Tim Penyidik KPK Telusuri Keterlibatan Hanan Supangkat dalam Kasus TPPU

IDPOST.CO.ID – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap pengusaha Hanan Supangkat sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo alias SYL, pada Senin (25/3/2024).

Hanan telah dimintai keterangan oleh tim penyidik KPK terkait beberapa aspek penting dalam penyelidikan terhadap kasus yang melibatkan SYL.

Ali Fikri, Juru Bicara KPK, mengungkapkan bahwa Hanan Supangkat telah menghadiri pemeriksaan. Tim penyidik KPK telah menelusuri hubungannya dengan sejumlah uang yang ditemukan saat penggeledahan di rumahnya.

Selain itu, KPK juga mengumpulkan informasi tentang pelaksanaan proyek di Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Hanan.

“Dugaan penggunaan kendali perusahaan tertentu oleh saksi untuk mendapatkan proyek pengadaan di Kementan RI melalui tersangka SYL juga diselidiki,” tambah Ali Fikri.

Sebelumnya, KPK telah mengajukan cegah ke luar negeri terhadap Hanan Supangkat terkait penyidikan kasus TPPU mantan Mentan SYL. Tindakan cegah ini akan berlaku selama enam bulan ke depan.

“Pihak tersebut masih dalam status saksi. Keterangan yang diberikan diharapkan dapat membantu dalam mengungkap kasus TPPU SYL,” jelas Ali Fikri.

Di sisi lain, rumah Hanan Supangkat telah digeledah oleh tim penyidik KPK pada Rabu (6/3/2024). Dari penggeledahan tersebut, sejumlah dokumen dan bukti elektronik diamankan. Dokumen-dokumen tersebut terkait dengan berbagai proyek di Kementan.

“Juga ditemukan sejumlah uang tunai dalam rupiah dan valas dengan total belasan miliar rupiah yang diduga terkait dengan kasus ini. Proses penyitaan dan analisis sedang dilakukan,” tambah Ali Fikri.

Firli Jadi Tersangka, Pengamat: Kredibilitas KPK Menurun

IDPOST.CO.ID – Pengamat Politik Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI) Vishnu Juwono kepercayaan publik terhadap KPK semakin turun.

Hal tersut seusai ditetapkanya, Firli Bahuri ketua KPK menjadi tersangka dalam dugaan kasus pemerasan terhadap Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Disebutkanya, lembaga antirasuah tersebut sejak Revisi Undang-Undang KPK Tahun 2019 kepercaan publik sudah menurun.

“Akumulasi segalam macam yang ada. Dan puncaknya dalam kasus Firli,” katanya.

Pihaknya juga menyebut kalau banyak pelanggaran etika dan dugaan korupsi di internal KPK sendiri.

“Banyak masalah etika dan dugaan korupsi yang melibatkan pimpinan KPK selama beberapa tahun ini, termasuk yang melibatkan Ketua KPK saat ini Firil Bahuri,” kata Visnu.

Turunnya kredibilitas KPK di mata publik terlihat jelas dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia pada Agustus 2023.

Saat itu, hasil survei LSI menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KPK belum pulih, setelah dua tahun sebelumnya mencapai di atas 70 persen, sekarang menurun menjadi 61 persen.

Dalam konteks penanganan kasus, Vishnu menyatakan keprihatinannya yang mendalam.

“Kasus penetapan tersangka kepada Firli Bahuri tidak hanya merugikan nama baik Firli sendiri, tetapi juga menjadi beban tambahan bagi KPK,” tegasnya kembali.

Cek Senilai Rp 2 triliun di umah Dinas Syahrul Yasin Limpo Ternyata Palsu

IDPOST.CO.ID – Cek yang ditemukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dirumah mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) teryata palsu.

Hal tersebut terungkap usai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengkonfirmasi cek senilai Rp 2 triliun tersebut.

Febri Diansyah kuasa hukum Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan alasan kliennya menyimpan cek palsu di rumah dinas.

“Pak Syahrul saat itu sempat sampaikan ke kami, ia hanya menyimpan cek itu karena unik saja,” kata Febri dikutip dari suara.com jaringan idpost.id.

Febri menyebut alasan lain SYL meyimpan cek tersebut karena nilai yang tertulis di dalam cek tidak lazim.

“Dalam pikiran beliau, mana ada orang punya tabungan Rp 2 triliun dan mana mungkin ada cek dengan nilai uang sebesar itu,” kata Febri.

Sejauh ini, KPK belum mengkonfirmasi hal tersebut ke SYL.

Seperti yang disampaikan KPK akan menindaklanjuti temuan itu ke SYL sebagai tersangka dan para saksi.

“Tapi ya silakan saja KPK mendalami dengan kewenangan yang ada,” ucap Febri.

Sahroni Tegas Tolak Ada Aliran Dana Korupsi ke NasDem

IDPOST.CO.ID – Aliran dana korupsi di sebut-sebut mengalir ke Partai NasDem, Ahmad Sahroni Bendahara Partai bantah kabar tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Sahroni saat berada di NasDem Tower, Jakarta pusat, Kamis 12 Oktober 2023 malam.

Ia menegaskan tidak ada aliran uang dari kasus korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) ke partainya.

Namun, Sahroni tidak membantah kalau Syahrul Yasin Limpo (SYL) pernah memberikan uang Rp 20 juta untuk Fraksi NasDem di DPR.

“Bahwa aliran yang terkait dengan Fraksi NasDem, iya Rp 20 juta, tapi ke partai nggak,” kata Sahroni.

Wakil Ketua Komisi III DPR ini juga menjelaskan bahwa SYL memberikan uang Rp 20 juta untuk keperluan bencana alam.

“Pak SYL memberikan bantuan Rp 20 juta, dan itu untuk bantuan bencana alam anggota Fraksi DPR RI memberikan bantuan macam-macam nilainya,” papar dia.

Sebelumnya, KPK mengaku akan mendalami aliran uang kasus korupsi SYL ke NasDem.

“Sedangkan apakah ada aliran dana ke NasDem, itu nanti masih didalami lagi,” kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak.

Syahrul Yasin Limpo Datangi Polda Metro Jaya

IDPOST.CO.ID – Diduga melakukan tindak pidana korupsi, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta.

Kedatangan SYL di Polda Metro Jaya sekitar pukul 12.42 WIB pada hari Kamis 5 Oktober 2023.

Dikutip dari suara.com jaringan idpost.id Syahrul Yasin Limpo datang dngan mengendarai mobil Toyota Vellfire.

Mobil yang dikendarai SYL tersebut bewarna hitam dengan nomor polisi B 1169 ZZH.

Sesampainya dilokasi, Mentan yang juga sebagai politis partai NasDem langsung masuk ke gedung Polda Metro Jaya.

Gedung yang dituju SYL yakni Gedung Propam Polda Metro Jaya yang terkoneksi dengan Gedung Promoter kantor Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.

“Keluarnya lewat Promoter. Tunggu saja di sana,” kata polisi wanita atau Polwan yang di sekitar lokasi.

Ahmad Sahroni Sebut Surya Paloh Akan Tentukan Sikap Usai Syahrul Yasin Limpo Terjerat Kasus Korupsi

IDPOST.CO.ID – Ahmad Sahroni Bendahara Partai NasDem menyampaikan kalau Ketua Umum Surya Paloh akan menyampaikan sikap partai.

Sikap partai NasDem tersebut katanya, menyikapi tentang dugaan kasus yang menjerat Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Hal tersebut disampaikan Ahmad Sahroni saat berada di ntor DPP NasDem, dilansir dari suara.com jaringan idpost.id, Kamis 5 Oktober 2023 dini hari.

“Ketum bilang, besok (Kamis hari ini) akan disampaikan secara langsung. Tapi belum tahu jam berapa,” kata Sahroni.

Perlu diketahui, Syahrul Yasin Limpo (SYL) merupakan Ketua DPP Partai NasDem yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertanian.

SYL terjerat kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian, yang sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Beberapa waktu lalu, SYL dikabarkan hilang kontak saat berangkat ke Italia bersama delegasi Kementerian Pertanian (Kementan) pada 24 September 2023.

Namun, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyebut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah terdeteksi masuk ke Imigrasi Indonesia pada Rabu 4 Oktober 2023 petang.

“Sudah masuk Imigrasi Indonesia (pukul) 18.41 WIB,” kata Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim.

Sementara itu, Kuasa Hukum Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) Febri Diansyah menyatakan, Mentan akan menghadap Presiden Jokowi di Istana Negara, Kamis.

“Saya diminta untuk menyampaikan, bahwa besok Pak Mentan akan ke istana menghadap bapak presiden,” katanya di Kantor DPP NasDem, Rabu malam.

Hal itu disampaikan Febri usai bertemu Menteri Pertanian dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Ketika ditanyakan, apakah Mentan menghadap presiden untuk mengajukan pengunduran diri, Febri tidak merespon pertanyaan itu.

Syahrul Yasin Limpo Akan Menghadap Jokowi Usai Tersandung Korupsi

IDPOST.CO.ID – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dikabarkan akan menemui Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Dari informmasi yang dihimpun, Syahrul Yasin Limpo dikabarkan menghadap Jokowi pada Kamis 5 Oktober 2023.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mneghadap Jokowi seusai ia tersandung dugaan kasus korupsi di Kementan.

Hal tersebut disampaikan Febri Diansyah kuasa hukum SYL saat berada di asDem Tower, Kamis 5 Oktober 2023.

Febri Diansyah mengatakan agenda SYL dengan Jokowi disampaikan dalam pertemuan petinggi NasDem.

Sebelum bertemu Jokowi, SYL juga menghadap Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

“Saya diminta untuk menyampaikan bahwa Pak Mentan akan ke Istana menghadap Bapak Presiden,” katanya.

Meski demikian Febri tak membeberkan secara rinci apa agenda pertemuan SYL dengan Jokowi nanti.

“Tadi yang disampaikan ke kami adalah besok akan menghdap bapak preaiden ke istana, jadi itu yang baru bisa kami konfirmasi dan kami sampaikan hari ini,” jelasnya.

“Yang pasti tim hukum ini akan mendampingi dalam proses hukum yang berjalan mulai hari ini ke depan di tahap penyidikan,” tambahnya memungkasi.

Febri sendiri baru saja kembali ditunjuk menjadi kuasa hukum Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo (SYL) di tahap penyidikan dugaan kasus korupsi kasus Kementan. Febri juga didampingi Rasamalla Aritonang bersama timnya.

“Pak Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian tadi meminta kami melakukan pendampingan hukum pada tingkat penyidikan,” ujar Febri.

Febri mengatakan kuasa hukum SYL merupakan tim gabungan yang terdiri dari sejumlah pengacara. Namun, ia tak merinci satu persatu siapa saja anggotanya.

“Jadi ini adalah tim gabungan yg akan melakukan pendampingan hukum di tingkat penyidikan,” tuturnya.

Dengan adanya tim kuasa hukum ini, diharapkan penyidikan terhadap kliennya SYL bisa berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Tentu saja untuk memastikan dalam proses penyidikan ini prsesnya berjalan prosedural dan segala hak yang diatur secara hukum itu dipenuhi,” pungkasnya.

Mentan Syahrul Yasin Limpo Diduga Korupsi, Emrus Sihombing: Jokowi Harus Bersikap

IDPOST.CO.ID – Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing meminta Jokowi untuk segera segera membuat pernyataan kalau Indonesia sedang mengalami darurat korupsi.

Hal tersebut menyikapi adanya dugaan kasus korupsi yang menyeret nama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Menurut Emrus, temuan KPK dirumah dinas Mentan yakni setumpuk uang sebesar Rp 30 miliar dan 12 pucuk senjata api sangatlah tidak wajar.

“Temuan sejumlah uang yang sangat banyak dan 12 pucuk senjata menurut hemat saya sangat tidak wajar, Indonesia sudah dalam keadaan sangat darurat korupsi,” katanya.

“Untuk itu, saya mengususulkan kepada yang terhormat Bapak Presiden Jokowi agar segera membuat pernyataan dan atau keputusan bahwa Indonesia sedang mengalami darurat korupsi,” lanjutnya.

Emrus juga meminta pihak kepolisian harus mengusut tuntas kepemilikan 12 pucuk senjata api dirumah Syahrul Yasin Limpo.

“Kepemilikan senjata tersebut, patut diduga berpotensi sebagai tindakan identik suversi. Karena itu, harus diusut tuntas oleh pihak kepolisian terkait 12 pucuk senjata tersebut,” katanya.

Selain itu pihaknya juga menyarankan agar pihak kepolisian proaktif tentang bagaimana perizinan kepemilikan senjata api.

“Untuk itu, pihak kepolisian perlu proaktif melakukan penyelidikan mendalam, termasuk bagaimana pengawasan peredaran, perizinan dan kepemilikan senjata api,” ucapnya.

Emrus juga berharap agar Menteri Sekretaris Negara turut memberikan penjelasan, terkait barang inventaris mesin hitung uang di rumah dinas menteri.

“Saya menyarankan kepada Menteri Sekretaris Negara turut memberikan penjelasan, terkait barang inventaris mesin hitung uang di rumah dinas menteri,” tutupnya.