Munarman Jubir FPI Napi Terorisme Dikabarkan Bebas

IDPOST.CO.ID – Natapi tindak pidana terorisme yang juga sebagai Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman dikabarkan bakal bebas.

Munarman dikabarkan bakal bebas dari Lapas Salemba, Jakarta Pusat, pada Senin 30 Oktober 2023.

Kebebesan napi teroris tersebut dibenarkan langsung oleh pengacaranya Aziz Yanuar.

Dikutip dari suara.com jaringan idpost.id membenarkan kalau klienya tersebut akan bebeas.

“Insyaallah, Senin,14 rabbiul akhir 1445 H/ 30 Oktober 2023. Di Lapas Salemba Jakarta, kita akan menyambut kebebasan H Munarman,” katanya.

Aziz mengklaim kliennya dinyatakan bebas murni dari masa penahanan.

“Bebas murni dari kriminalisasi melalui instrumen penegakan hukum terorisme,” katanya.

Eks Jubir FPI Munarman Ucapkan Sumpah Setia ke NKRI
Untuk diketahui, Munarman dijatuhi hukuman 3 tahun penjara usai terlibat dalam kasis terorisme.

Munarman dinilai kooperatif dan mengikuti semua kegiatan pembinaan di lapas.

Bahkan, Munarman sebelumnya telah mengucapkan ikrar setia kepada NKRI pada Selasa 8 Agustus 2023 lalu.

Saat itu Munarman menyatakan, proses pembinaan narapidana terorisme atau program deradikalisasi di Lapas Salemba tidak semata-mata menjadikan narapidana sebagai objek pembinaan, tetapi juga sebagai subjek.

Sehingga narapidana merasa diikutsertakan dalam kegiatan pembinaan itu sendiri.

Jihadis Disebut-sebut Sudah Siapkan Aksi Teror untuk Israel Demi Eksistensi

IDPOST.CO.ID – Noor Huda Ismail Pakar Terorisme dan pendiri Yayasan Prasasti Perdamaian meminta pemerintahan Indonesia mempertimbangkan kesertaan Tim nasional Israel di ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Noor Huda memandang, kehadiran Tim nasional Israel akan memberikan ancaman stabilitas keamanan Indonesia karena banyaknya tindakan terorisme.

“Indonesia banyak yang memiliki jaringan barisan terorisme yang sejauh ini mengatakanperang di Israel. Kedengkian mereka di Israel sangat tinggi. Kemungkinan besar kelompok-kelompok ini melakukan tindakan gempuran bila betul-betul Israel tiba,” kata Noor.

Baca juga : Makna Kembang Boreh Ditinjau dari Berbagai Perspektif

Minimal lanjut Noor Huda, ada tiga barisan di Indonesia yang perlu diidentifikasi. Pertama ialah Jaringan Islamiyah (JI). Jaringan ini telah bergerak walau memakai barisan kecil yang menjadi pecahan nya.

“Mereka sudah melakukan demo-demo, dan keluarkan teror. Misalkan teror lakukan sweeping hotel, menggeruduk lapangan terbang dan yang lain,” katanya.

Barisan ke-2 ialah Jemaah Ansharut Daulah (JAD). JAD sebagai barisan di bawah ISIS yang sebelumnya mengatakan perang melawan Israel.

Baca juga : Mayapada Hospital Buka Lowongan Kerja Biomedis dan Referral Staff

Barisan ini eksis di Indonesia dan lakukan tindakan gempuran bom bunuh diri atau gempuran terror yang lain.

“Dan ke-3 ialah barisan main stream yang aktif melakukan pergerakan. Intinhya, jaringan-jaringan teroris ini pasti cari pentasnya sendiri saat Piala Dunia U-20 berjalan. Karena barisan teroris itu, mereka dipandang ada jika melakukan tindakan gempuran,” tegasnya.