Rapat Perdana Kwarcab Sumenep: Langkah Strategis Pramuka Menuju Masa Depan

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep melaksanakan rapat pimpinan perdana yang berlangsung di Aula Hamengkubowono XI pada Sabtu (26/10/2024).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Kwarcab Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, serta dihadiri oleh jajaran pengurus, meliputi ketua harian, delapan wakil ketua, sekretaris, dan bendahara. Agenda utama rapat ini adalah merumuskan langkah-langkah strategi untuk lima tahun kedepan

Dalam perayaannya, Wahyu Kurniawan Pribadi menekankan pentingnya kerja sama dan komitmen seluruh pengurus dalam mewujudkan visi yang lebih baik bagi Gerakan Pramuka Sumenep.

“Kita harus menyatukan visi untuk mengabdi dan memajukan Gerakan Pramuka Sumenep sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda,” ungkapnya

Ia juga menekankan agar setiap anggota pengurus dapat memberikan masukan yang membangun demi kemajuan organisasi. Selain itu, rapat ini juga membahas rencana kerja dan berbagai program yang akan diimplementasikan dalam lima tahun

“Kita perlu terus berinovasi dalam kegiatan kepramukaan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Ini penting agar pramuka Sumenep memiliki daya saing tinggi dan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pramuka,” ucap Wahyu

Ia menambahkan, pentingnya kolaborasi antara Kwarcab Sumenep dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan keberhasilan program-program kepramukaan.

“Kami ingin menjadikan Pramuka sebagai bagian dari solusi untuk mengatasi berbagai tantangan di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.

Melalui rapat ini, Kwarcab Sumenep berharap dapat memulai lembaran baru dengan komitmen yang kuat untuk mengembangkan Pramuka Sumenep yang lebih maju dan berdaya

Ratusan Pemuda Pantura di Sumenep Dukung Paslon Final

Sumenep – Ratusan pemuda pantau utara (pantura) di Sumenep yang meliputi Kecamatan Dasuk, Ambunten dan Pasongsongan melaksanakan deklarasi dan dukungan. Yakni, untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati (Cabup-Cawabup) Sumenep KH. Ali Fikri dan KH. Muh. Unais Ali Hisyam (FINAL).

Acara yang digelar di lapangan Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten itu dihadiri oleh cawabup KH. Muh. Unais Ali Hisyam, Kamis (24/10/2024). Kiai Unais (sapaan akrabnya) datang ke lokasi dengan dikawal oleh ratusan pemuda melalui konvoi sepeda motor.

Koordinatot Pemuda Pantura Moh. Fairus Abadi mengatakan, dukungan yang diberikan untuk paslon FINAL bukanlah tanpa alasan. Sebab, masyarakat Sumenep secara kultur sangat dekat dengan ulama.

“Karena itu, kami memutuskan dukungan kami pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumenep tahun ini adalah paslon FINAL,” katanya.

Fairus menambahkan, selain itu visi-misi paslon FINAL, yang menekankan pada aspek keadilan untuk masyarakat Sumenep sangat representatif. Utamanya kondisi daerah dengan potensinya yang cukup melimpah. Namun, selama ini hanya dimanfaatkan oleh beberapa kalangan saja.

“Masyarakat kerap mendapat ketidakadilan dalam kekayaan dan sumber daya alam yang dimiliki Sumenep,” ucapnya.

Dia berharap, jika paslon FINAL memenangkan kontestasi, semua potensi dan kekayaan alam Sumenep benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, berdampak untuk kesejahteraan bersama.

Dia menegaskan, bahwa paslon FINAL layak mendapat dukungan dan support dari akar rumput. Alasannya, mampu menghiduokan demokrasi dalam kontestasi Pilkada Sumenep 2024.

“Kami mendengar dulu, bahwa ada skenario calon tunggal. Nah, masuknya paslon FINAL ini menjadikan tuang demokradi tidak mati. Dukungan kami untuk paslon FINAL berangkat dari akal sehat kami sebagai pemuda di Sumenep, yang tidak terkoptasi oleh pihak manapun,” tandasnya.

Antisipasi Banjir, Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Bersihkan Sungai Marengan

SUMENEP, – Tak kenal lelah, dan tak takut kotor, itulah sosok AKBP Henri Noveri Santoso Kapolres Sumenep, Madura Jawa Timur, dalam bekerja sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat. Kamis 24/10/2024

Dirinya terjun langsung ke aliran sungai tepatnya disungai Marengan, Kecamatan Kota untuk membersihkan sampah yang menjadi sumbatan aliran air sehingga fungsi sungai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih aliran Sungai ini untuk mengantisipasi banjir di musim hujan nanti.

“Kita melihat kerap terjadi genangan air dan menyebabkan terjadinya kenaikan debit air di musim hujan akibat tumpukan sampah, ” tuturnya

Kegiatan ini, kata Kapolres AKBP Henri semoga bisa menyadarkan diri kita dan masyarakat Sumenep agar tetap menjaga kelestarian sungai dengan baik dan tidak membuang sampah sembarangan apalagi di Sungai, ” terangnya

“Dengan lingkungan yang bersih dan asri membuat kita bisa hidup sehat dan bebas dari banjir.

Selain itu, Kapolres AKBP Henri menambahkan dengan aliran sungai yang bebas dari sampah plastik bukan hanya untuk mencegah terjadinya banjir di musim hujan tetapi agar para petani yang memerlukan air dari aliran sungai tersebut tidak resah karena banyaknya sampah yang masuk ke sawah mereka.

Kapolres AKBP Henri menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga sungai dan lingkungan kita dengan tidak membuang sampah sembarangan, ” pungkasnya

Anugerah Kampus Unggulan 2024: STKIP PGRI Sumenep Sabet Peringkat ke-3 Kategori Kualitas Pelaporan Terbaik

IDPOST.CO.ID – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep, Madura, kembali meraih penghargaan sebagai perguruan tinggi terbaik ke-3 dalam kategori Kualitas Pelaporan Terbaik. Kamis, 05 September 2024

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur (Jatim).

Diketahui, pemberian penghargaan tersebut dalam acara Anugerah Kampus Unggulan (AKU) 2024 yang berlangsung pada Kamis (05/09/2024) yang bertempat di Grand Mercure Malang Mirama.

Ketua STKIP PGRI Sumenep, Dr. Asmoni, M. Pd dalam keterangannya menyatakan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan sebagai perguruan tinggi terbaik ke-3 dalam kualitas pelaporan terbaik.

“Alhamdulillah, tahun ini kita mendapatkan penghargaan dari LLDIKTI Wilayah VII. Ini tentu didapat berkat kerjasama tim seluruh civitas akademika yang luar biasa,” ujar Ketua STKIP PGRI Sumenep.

Lebih lanjut, pihaknya mengharapkan penghargaan ini menjadi bukti komitmen STKIP PGRI Sumenep dalam menjaga transparansi dan kualitas pelaporan institusinya.

“Dengan penghargaan ini, STKIP PGRI Sumenep tidak hanya diakui dari sisi akademis, tetapi juga dalam aspek manajerial, khususnya dalam hal pelaporan yang akuntabel dan berkualitas tinggi,” tegasnya.

Atas penghargaan ini, ia berharap akan memacu semangat seluruh civitas akademika untuk terus menjaga standar tinggi dalam pendidikan dan manajemen institusi.

“Kami berharap ke depannya kita bisa mendapatkan penghargaan-penghargaan dalam kategori lainnya, yang tentunya semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pendidikan di STKIP PGRI Sumenep.” pungkasnya.

Merdeka! Pragaan Sumenep Gelar Upacara dan Fair untuk Membangun Mimpi Besar Masyarakat

IDPOST.CO.ID – Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia atau HUT ke-79 Republik Indonesia yang diadakan oleh Pemerintah Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep berlangsung meriah, pada Sabtu,17/08/2024.

Upacara tersebut berlangsung dilapangan Ar – Rahman Pragaan Laok, yang diikuti oleh pemerintah Desa seKecamatan Pragaan dan juga beberapa organisasi kepemudaan yang ada di kecamatan Pragaan.

Camat Pragaan Indra Hernawan mengatakan kalau untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia hususnya di Pragaan tidak hanya sekedar melalui upacara.

“Pragan Fair, yang di dalamnya melakukan pemberdayaan ekonomi, kesenian, menjaga tradisi, yang dapat mendongkrak perekonomian masyarakat juga bagian dari memperingati HUT RI” tuturnya.

Beliau juga berharap kepada seluruh masyarakat Pragaan untuk mempunyai mimpi besar.

“Sesuai tagline Pragaan fair kami ingin masyarakat bisa mengembangkan diri, memajukan tradisi dan ekonomi” jelasnya.

Tagline Nusantara Baru, Indonesia Maju berupaya kita mempunyai hal -hal baru.

“Pragaan sendiri sudah mempunyai tugu keris, itu sama halnya di IKN juga, jadi ayo masyarakat Pragaan hususnya bagi pemuda munculkan semangat baru untuk lebih memajukan Pragaan,” pungkasnya.

Peletakan Batu Pertama Rumah Sahabat PMII di Sumenep: Bupati Achmad Fauzi Ajak Kader Muda Tingkatkan Kualitas Diri

IDPOST.CO.ID – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojodo lakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Rumah Sahabat PMII di Jalan Kamboja, Kota Sumenep.

Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sahabat PMII dihadiri oleh para kader dan alumni PMII Sumenep, Minggu 11 Agustus 2024

Dalam sambutannya, Bupati Achmad Fauzi menegaskan pentingnya Rumah Sahabat PMII sebagai pusat kegiatan intelektual dan sosial bagi generasi muda, khususnya para kader PMII.

“Rumah ini akan menjadi tempat penting untuk berdiskusi dan berkumpul, memperkuat kontribusi para generasi muda dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung organisasi kepemudaan dengan menyediakan fasilitas ini sebagai wadah untuk pengembangan dan pembinaan kader.

“Kami berharap Rumah Sahabat ini akan memotivasi para kader PMII untuk terus meningkatkan kualitas diri dan peran mereka dalam masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi pembangunan ini, ketua IKA PMII Sumenep, Hairullah, menyambut baik langkah ini setelah menanti sekian lama.

“Dengan bantuan pemerintah Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi, akhirnya impian kami untuk memiliki Rumah Sahabat menjadi kenyataan,” katanya dalam sambutannya.

Hairullah menambahkan bahwa Rumah Sahabat ini akan menjadi tempat bagi para kader untuk berdiskusi dan mengasah kemampuan, serta memberikan kontribusi yang positif bagi kabupaten.

Dengan dimulainya proses pembangunan ini, diharapkan Rumah Sahabat PMII Sumenep dapat segera menjadi pusat vitalitas bagi pemuda-pemudi dalam memajukan daerah mereka.

Daftar Kekayaan Kekayaan Achmad Fauzi, Calon Petahana Bupati Sumenep

IDPOST.CO.ID – Dikabarkan akan maju lagi, berikut daftar kekayaan yang di miliki calon petahana Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Terpantau Achmad Fauzi melaporkan hartanya di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Tanggal Penyampaian/Jenis Laporan – Tahun: 25 Maret 2024/Periodik – 2023.

Achmad Fauzi Wongsojudo resmi mendapat rekomendasi dari DPP PAN untuk kembali maju di Pilkada 2024 Sumenep.

Surat rekomendasi itu diserahkan oleh Ketua DPW PAN Jawa Timur, Ahmad Rizki Sadig.

Berikut rincian harta pria yang akrab disapa Cak Fauzi Bupati Sumenep:

Tanah dan Bangunan

Harta Cak Fauzi yang dilaporkan di LHKPN berupa tanah dan bangunan memiliki nilai total mencapai Rp12.215.050.000

Terdiri dari 13 bidang tanah dan bangunan dengan nilai yang beragam, mulai dari Rp2 miliar di Sumenep hingga Rp1 miliar di Depok.

Alat Transportasi dan Mesin

Achmad Fauzi juga memiliki aset berupa kendaraan yang terdiri dari 5 mobil dan 1 motor.

Nilai total aset kendaraan tersebut mencapai Rp1.644.500.000 yang terdiri dari 3 mobil Mercedes-Benz, 1 Nissan Elgrand, dan 1 mobil minibus Daihatsu. Selain itu, terdapat juga 1 motor bermerk Honda.

Harta Bergerak Lainnya

Achmad Fauzi juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp195 juta dalam LHKPN.

Tabungan atau Kas

    Achmad Fauzi mencatatkan tabungan dan setara kas sebanyak Rp388.511.204.

    Selain itu ia juga memiliki catatan hutang 388.511.204. Jadi total kekayaan Cak Fauzi mencapai Rp14.130.331.101.

    Demikianlah informasi terbaru mengenai harta kekayaan Cak Fauzi yang kembali maju dalam Pilkada Sumenep 2024 sebagai Bupati petahana.

    Warga Gersik Putih Sumenep, Usir Pekerja Pembangunan Tambak Garam

    IDPOST.CO.ID, SUMENEP – Warga Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali mengusir paksa pekerja pembangunan tambak garam di kawasan pantai Desa setempat, Sabtu (20/05/2023).

    Pihak penggarap yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) ngotot untuk membangun lahan garam dengan mereklamasi Pantai Gersik Putih ditengah gejolak penolakan warga.

    Mereka mendatangkan para pekerja pembangunan tambak garam tersebut dari luar Desa dengan melakukan pemancungan bambu dan pengerukan laut menggunakan excavator untuk membuat tanggul.

    Sempat terjadi cekcok antara warga lokal dengan pekerja pembangunan tambak karena enggan turun dari ponton dan excavator.

    Beruntung cekcok mulut tersebut tidak berlangsung lama hingga akhirnya pekerja turun meninggalkan alat berat tersebut dengan bercebur ke pinggir pantai.

    ”Aksi warga ini semata-mata untuk melindungi supaya pantai tetaplah pantai, tidak dijadikan  bangunan apapun termasuk tambak.,” kata Ketua Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (Gema Aksi), Amirul Mukminin.

    Amirul menduga pihak penggarap memaksakan kegiatannya untuk membuat tanggul-tanggul sebagai batas penguasaan atas lahan tersebut. Pasalnya, dalam waktu dekat, Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan turun ke lokasi untuk memastikan kawasan ber-SHM (sertipikat hak milik) adalah daratan atau lautan.

    ”Waktu kami demo ke BPN untuk membatalkan SHM yang menjadi alasan penggarap membangun tambak, akan turun minggu depan untuk memastikan laut atau darat. Makanya, sepertinya penggarap mengejar waktu agar sebelum BPN turun, sudah ada tanggul-tanggul pembatas,” ungkapnya.

    Warga akan tetap memantau aktivitas pekerjaan dengan melakukan patrol dan siaga di kampung siang malam untuk memastikan tidak ada penggarapan. Kawasan laut tersebut tetap harus terlindungi supaya tidak berubah bentuk, apalagi menjadi tambak garam.

    ”Karena jelas dampaknya kepada masyarakat lingkungan sekitar. Eksistem laut akan rusak, perkampungan terancam banjir rob dan abrasi, serta sumber penghasilan warga akan hilang,” ucapnya.

    Sebelumnya, kawasan pantai atau laut di Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura Sumenep akan direklamasi untuk dibangun tambak garam oleh investor atau penggarap yang difasilitasi Pemerintah Desa. 41 Ha lahan dan 21 Ha diantaranya sudah ber SHM yang akan digarap.

    Warga menolak bahkan beberapa kali melakukan aksi protes dan demo ke Pemerintah Desa dan Pemkab serta BPN. Sebab, reklamasi laut itu tidak menguntungkan bagi warga bahkan akan berdampak buruk. (Bsr)