Resmi, Jatim Sandang Status Provinsi ODF Ke-5 Nasional

Surabaya, Idpost.co.id,- Provinsi Jawa Timur akhirnya resmi menyandang status Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan. Penegasan tersebut diumumkan dalam “Deklarasi ODF Provinsi Jawa Timur 2025” pada Rabu, (07/05/2025) di Aula Dinkes Provinsi Jatim, Jl. A. Yani No. 118, Kota Surabaya.

Penetapan ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi kelima di Indonesia yang berhasil memenuhi pilar pertama Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan secara menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota.

Penegasan status ODF ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Verifikasi ODF oleh Ketua Tim Verifikator Nasional STBM, dr. Then Suyanti, bersama dengan anggota dan disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

“Selamat kepada Jawa Timur, kini resmi menjadi provinsi ke-5 yang berhasil ODF secara penuh. Ini bukan sekadar capaian administratif, tapi bentuk nyata dari kerja kolektif lintas sektor,” ucap dr. Then Suyanti.

Direktur Kesling Kementerian Kesehatan RI menambahkan jika keberhasilan ini sebuah langkah besar guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ia berharap akan ada keberlanjutan dalam program sanitasi sehingga seluruh pilar-pilar STBM berhasil diimplementasikan.

Sebelum deklarasi, Tim Nasional STBM melakukan verifikasi lapangan dan lokus sampling menyeluruh di 4 wilayah utama, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Sumenep.

Mereka telah melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi sanitasi, keterlibatan masyarakat, serta bukti-bukti keberhasilan eliminasi perilaku buang air sembarangan.

Dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P., menandatangani Komitmen Menuju Sanitasi Aman dan STBM 5 Pilar. Hal tersebut sebagai bentuk dukungan dalam program sanitasi sehat yang berkelanjutan dan Pemprov Jatim tidak akan berhenti dalam status ODF.

“Kami berkomitmen untuk melanjutkan langkah ini ke pilar STBM lainnya. Bukan hanya stop BABS, tapi juga cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah, serta limbah cair rumah tangga,” tegas Adhy.

Sekda Provinsi Jatim menambahkan jika deklarasi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju Sanitasi Aman berbasis pilar-pilar STBM lainnya. Kami siap mengawal seluruh tahapan program ini secara berkelanjutan.

Tokoh nasional di bidang sanitasi dan perubahan prilaku, DR. Koen Irianto Uripan, S.H., M.M., yang hadir dalam kegiatan ini ikut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian Provinsi Jawa Timur dan seluruh elemen masyarakat.

“Saya bangga dan mengucapkan selamat atas keberhasilan ini. ODF bukan sekadar proyek, tapi cermin peradaban. Kolaborasi pemerintah, swasta, serta masyarakat adalah kunci utamanya,” ujar DR. Koen,

DR. Koen Irianto Uripan yang juga Direktur WCKOEn dan anggota Asosiasi Pengusaha Peduli Air Minum dan Sanitasi (APPSANI) menekankan arti pentingnya menjadikan capaian ini sebagai dasar melangkah lebih jauh. Sanitasi aman harus menjadi budaya. Jangan berhenti di pilar satu.

Acara deklarasi turut dihadiri oleh berbagai tokoh lintas sektor dan para pemangku kepentingan, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Kepala Bappeda Jatim, Kukuh Tri Sandi, Kepala BPPW Jatim, Ayrin Saputri Harahap, perwakilan UNICEF Jawa Timur M. Afriyanto Kurniawan, dan para kepala dinas kesehatan dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Mereka menyatakan dukungan bersama agar capaian ODF tahun 2025 ini menjadi pondasi menuju transformasi sanitasi total di seluruh pelosok daerah dan menjadi percontohan bagi provinsi lainnya.

Penetapan status ODF merupakan tonggak penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat serta sebagai pemicu dalam menghadapi tantangan kedepan yang lebih besar, terutama dalam memastikan akan keberlanjutan dan perluasan ke pilar-pilar STBM lainnya.

Surabaya Sabet Penghargaan STBM, Dr. Koen Irianto: Bukti Budaya Sehat Telah Mendarah Daging

Surabaya, Idpost.co.id,- Kota Surabaya sukses meraih Sertifikat Penghargaan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur. Sekali lagi Kota Pahlawan mengukir prestasi bidang kesehatan masyarakat.

Penghargaan tersebut adalah sebuah bentuk pengakuan atas keberhasilan Kota Surabaya dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara menyeluruh dengan baik dan benar.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Tim Verifikasi STBM Provinsi Jawa Timur, drg. Sulvy Dwi Anggraini, kepada Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Dr. Ikhsan, S.Psi., M.M., mewakili Walikota Surabaya, dalam sebuah seremoni resmi yang digelar di kantor Walikota Surabaya, Rabu (16/04/2025).

drg. Sulvy menjelaskan, keputusan ini diambil berdasarkan hasil penilaian tim terhadap 500 warga yang tersebar di 20 kelurahan pada 10 kecamatan. Dimana verifikasi dilaksanakan pada hari Selasa, (14/04/2025), oleh 40 verifikator dengan melibatkan unsur camat, lurah, Satpol PP, Puskesmas, PKK, serta RT/RW setempat.

“Surabaya menunjukkan komitmen luar biasa. Pilar pertama, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (ODF), telah mencapai 100 persen. Pilar kedua, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) mencapai di angka 99,60 persen,” terang Sulvy.

Sedangkan Pilar ketiga, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT) mencapai 97,20 persen. Pada pilar keempat, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT), berada di angka 90,80 persen.

Sementara pilar kelima, Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT), meski menjadi tantangan tersendiri, tetap berhasil menembus angka 84,20 persen.

Dr. Koen Irianto Uripan, S.H., M.M., anggota tim verifikasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, memberikan apresiasi khusus terhadap pencapaian ini. Ia menilai bahwa penghargaan tersebut bukan semata hasil program sesaat, tetapi buah pembinaan dan edukasi yang berkelanjutan.

“Saya menyaksikan sendiri di lapangan, khususnya di Kelurahan Dukuh Menanggal dan Gayungan, bagaimana masyarakat sudah terbiasa menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Apa yang telah dilakukan warga bukan sekadar program, tapi sudah menjadi budaya,” ungkap Dr. Koen

Maestro sanitasi ini mengungkapkan jika pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan pendekatan humanis untuk merubah perilaku, bukan sekadar pembangunan fisik.

Lebih lanjut, Dr. Koen menambahkan bahwa capaian Surabaya adalah contoh nyata keberhasilan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Kunci dari keberhasilan Kota Surabaya ini adalah kolaborasi.

“Semua warga Kota Surabaya berperan aktif. Mulai dari pemerintahannya, kader kesehatan, Puskesmas, tokoh masyarakat, dan swasta hingga warga biasa. Budaya hidup sehat sudah mendarah daging di sini,” katanya.

Sementara, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, sebelumnya mengatakan jika Surabaya memperoleh penghargaan, itu bukanlah tujuan, yang utama program telah berjalan baik dan benar, diikuti perubahan prilaku masyarakat.

“Yang lebih penting dari penghargaan ini adalah bagaimana warga Surabaya benar-benar telah menjalankan pola hidup bersih dan sehat dalam keseharian mereka. Kita ingin budaya ini terus berkelanjutan dan ditingkatkan,” ucap Eri didepan tim verifikasi Dinkes Provinsi Jatim.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Kota Surabaya diharapkan dapat menjadi role model nasional dalam penerapan 5 Pilar STBM secara berkelanjutan, sekaligus menginspirasi daerah-daerah lain untuk membangun pola hidup bersih dan sehat.

Dr. Koen Irianto Uripan: Surabaya Role Model Nasional Verifikasi STBM 5 Pilar

Surabaya, Idpost.co.id,- Kota Surabaya menjalani verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan menjadi kota pertama yang diverifikasi di tahun 2025.

Salah satu sosok sentral dalam proses ini adalah Dr. Koen Irianto Uripan SH.MM., anggota tim verifikasi Provinsi Jawa Timur sekaligus Direktur WCKOEn dan Anggota Asosiasi Pengusaha Peduli Air Minum & Sanitasi (APPSANI) yang selama ini dikenal aktif mendorong perubahan perilaku sanitasi di berbagai daerah Indonesia.

Menurut Dr. Koen, proses verifikasi bukan sekadar menilai capaian administratif, melainkan menelusuri sejauh mana masyarakat benar-benar berubah perilaku menuju hidup bersih dan sehat.

“STBM 5 Pilar bukan hanya tentang data di atas kertas. Ini tentang transformasi budaya, bagaimana masyarakat tidak hanya tahu, tapi menjalankan kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan. Surabaya sedang menunjukkan itu,” ujar Dr. Koen saat rapat kesiapan verifikasi di Kantor Walikota Surabaya. Senin, (14/04/2025)

Dr. Koen menilai, Surabaya telah layak menjadi role model nasional, karena keberhasilannya mengintegrasikan kekuatan berbagai elemen Pentahelix dan Hexahelix pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, akademisi, dan komunitas. Bahkan, ia menyebut kota Surabaya ini berhasil membangun sistem sosial yang mendukung sanitasi secara inklusif dan terstruktur.

“Di tengah tantangan mobilitas penduduk dan keragaman sosial, Surabaya mampu membangun kolaborasi lintas sektor. Ini bukti bahwa kepemimpinan lokal dan partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan STBM 5 Pilar,” tegasnya.

Dr. Koen berharap langkah Surabaya ini dapat menginspirasi daerah lain untuk mempercepat pencapaian STBM 5 Pilar secara menyeluruh.

“Kita tidak boleh puas hanya dengan ODF. Harus ada kesinambungan hingga pengelolaan limbah dan sampah rumah tangga. Surabaya sudah di jalur yang tepat,” pungkasnya.

Sementara itu dalam pemaparannya, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa keberhasilan kota ini tidak terlepas dari peran lebih dari 27 ribu Kader Surabaya Hebat (KSH), yang telah dilatih dan bersertifikat. Mereka menjadi garda terdepan dalam edukasi dan pengawasan sanitasi di lingkungan masing-masing.

“Kami terus mendorong kader-kader ini agar menjadi mitra aktif pemerintah. Mereka yang menjaga kota ini tetap sehat,” ungkap Walikota Surabaya.

Sedangkan Tim verifikasi dipimpin oleh drg. Sulfi Dwi Angraini, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jatim menambahkan, jika penilaian mencakup verifikasi dokumen, survei lapangan, dan wawancara kepada kepala keluarga.

“Kita ingin melihat langsung bagaimana perilaku hidup bersih benar-benar diterapkan masyarakat. Ini penting untuk mewujudkan sanitasi berkelanjutan,” katanya.

Verifikasi lapangan dijadwalkan pada Selasa, 15 April 2025, dengan dua kelurahan dari setiap kecamatan yang masing-masing menyertakan 25 kepala keluarga sebagai sampel. Hasilnya akan dibahas dalam rapat pleno pada 16 April.

Wilayah sampling mencakup lima kawasan Surabaya meliputi, Surabaya Barat di Kecamatan Lakarsantri dan Sambikerep, Surabaya Timur di Kecamatan Sukolilo, Tambaksari, dan Rungkut, Surabaya Utara di Kecamatan Kenjeran, Surabaya Selatan di Kecamatan Jambangan, Wonokromo, dan Gayungan, serta Surabaya Pusat di Kecamatan Simokerto.

Dinkes Surabaya Luncurkan Program Grease Trap di Sumur Welut Bersama DR Koen

Surabaya, Idpost.co.id,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya bersama DR Koen Irianto Uripan, meluncurkan program percontohan grease trap atau penyaring lemak dan minyak sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan dengan mengurangi limbah minyak dapur dan lemak yang bisa berpotensi mencemari air dan merusak ekosistem.

Kolaborasi ini bertujuan memperkenalkan cara baru dalam mengelola sampah rumah tangga sebagai bagian program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), pada khususnya pilar pengelolaan limbah cair rumah tangga yang berfokus pada prinsip 3R: reduce, reuse, dan recycle. 

Program Inovasi pertama yang diterapkan di Kota Surabaya dan di Indonesia ini diuji coba kepada 6 orang warga di Kelurahan Sumur Welut, Kecamatan Lakarsantri, pada Minggu (27/10/2024). Sebagai langkah awal komitmen Dinkes dalam menciptakan lingkungan bersih dimulai dari pengolahan limbah cair rumah tangga.

Dalam tahap awal, grease trap dipasang di tiga lokasi berbeda di setiap rumah, yaitu di bawah sink dapur, di luar rumah sebelum saluran got, dan di bak kontrol. Tujuannya untuk memastikan bahwa berbagai jenis rumah dapat memiliki akses ke alat ini dan memanfaatkan fungsi grease trap sesuai kebutuhan. 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Kabidkesmas Dinkes) kota Surabaya, dr. Kartika Sri Rejeki, menekankan arti pentingnya grease trap dalam menjaga kualitas air dan lingkungan yang bersih. Pemasangan grease trap yang bervariasi dilakukan agar berfungsi secara optimal di lingkungan yang berbeda-beda. 

“Melalui program ini, kami mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengelola limbah cair rumah tangga dengan tepat. Grease trap membantu meminimalisasi pencemaran lingkungan, terutama saluran air,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika limbah minyak dan lemak langsung dibuang ke dalam saluran air lama-lama akan menumpuk yang dapat menghambat saluran serta menyebabkan pencemaran. Dan akhirnya bisa berpotensi merusak kualitas air tanah. 

Sedangkan DR Koen menyampaikan, jika penggunaan grease trap ini diharapkan menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Selain itu, program ini akan menjadi acuan bagi kota lainnya untuk mengadopsi langkah serupa dalam mengelola limbah rumah tangga.

“Kami ingin grease trap ini bisa diterima dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Harapannya, para penerima bantuan dapat menjaga dan merawat alat tersebut dengan baik agar bisa menjadi contoh bagi warga lainnya,” ungkap pakar sanitasi lulusan S3 Unair.

DR Koen yang hadir dalam peluncuran program ini mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Sebagai penggerak sanitasi dan kesehatan lingkungan, dirinya juga menekankan arti pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam mencegah pencemaran lingkungan sejak dari sumbernya. 

“Grease trap ini adalah solusi sederhana namun berdampak besar. Dengan alat ini, kita memulai langkah kecil untuk bersama-sama menciptakan sebuah perubahan besar dalam menjaga lingkungan bersih dan mencegah pencemaran air,” ujar DR Koen kembali.

Ia juga berharap dengan kolaborasi ini dapat menjadi program percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia khususnya dalam menerapkan metode pengelolaan limbah rumah tangga cair guna menjaga keberlanjutan ekosistem dan kualitas air yang bersih.

Melalui bantuan grease trap ini, Dinkes Surabaya bersama DR Koen berharap bisa terus mendorong kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan turut serta dalam mencegah pencemaran air yang lebih luas.

Polresta Sidoarjo Gagalkan Upaya Distribusi Sabu 30 Kg ke Surabaya dan Kalimantan

IDPOST.CO.ID – Satreskoba Polresta Sidoarjo menggagalkan pengiriman paket narkotika jenis sabu seberat 30 Kg dari Cina yang dikemas menggunakan 20 peti palet kayu oleh tersangka MI alias Iyek (44), asal Sampang, Madura.

Paket barang haram disamarkan dalam 30 bungkus plastik kemasan teh cina dikirim menggunakan mobil pickup Grandmax L 9632 ES. Rencananya narkotika tersebut akan diedarkan ke wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Kalimantan.

Pengungkapan kasus disampaikan dalam konferensi pers oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Imam Sugianto, di Aula Mapolresta Sidoarjo, Jl. Raya Cemengkalang pada hari Jumat (16/08/2024).

Turut hadir, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Christian Tobing, Direktur Narkoba Polda Jatim Kombespol Robert De Costa, Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Dirmanto, serta Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombespol Gatot Sugeng.

Kapolda Jawa Timur mengatakan bahwa tersangka ditangkap Satreskoba Polresta Sidoarjo pada Senin, 22 Juli 2024, pukul 12.10 WIB di pintu keluar tol Sidoarjo depan Perumahan Pondok Mutiara, Jati, Sidoarjo, setelah melalui penyelidikan selama satu bulan.

“Keberhasilan dalam pengungkapan kasus tersebut dari hasil penyidikan pasangan suami-istri yang berinisial APV dan S yang tertangkap saat bertransaksi sabu di depan Indomaret Bangsri, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, pada 17 April 2024,” ungkapnya.

Hasil penyidikan kepada pasangan tersebut diketahui jika peredaran narkoba terhubung jaringan narkoba internasional. Sabu dikirim dari Cina masuk ke Indonesia melalui jalur laut menggunakan ekspedisi.

“Tersangka menolak jika sabu yang dibawa adalah miliknya. Namun mengakui jika telah 5 kali melakukan pengiriman dengan upah sebesar Rp. 500 ribu sekali kirim. Pengiriman paket diatur oleh E yang masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Imam Sugianto menyampaikan bahwa nilai ekonomis barang bukti sebesar 30 Kg Sabu yang diamankan mencapai 30 M. Sehingga dapat menyelamatkan kurang lebih 150 ribu orang dari bahaya penggunaan narkoba.

Barang bukti yang diamankan selain 2 peti kayu berisi 30 bungkus plastik sabu dengan kemasan teh cina, yaitu 1 unit mobil pickup, Grandmax dan satu buah Hp Readmi.

“Akibat perbuatannya tersangka MI dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana seumur hidup maksimal hukuman mati,” tuturnya.

Orang nomor satu di Polda Jatim ini turut menghimbau dan mengajak masyarakat untuk perang terhadap narkoba serta turut mendukung upaya kepolisian memberantas peredaran narkoba.

“Mari kita bersama-sama perangi narkoba dan jangan sampai kita terpengaruh, karena dapat merusak. Selamatkan generasi muda harapan bangsa,” pungkasnya.

Menteri AHY Serahkan 11 Sertifikat Tanah Wakaf di Surabaya

IDPOST.CO.IDMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri acara penyerahan 11 sertifikat tanah wakaf di Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur.

Acara penyerahan sertifikat tanah wakaf tersebut dilakukan kepada para nazir dan perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya, bertempat di Masjid Nashrulloh, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Sertifikat tanah wakaf yang diserahkan mencakup berbagai peruntukan, termasuk untuk masjid, musala, yayasan, sekolah, dan rumah sakit Islam.

Hal ini merupakan bagian dari upaya mensertifikasi tanah wakaf dalam rangka implementasi gerakan sertifikasi rumah ibadah dan pesantren yang digalakkan oleh Kementerian ATR/BPN sejak tahun 2022.

“Sejak 2017 hingga 2023, Kementerian ATR/BPN telah melakukan sertifikasi terhadap tanah wakaf dan rumah-rumah ibadah sebanyak 243.000 bidang tanah dari total 460.000 bidang tanah,” ujar AHY, Jumat (15/3/2024).

Turut mendampingi menteri ATR/BPN, dalam kunjungan kerja ini Kepala Biro Hubungan Masyarakat Lampri dan Plt Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur Jonahar, serta Wali Kota Surabaya Ery Cahyadi.

Bang Udin Caleg Dapil II Kota Surabaya Sapa LPSBU

IDPOST.CO.ID – Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Daerah Pemilihan (Dapil) II, Kecamatan Tambaksari, Genjeran, Semampir dan Pabean Cantian, dari partai Demokrat, Muhammad Saifuddin, menyapa kalangan ibu-ibu, pada Jumat (02/02/24).

Kalangan Ibu-ibu tersebut, merupakan Ibu-ibu dari latar belakang yang berbeda dan tergabung dalam Laskar Pejuang Srikandi Bang Udin (LPSBU).

Secara serentak mereka menggaungkan satu suara untuk memenangkan Caleg DPRD Kota Surabaya Dapil II dari partai Demokrat yaitu Muhammad Saifuddin atau yang akrab disapa Bang Udin.

Menurut mereka, sosok Bang Udin dikenal sebagai Calon Legislatif DPRD kota Surabaya yang tidak banyak berjanji, tetapi lebih banyak berkhidmat atau memberikan pendampingan secara langsung pada masyarakat.

“Salah satu yang dilakukan oleh Bang Udin, yaitu memperjuangkan masyarakat yang butuh pendampingan ketika sedang sakit. Dia datang dan memberikan pendampingan hingga tuntas. kemudian, banyak masyarakat yang tidak mempunyai kartu BPJS atau punya kartu tapi tidak aktif langsung dibantu oleh Bang Udin,” ujar Ibu-ibu usai pertemuan dalam agenda Bang Udin menyapa LPSBU.

Mereka berharap, Bang Udin dapat menjadi salah satu calon yang terpilih sampai dilantik sebagai anggota DPRD kota Surabaya.

“Saya berharap bila kelak Bang Udin benar-benar dilantik sebagai anggota DPRD, sapat menjadi pemimpin yang amanah dan tetap istiqomah dalam memperjuangkan kepentingan ummat,” harapnya.

Danrem 084/BJ Pimpin Sertijab Dandim Bangkalan dan Surabaya Timur

IDPOST.CO.ID – Komandan Korem 084/BJ Brigjen TNI Yusman Madayun Senin, 4 Desember 2023 memimpin upacara serah terima jabatan Dandim 0829/Bangkalan dan Dandim 0831/Surabaya Timur. Kegiatan berlangsung di Aula Bhaskara Jl. A. Yani No. 1 Surabaya.

Dalam upacara tersebut, Letkol Kav Taufik Dwinova menyerahkan jabatannya sebagai Dandim 0829/Bangkalan kepada Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi.

Sementara itu, Kolonel Inf Yusan Riawan menyerahkan jabatannya sebagai Dandim 0831/Surabaya Timur kepada Letkol Inf Didin Nasruddin Darsono.

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Yusman Madayun mengharapkan agar para pejabat yang baru dilantik mampu untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan menjadi jalan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

“Selamat kepada perwira yang telah dilantik dan berharap bisa melakukan tugas dengan amanah dan bertanggung jawab dan menjadi jalan pengabdian terbaik demi kepentingan bangsa dan negara,” tutur Danrem 084/BJ.

Ia juga menambahkan bahwa serah terima jabatan ini merupakan bagian dari pembinaan personel, guna memberikan kesempatan kepada perwira melakukan Tour Of Duty dan Tour Of Area dalam mengimplementasikan tugas, peran, dan fungsinya, serta sebagai momentum dalam rangka untuk membangun organisasi yang semakin adaptif, inovatif dan responsif.

Brigjen TNI Yusman Madayun berharap agar para pejabat Dandim yang baru segera melaksanakan orientasi tugas, menjalankan tugas dengan baik, mengimplementasikan terobosan dan inovasi yang konstruktif, serta menyelesaikan setiap tugas dengan cepat, tepat, dan tuntas.

“Saya ucapkan selamat jalan kepada Kolonel Inf Yusan Riawan dan Letkol Kav Taufik Dwinova masing-masing beserta isteri yang mengemban tugas baru serta terima kasih atas semua upaya, dedikasi dan kerja keras yang telah disumbangkan kepada Korem 084/BJ selama ini. Saya berdoa semoga dapat mengemban tugas dengan baik dan sukses selalu di tempat yang baru,” tuturnya.

Serah terima jabatan ini merupakan bagian dari tugas yang harus dilakukan dalam rangka memperkuat organisasi dan meningkatkan kemampuan pengabdian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Semoga para pejabat yang baru dilantik dapat berprestasi dalam menjalankan tugasnya serta mempererat hubungan antar satuan dan instansi terkait,” ujarnya.

Di samping itu, Danrem 084/BJ mengimbau para personelnya untuk terus meningkatkan kinerja dan berinovasi dalam melaksanakan tugas, sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.