Lokakarya Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi Bersama OKY dan FAS

SURABAYA, IDPOST.CO.ID,- Pemahaman keliru seputar menstruasi diperburuk juga dengan adanya keterbatasan akses terhadap informasi di lingkungan remaja membuat banyak  anak muda terutama perempuan tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang terjadi pada tubuh mereka saat menstruasi.

Melalui UNICEF bersama dengan Plato Foundation melalui Program Risk Communication and Community Engagement (RCCE) serta bersinergi dengan DP3AKB Kota Surabaya yang didukung Aplikasi OKY, pada hari Sabtu (27/05/2023) menyelenggarakan kegiatan “Lokakarya Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi” bagi Forum Anak Kota Surabaya (FAS) di Siola lt. 4 Surabaya.

Direktur Plato Foundation, Dita Amalia menyampaikan salah satu langkah untuk merespon situasi tersebut, maka edukasi tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) sangat diperlukan dan sangat penting disampaikan kepada anak-anak muda dan remaja.

“Dibutuhkan keterlibatan anak muda atau remaja dalam hal ini sebagai Pelopor untuk terlibat aktif dalam mengkampanyekan MKM dan Kesehatan Reproduksi melalui pendekatan KAP (Komunikasi Antar Pribadi) pada remaja putri baik di sekolah maupun di masyarakat, sekaligus sebagai agen perubahan untuk ikut berperan aktif menggaungkan pesan kunci RCCE terkait MKM dan OKY,” ungkap Dita.

Dita sampaikan pula masih perlu dilakukan kampanye dan edukasi masif khususnya di wilayah Kota Surabaya, melalui duta OKY diharapkan mampu memberikan informasi dan edukasi agar terbangun pola perilaku bersih dan sehat pada remaja putri saat menjalani masa pubertas mereka.

Lokakarya Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi bersama Forum Anak Kota Surabaya (FAS)
Lokakarya Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi bersama Forum Anak Kota Surabaya (FAS)

“Pelibatan penanganan tidak hanya melalui melalui lembaga pendidikan, orang tua atau keluarga namun seiring masa, juga dengan memanfaatkan instrumen teknologi yang saat ini relevan dalam kehidupan remaja, dimana dapat diakses dimana saja, aplikasi OKY mendukung kebutuhan itu,” ujarnya

Aplikasi OKY adalah sebuah instrumen teknologi yang mampu membantu tantangan remaja perempuan saat ini, dimana dengan teknologi aplikasi tersebut dapat melacak menstruasi pertama remaja putri.

Aplikasi OKY tersebut dibuat dengan kemampuan untuk meningkatkan informasi, pengetahuan serta keterampilan hidup anak perempuan seputar ketubuhan, pubertas dan kesehatan reproduksi melalui literasi digital.

Duta OKY Jawa Timur, Esther menerangkan Aplikasi OKY di desain penuh dengan fitur dan informasi dalam menangani problema permasalahan kesehatan perempuan yaitu tabu, mitos, stigma, kesalahpahaman informasi terkait menstruasi dan kesehatan reproduksi perempuan.

Ditambahkan pula dengan adanya kegiatan lokakarya ini juga menambah informasi dan ilmu kepada kami sebagai duta OKY dalam menyampaikan pesan kesehatan terkait dengan Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi kepada remaja dan anak muda melalui pendekatan KAP.

Perwakilan dari Forum Anak Kota Surabaya Dwi agustini mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang diselenggarakan OKY. Disini kami menemukan banyak hal-hal baru terkait Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi.

“Terimakasih OKY atas semua ilmu serta pengetahuan yang telah diberikan kepada kami. OKY bikin GHEMES, Gadis Hebat Menstruasi Sehat,” ucapnya

Dengan hadirnya aplikasi OKY dari Unicef ini dapat mewujudkan para remaja perempuan bersih, sehat dan percaya diri saat kondisi menstruasi, serta sebagai salah satu upaya guna meningkatan kesadaran, pengetahuan dan memperluas akses layanan MKM serta kesehatan reproduksi khususnya bagi remaja putri.

Teguh

Plato Foundation Bersama UNICEF Berikan Pelatihan KAP Tangkal Infodemik

SURABAYA, IDPOST.CO.ID,- Plato Foundation bersama dengan UNICEF memberikan pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) bagi seluruh pengurus TP-PKK Kecamatan se-Kota Surabaya, yang dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Ketua TP-PKK Kota Surabaya Rini Indriyani.

Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung di Gedung TP-PKK jalan Tambak Sari No. 11A, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Tambak Sari, Kota Surabaya, yang diikuti 40 orang pengurus TP-PKK Kecamatan se-Kota Surabaya. Mulai tanggal 22-23 Mei 2023.

Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengendalian fenomena “infodemik” dimana ada informasi salah yang sengaja disebarkan guna merusak respon terhadap kesehatan masyarakat dan mengarah pada kepatuhan yang buruk terhadap upaya langkah-langkah kesehatan masyarakat.

Ketua TP-PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, atau yang akrab dipanggil Ning Rini dalam kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Plato Foundation dan UNICEF yang telah berkenan memberikan pelatihan tentang Komunikasi Antar Personal kepada pengurus TP-PKK Kecamatan se-Kota Surabaya.

“Menguasai ilmu komunikasi sangat penting untuk menciptakan kesepahaman di antara kedua belah pihak, agar menghindarkan diri dari kesalah pahaman, mampu memahami maksud perkataan orang lain, selain itu juga supaya ide, gagasan maupun pemikiran diri pribadi dapat diterima orang lain, serta bisa menggerakan orang lain untuk mengerjakan sesuatu,” ungkap Ning Rini.

Direktur Plato Foundation, Dita Amalia, turut menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan KAP bagi Komunikator yang dilaksanakan Plato Foundation bersama dengan UNICEF merupakan upaya pelibatan masyarakat serta perubahan perilaku hidup sehat (PHBS).

“Program Risk Communication and Community Engagement (RCCE) yang dilaksanakan Plato bersama UNICEF, merupakan pilar penting dalam mengusung strategi pencegahan melalui Komunikasi Antar Pribadi (KAP) untuk mempromosikan perilaku pencegahan dan membangun kepercayaan serta keyakinan masyarakat dalam mengakses layanan pencegahan yang bersifat esensial,” ungkap Dita.

Ketua TP-PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, bersama kader TP-PKK Kota Surabaya
Ketua TP-PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, bersama kader TP-PKK Kota Surabaya

Annisa Taqwa Zazi Muslim fasilitator serta pemateri dari Plato Foundation mengatakan menguasai teknik berkomunikasi itu penting agar aktivitas penyampaian informasi, baik itu pesan, ide, dan gagasan, dari satu pihak ke pihak lain dan dilakukan secara langsung maupun tidak langsung dapat dipahami.

“Dengan menguasai teknik komunikasi KAP, diharapkan komunikator nantinya mampu melakukan edukasi dengan lebih baik, salah satunya terkait infodemik yang merujuk pada info hoaks atau berita bohong dan menyesatkan yang menyebar secara masif dapat segera cepat ditangkal secara baik dan bijaksana,” ucap Annisa yang akrab dipanggil kak Ninis.

Disampaikan pula oleh Ninis, bahwa dengan menguasai prinsip Komunikasi Antar Pribadi (KAP) antara lain bangun keakraban, saling mendengarkan dan berbicara serta kunci komitmen maka Informasi yang salah atau tidak akurat yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan dapat dikendalikan.

“Setiap pihak yang memiliki peran strategis di masyarakat perlu diperankan sebagai
komunikator untuk menyampaikan pesan kesehatan ditengah masyarakat sekaligus mengatasi infodemik yang diketahui sebagai tsunami informasi ,” ucap Ninis saat diwawancarai Jurnalis Idpost.

Tujuan dari pelatihan KAP bagaimana untuk meningkatkan kapasitas peserta mengenai literasi digital kesehatan serta manajemen infodemik yang sekaligus mengembangkan keterampilan KAP sebagai bagian upaya pendekatan dalam menyampaikan pesan kunci kesehatan kepada masyarakat.

Adapun narasumber dan fasilitator pada kegiatan pelatihan KAP antara lain,
1. Ketua TP-PKK Kota Surabaya
2. Tim Trainer KAP
3. Yayasan PLATO
4. UNICEF

Salah satu peserta pelatihan dari TP-PKK Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Panca Marhaendati merasa senang serta berterima kasih telah mendapatkan pelatihan KAP dari Plato Foundation dan UNICEF.

“Pelatihan KAP ini penting sekali terutama bagi kami kader TP-PKK yang berhadapan langsung dengan masyarakat dengan situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Pengetahuan ini dapat membantu dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait dalam bidang kesehatan,” ucapnya.

Teguh

Dinsos Kota Surabaya Bersama Plato Foundation Gelar Pelatihan KAP

SURABAYA, IDPOST.CO.ID, – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya bersama dengan Plato Foundation melaksanakan kegiatan ‘Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikator dalam Menyampaikan Pesan Kunci Kesehatan dan Mengelola Infodemik’.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (22/5/2023) mulai pukul 07.30-16.00 WIB yang berlokasi di Aula lt. 4 Dinas Sosial Kota Surabaya, Jl. Arief Rahman Hakim no 131-133 Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, dan diikuti 40 orang perwakilan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) seluruh Kecamatan Kota Surabaya.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya untuk pengendalian fenomena “infodemik” dimana informasi salah yang disengaja disebarkan untuk merusak respon kesehatan masyarakat yang mengarah pada kepatuhan yang buruk terhadap langkah-langkah kesehatan masyarakat.

Infodemik tersebut merujuk adanya hoaks atau berita bohong dan menyesatkan yang penyebarannya masif dan sangat cepat. Data yang di release oleh Kemenkominfo, sepanjang 4 Oktober 2020 hingga 18 Juli 2021, telah ditemukan 252 isu hoaks vaksin COVID-19 pada 1.850 postingan media sosial, dimana seluruhnya telah ditangani atau di-take down.

Selain itu, hasil survei yang telah dilakukan UNICEF-Nielsen pada 2022 menunjukkan, sebanyak 38% masyarakat di enam kota besar Indonesia tidak dapat membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah (hoaks).

Hoaks tidak hanya bisa tersebar melalui media sosial, namun hoaks juga bisa menyebar dari mulut ke mulut di lingkungan keluarga, tetangga dan orang-orang terdekat. Informasi yang salah atau tidak akurat dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan.

Annisa Taqwa Zazi Muslim pemateri dari Plato Foundation menyampaikan dalam kegiatan hari ini kita hadirkan 40 orang perwakilan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) seluruh Kecamatan Kota Surabaya,  dengan harapan nantinya saat mereka terjun ke masyarakat mampu memberikan informasi dan mengedukasi terkait info-info hoax dan bagaimana cara mengatasinya.

“Setiap pihak yang memiliki peran strategis di masyarakat perlu diperankan sebagai komunikator untuk menyampaikan pesan kesehatan ditengah masyarakat dan sekaligus mengatasi infodemik yang diketahui sebagai tsunami informasi ,” ucap Annisa atau yang akrab dipanggil kak Ninis.

Annisa Taqwa Zazi Muslim fasilitator dan pemateri dari Plato Foundation
Annisa Taqwa Zazi Muslim, fasilitator dan pemateri KAP dari Plato Foundation

Disampaikan pula bahwa tujuan kegiatan yang hendak dicapai yaitu meningkatkan kapasitas peserta mengenai literasi digital kesehatan dan manajemen infodemik, serta mengembangkan keterampilan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) sebagai pendekatan dalam menyampaikan pesan-pesan kunci kesehatan kepada masyarakat, khususnya Imunisasi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting.

Pembina Plato Foundation, Ria Damayanti sebagai narasumber dalam pelatihan KAP menyampaikan kegiatan yang bekerjasama dengan Dinsos Kota Surabaya bertujuan agar para peserta pelatihan dari IPSM mampu meningkatkan komunikasi dari yang biasa menjadi terampil.

“Harapannya mereka dapat memberikan isu-isu terkini dan informasi terbaik serta mengedukasi dalam menerima berita-berita yang berkembang di masyarakat agar tidak terpengaruh berita hoax. Karena mereka itu yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Dengan pelatihan ini mereka dapat lebih baik dalam cara berkomunikasi  di masyarakat,” tuturnya

Sekretaris IPSM Surabaya, Abdul Rohman mengucapkan terima kasih kepada Plato Foundation dan Dinsos Kota Surabaya yang telah berkenan memfasilitasi pelatihan KAP kepada kami, dimana dengan kegiatan ini mampu untuk menambah informasi serta meningkatkan kapasitas dan cara berkomunikasi kami ke masyarakat.

“Sebenarnya kegiatan IPSM ini berkaitan erat sekali dengan apa yang disampaikan pemateri dari Plato Foundation dimana kita melakukan tugas untuk penanganan 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (IMKS) salah satunya adalah korban Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif  (Napza), dimana dibutuhkan kemampuan cara berkomunikasi yang baik,” kata Abdul Rohman.

Tantangan dalam menangani hoax tersebut menjadikan program Risk Communication and Community Engagement (RCCE) yang dilaksanakan oleh PLATO bersama UNICEF, sebagai salah satu bagian pilar penting yang mengusung strategi pencegahan melalui komunikasi antarpribadi (KAP) untuk mempromosikan perilaku pencegahan, membangun kepercayaan dan keyakinan masyarakat dalam mengakses layanan pencegahan yang bersifat esensial.

Hasil yang diharapkan dari pelatihan Plato Foundation yaitu,
1. Meningkatnya pengetahuan peserta untuk mengelola infodemik dan dapat
mengidentifikasi hoaks di isu kesehatan.
2. Meningkatnya ketrampilan peserta tentang literasi digital kesehatan dan teknik KAP sebagai pendekatan edukasi tangkal hoaks
3. Adanya rencana aksi bersama oleh peserta yang akan diimplementasikan setelah pelatihan.

Adapun narasumber dan fasilitator pada kegiatan pelatihan KAP antara lain,
1. Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya
2. Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Kota Surabaya
3. Tim Trainer KAP
4. Yayasan PLATO
5. UNICEF.

Teguh