Ketua PBB Yusril Bandingkan Sikap SBY dan Prabowo Menyikapi Cak Imin

IDPOST.CO.ID – Yusril Ihza Mahendra Ketua Partai Bulan Bintang (PBB), sentik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai PKB masuk ke Koalisi Perubahan Untuk Kemajuan.

Yusril menilai reaksi yang ditunjukan SBY ke peblik berbeda dengan reaksi Prabowo saat tahu Cak Imin meninggalkan Koalisi Indonesia Maju.

Yusril juga menyebut reaksi Prabowo biasa saja saat PKB keluar dari Koalisi Indonesia Maju dan mendengar deklarasis Anies Baswedan – Cak imin

“Beliau (Prabowo) biasa-biasa saja, oleh karena politik kan harus diantisipasi setiap segala kemungkinan,” beber Yusril.

Yusril menegaskan Prabowo tidak sedih apalagi sampai kebawa perasaan.

Sebab lanjutnya, dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi.

“Jadi reaksi Prabowo itu tidak seperti Pak SBY. Jadi datar-datar saja, biasa-biasa saja, santai-santai saja,” tegasnya.

Yusril menegaskan, komitmen PBB mendukung Prabowo apapun yang terjadi termasuk siapapun cawapres yang nantinya akan dipilih.

“Jadi PBB tetap konsisten mendukung Prabowo meskipun kita tahu PKB sudah meninggalkan koalisi dan kami hormati,” jelasnya.

“Insyaallah yang ada di Koalisi Indonesia Maju yang digagas bersama PBB, Gerindra, PAN, Golkar, dan Gelora Insyaallah akan tetap konsisten dalam melaksanakan amanat ini,” tambahnya.

Sebelumnya, Yusril membocorkan tiga nama bakal calon wakil presiden Pabowo Subianto.

“Setelah Cak imin keluar dari koalisi, sekarang tersisa tiga nama kandidat calon wakil presiden,” katanya.

Yusril menyebut ketiga nama itu ialah Airlangga Hartarto yang diusulkan Partai Golkar, Erick Thohir yang diusulkan PAN, dan dirinya sendiri.

“Tinggal Pak Airlangga, Pak Erick, dan saya yang diajukan PBB,” ucapnya.

“Biarlah nama-nama ini mencuat ke publik dan nanti biar masyarakat yang menilai, memberi masukan dan komentar,” lanjutnya.

SBY Ogah Berkoalisi dengan Orang Tidak Amanah

IDPOST.CO.ID – Selain kecewa dan merasa dikhianati, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengakui partainya keliru ambil keputusan.

Keputusan medukung dan mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capres di Pilpres 2024 di anggap SBY menjadi keputusan yang salah.

Hal tersebut usai Partai NasDem dan Anies Baswedan mengambil keputusan sepihak dan memutuskan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai bakal cawapres.

“Anggaplah kita salah kali ini, tapi kita belajar,” kata SBY di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor.

Selain itu SBY juga beranggapan kalau NasDem mengkhianati piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang sudah disepakati.

SBY berharap pihaknya tidak salah mengambil keputusan lagi usai adanya kejadian ini.

“Mudah-mudahan kita tidak salah lagi ke depan dan mudah-mudahan dengan izin Allah SWT, kita juga tidak kalah nantinya,” katanya.

Meski merasa kecewa, SBY tetap bersyukur sudah diperingatkan agar Demokrat kedepanya tidak keliru memilih mitra koalisi.

“Saya bersyukur karena manuver NasDem, PKB, dan Anies Baswedan menjadi sinyal agar Demokrat tidak keliru memilih mitra koalisi,” ujarnya.

“Dan yang kita rasakan sekarang ini mereka tidak sidiq, tidak jujur, tidak amanah, berarti tidak bisa dipercaya dan mengingkari hal-hal yang telah disepakati, tidak memegang komitmen dan janji-janjinya,” terang SBY.