Peringati HUT Ke-4, Ketum BMI dan Komandan TKN Muda Kompak Ingin Majukan Generasi Muda

IDPOST.CO.ID – Ketua Umum Organisasi Sayap Partai Demokrat Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi mengatakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 BMI dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia khususnya generasi muda.

“Yang paling utama hari ini adalah kita sedang memikul tugas besar untuk turut menyukseskan jalan kemenangan bagi Partai Demokrat dan pasangan Prabowo-Gibran,” kata Farkhan saat memberikan sambutan pada acara HUT ke-4 BMI, di Aula Nusantara DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (3/2/2024).

Farkhan mengajak kepada seluruh kader BMI untuk memastikan setiap pergerakan yang dilkukan adalah demi terwujudnya kemajuan Indonesia.

“Kemenangan harus kita raih, kita harus yakin bahwa jika Partai Demokrat menang, Prabowo-Gibran menang, maka jalan mewujudkan kesejahteraan rakyat itu semakin terbuka lebar,” tambah Farkhan.

Hadir pula dalam acara tersebut Komandan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Arief Rosyid.

Mewakili TKN, dihadapan kader-kader BMI Arief menyampaikan bahwa kesempatan untuk dapat memenangkan kontestasi Pilpres satu putaran sudah sangat terbuka lebar bagi pasangan Prabowo-Gibran.

Namun Arief jga menyampaikan bahwa segenap elemen pendukung Prabowo-Gibran juga tidak akan luntur semangatnya jikapun Pilpres berlangsung dua putaran.

“Kita harus sadar dan yakin bahwa langkah Pak Prabowo yang dengan berani menggandeng Mas Gibran sebagai wakilnya adalah bentuk komitmen seorang pemimpin yang ingin memajukan generasi muda,” tegas Arief.

Menurut Arief, kemenangan Prabowo-Gibran akan menjadi kemenangan generasi muda.

“Jika Prabowo-Gibran menang, maka akan membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengambil peran strategis di bangsa ini. Arena perjuangan anak-anak muda harus diperluas, agar generasi muda bisa menentukan nasibnya sendiri di masa depan,” tegasnya.

Bima Arya Bocorkan Strategi Gibran Atasi Persoalan Pendidikan dan Lapangan Kerja

IDPOST.CO.ID – Anggota Dewan Pakar TKN Bima Arya Sugiarto membocorkan strategi cawapres Gibran Rakabumi Raka dalam mengatasi permasalahan pendidikan dan penciptaan lapangan kerja.

Bima menyebut, putra sulung presiden Jokowi yang pernah sekolah di Singapura memahami kunci kemajuan peradaban bergantung pada kesiapan sumber daya manusia.

“Melesatnya Singapura menjadi negara maju sangat ditentukan oleh sistem kaderisasi kepemimpinan. Tugas pemimpin hari ini adalah menyiapkan pemimpin masa depan. Kualitas seorang pemimpin juga ditentukan okeh sejauh mana dia berpikir untuk regenerasi. Ini ciri khas pemimpin visioner,” kata Bima dalam keterangan resminya, Sabtu (30/12/2023).

Wali Kota Bogor ini mengatakan, cawapres Prabowo itu menguasai data dan persoalan di lapangan dalam hal link and match antara kesempatan kerja dan kurikulum pendidikan serta ketersediaan tenaga kerja. Bekal Gibran sebagai Wali Kota Solo menurutnya dinilai mampu memberikan solusi karena sering berkutat dengan berbagai inovasi dan kolaborasi dalam dunia ekonomi kreatif dan teknologi yang membutuhkan tenaga kerja yang sesuai.

“Mas Gibran sangat mengerti bahwa Visi Indonesia Emas dalam hal hilirisasi dan energi misalnya, tak akan terwujud tanpa kita pastikan kesesuaian antara peluang dan kesiapan,” ujar Bima.

Bima mengklaim Gibran memiliki data yang komprehensif tentang peluang dan tren global di masa depan. Hal itu menjadi salah satu andalan Gibran dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Mas Gibran punya data yang komprehensif tentang peluang dan tren global di masa depan. Seperti green economy & waste management, carbon trading and energy serta digitalisasi. Saya yakin bahwa mas Gibran akan bisa melakukan evaluasi dan kemudian menyesuaikan sistem pendidikan kita agar Indonesia bisa menjadi pemenang di 2045,” papar Bima.

Sebagai informasi, Kementerian PPN/Bappenas tegah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dalam mendukung pelaksanaan Visi Indonesia Emas 2045, mewujudkan Indonesia sebagai “Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan”.

Terdapat lima visi yang diusung, yakni pendapatan setara negara maju, kemiskinan menuju 0% dan berkurangnya ketimpangan, kepemimpinan dan pengaruh di dunia internasional meningkat, daya saing sumber daya manusia meningkat, dan intensitas emisi GRK menurun menuju Net Zero Emission.