambah gizi kepada anak kususnya balita untuk memenuhi asupan empat sehat lima sempurna.

“Mungkin bisa untuk keseimbangan gizi juga. Kita berharap untuk kelanjutannya mungkin bisa lebih lagi dikasih stimulan untuk tumbuh kembang yang bgus, sehingga menjadikan generasi penerus yang sehat, kuat dan dengan sendirinya pasti SDM-nya juga oke,” kata Sunarsih yang juga Ketua PAUD di Kampung Rancondo, Kopo, Kab. Serang.

Menurutnya upaya pencegahan stunting juga sudah digencarkan Pemkab Serang melalui bantuan paket sembako untuk penekanan angka stunting.

“Yang berupa menu telur pertama dan hingga sekarang masih berjalan mungkin ada yang namanya dapur sehat stunting (dahsat),” katanya.

Peringati Hari Kartini, Pemkab Sidoarjo Mengajak Kader Kesehatan Turunkan Stunting

IDPOST.CO.ID, SIDOARJO, – Peringati hari Kartini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo menyelenggarakan acara Promosi Kesehatan bertemakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Kegiatan GERMAS dilaksanakan pada Rabu (3/05/2023) di Pendopo Delta Wibawa jalan Cokronegoro No. 1, Sidoarjo, dihadiri kurang lebih 400 orang kader kesehatan dan Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) se-Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sidoarjo DR. Fenny Apridawati, mengucapkan terima kasih atas kehadiran para kader kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam acara peringatan hari Kartini.

“Semua kader kesehatan yang hadir saat ini adalah Kartini – Kartini pejuang kesehatan yang berjuang dalam menurunkan stunting melalui inisiasi menyusui dini di dalam ASI eksklusif ke seluruh keluarga di wilayah Kabupaten Sidoarjo,” papar Fenny kepada Bupati Sidoarjo.

Disampaikan pula bahwa pada hari ini 6 ribu kader kesehatan yang merangkap menjadi kader PPKBD mendapatkan support dari PT. Tjiwi Kimia melalui program corporate social responsibility (CSR) berupa fasilitas BPJS Ketenagakerjaan selama 3 bulan.

Kadinkes Sidoarjo juga memaparkan terkait stunting mendapatkan bantuan dan solusi dari Poltekkes Kemenkes RI, bahkan yang semula kantor pusatnya selama ini ada di Surabaya, tahun ini akan digeser ke wilayah Sidoarjo.

“Hari ini Poltekkes Kemenkes RI memberikan bantuan yang diserahkan secara simbolis sebanyak 100 jamban sehat kepada Desa Wonoayu 9 jamban, Desa Kepadangan 59 jamban, Desa Balongdowo 29 jamban, Desa Sugihwaras 3 jamban,” pungkasnya.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali atau yang akrab disapa Gus Muhdlor di dalam pidatonya mengatakan pada Agustus dan September 2022, angka stunting di wilayah Kabupaten Sidoarjo berdasar Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 mengalami kenaikan dari 14,8 persen menjadi 16,1 persen.

Kader kesehatan RCCE dalam kegiatan hari Kartini bersama Pemkab Sidoarjo dan Dinkes Sidoarjo
Kader kesehatan RCCE dalam kegiatan hari Kartini bersama Pemkab Sidoarjo dan Dinkes Sidoarjo

“Masalah terkait stunting adalah tugas kita bersama. Bupati dan wakil Bupati maupun Kadinkes tidak bisa apa-apa tanpa peran serta dari ibu-ibu kader kesehatan,” ucap Gus Muhdlor disambut tepuk tangan kader kesehatan yang hadir di acara hari Kartini.

Ia juga sampaikan, permasalahan stunting tidak hanya masalah gizi saja, walaupun ada kaitannya dengan ASI eksklusif dan index menyusui dini. Tetapi juga persoalan gaya hidup, salah satunya Open Defecation Free (ODF) atau buang air besar sembarangan.

“Ibu-ibu muda yang memberi ASI eksklusif hanya 10 persen, index menyusui dini hanya 19 persen. Diharapkan kader sosialisasikan pentingnya ASI eksklusif, anak-anak jangan hanya diberikan susu formula saja. Selain itu pentingnya hidup sehat dengan tidak buang air besar sembarangan,” kata Bupati.

Pemerintah Kabupaten bersama dengan Dinkes Sidoarjo akan secepatnya membuat edaran ke perusahaan-perusahaan besar untuk memberikan fasilitas kepada ibu-ibu yang baru melahirkan agar bisa pumping atau memerah ASI demi menurunkan angka stunting di wilayah Sidoarjo.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Poltekkes Kemenkes RI, Luthfi Rusdi, Nara sumber RSUD Dr. Soetomo,  Dr.dr. Hj. Riska Atika, Kadinkes Sidoarjo Fenny Apridawati, BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo diwakili Edy Sasono, Direktur PT. Tjiwi Kimia, diwakili Beny Hariawan, Direktur Plato Foundation, Dita Amalia bersama 30 kader RCCE, Ketua APPSAN , DR. Koen Irianto Uripan, BAZNAS Sidoarjo, Camat serta 400 kader kesehatan se-kabupaten Sidoarjo.

Dalam kegiatan GERMAS tersebut dilakukan penyerahan secara simbolis fasilitas BPJS Ketenagakerjaan bagi kader kesehatan dan pemberian hadiah kepada pemenang lomba membuat video atau konten terkait dengan kesehatan yang bekerjasama dengan Plato Foundation

Direktur Utama Yayasan Plato Foundation Dita Amalia, mendukung Dinkes Kabupaten Sidoarjo di dalam mewujudkan ‘Sidoarjo Sehat’ terutama dalam pencegahan stunting, imunisasi dan kesehatan lainnya melalui program Risk Communication and Community Engagement (RCCE).

“Program RCCE tersebut dirancang untuk memperkuat para kader tenaga kesehatan dengan memberi pengetahuan bagaimana menangkal berita hoax terutama diinfodemi dan mempromosikan perilaku pencegahan, membangun kepercayaan serta keyakinan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang bersifat esensial, salah satunya pencegahan stunting,” ungkapnya.

Teguh

Tekan Stunting, TNI AD Hadir dalam Upaya Prevalensi

IDPOST.CO.ID, GRESIK,- Pemerintah telah berupaya guna menurunkan angka stunting dengan menargetkan jumlah keseluruhan permasalahan stunting yang terjadi pada waktu tertentu di sebuah daerah (angka prevalensi stunting) di angka 14 % pada tahun 2024.

Sementara itu World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia telah menetapkan standar angka stunting sebuah negara di bawah angka 20%.

Upaya penurunan angka prevalensi stunting adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Untuk itulah TNI AD hadir berkolaborasi dengan Instansi pemerintah yang lainya bersama-sama menyelesaikan persoalan ini.

Tekan Stunting, TNI AD Hadir dalam Upaya Prevalensi
Tekan Stunting, TNI AD Hadir dalam Upaya Prevalensi

Komandan pusat teritorial TNI Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen TNI Teguh Muji Angkasa mengatakan, bahwa pemberian nutrisi yang tepat kepada ibu hamil dan menyusui merupakan upaya awal dalam melakukan pencegahan yang dapat mengurangi risiko anak mengalami stunting.

“Juga tidak bisa dikesampingkan juga faktor sosial budaya berupa tradisi dan kebiasaan dalam pola pengasuhan yang kurang baik dalam keluarga,” ujarnya saat mengunjungi program percepatan penurunan stunting di WEP Kabupaten Gresik, pada hari Rabu (3/5/2023).

Masih kata Letjen TNI Teguh, pola asuh tersebut meliputi kemampuan untuk menyiapkan waktu, dukungan dan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan baik secara fisik, sosial dan mental anak dalam tumbuh kembangnya di lingkungan keluarga.

Danpusterad dalam kunjungannya ke Gresik juga di dampingi Irdam V/Brw, Brigjen TNI Abdul Rahman, Kepala Seksi Teritorial Korem 084/BJ Kolonel Arh. Syafa’ Susanto, Waaster Kasdam V/Brw. Letkol Inf La Ode Moh. Nurdi, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar.

Usai melaksanakan peninjauan program percepatan penurunan stunting selanjutnya Danpusterad serta rombongan melakukan silaturahmi dengan pengasuh dan santri sekaligus Karya Bhakti di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

Pada kesempatan tersebut Danpusterad mengatakan bahwa Karya Bhakti adalah salah satu bagian dari pembinaan Teritorial TNI AD dengan tujuan untuk membangun soliditas yang kokoh antara sesama Prajurit TNI, pemerintah dan komponen masyarakat, sehingga kemanunggalan antara TNI dengan rakyat dapat terbina dengan baik.

(Penrem084, Teguh)