Pengamat Sebut Prabowo-Gibran Jadi Mimpi Buruk PDIP

IDPOST.CO.ID – Achmad Subadja selaku Direktur komunikasi Voxpopuli Research Center menyebut pasangan Prabowo-Gibran berpotensi menang dalam satu putaran.

Voxpopuli Research Center menyebut Prabowo-Gibran akan menang saat melawan, Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin di Pemilu 2024.

Bahkan, Achmad Subadja juga memprediksi kalau Prabowo-Gibran akan menang telak saat Pilpres 2024.

“Prabowo-Gibran berpeluang menang satu putaran pada Pilpres 2024 mendatang,” ucapnya.

Saat ini lanjutnya, Gibran Rakabuming berhasil meningkatkan elektabilitas Prabowo sebagai Calon Presiden alias Capres.

“Masuknya nama Gibran sebagai cawapres mendongkrak elektabilitas Prabowo,” ucapnya.

“Bahkan Prabowo mendapat tambahan hampir 15 persen dalam simulasi pasangan capres-cawapres,” lanjutnya.

Ditegaskanya kalau Partai Gerindra akan manjadi mimpi buruk bagi PDIP.

“Gerindra berpotensi menjadi pemenang Pemilu 2024, sekaligus menggagalkan tekad PDIP untuk meraih hattrick,” tutupnya.

Servei Voxpopuli Research Center, Kepuasan Terhadap Kinerja Jokowi Capai 80,6 Persen

IDPOST.CO.ID – Hasil survei terbaru Voxpopuli Research Center menyebutkan kalau tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Jokowi mencapai 80,6 persen.

Hal tersebut disampaikan Direktur Komunikasi Voxpopuli Research Center Achmad Subadja melansir suara.com jaringan ID Post, Selasa 4 Juli 2023.

Hasil survei Voxpopuli Research Center menyebut kalau sebanyak 6,8 persen merasa sangat puas dipimpin oleh Jokowi.

Sedangkan sebanyak 16,8 persen merasa tidak puas, 1,3 persen tidak puas sama sekali, dan sisanya 2,6 persen menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

“Tingkat kepuasan hingga 80,6 persen menunjukkan bahwa publik bakal memilih capres yang bisa menjamin keberlanjutan program Jokowi,” katanya.

Disebutkanya, publik mengakui kalau kerja-kerja Jokowi dalam meletakkan fondasi bagi kemajuan bangsa.

Jokowi juga memfokuskan pada program-program strategis, khususnya pembangunan infrastruktur sebagai program andalan.

“Strategi pembangunan nasional bukan kebijakan yang betul-betul baru, melainkan sudah dilakukan oleh pemerintahan sebelum-sebelumnya, bahkan dari masa kolonial, oleh Bung Karno, Pak Harto, hingga pemerintahan pasca-reformasi,” ungkapnya.

Dirinya menilai Jokowi menyadari ketergantungan ekonomi nasional dalam kegiatan ekstraktif. Di satu sisi, ekspor komoditas memang memberi devisa yang sangat besar dan bisa menopang subsidi, khususnya ketika terjadi gejolak pangan dan energi sebagai dampak perang di Ukraina.

“Strategi hilirisasi dengan melarang ekspor mineral mentah dan mendorong pembangunan smelter berhasil meningkatkan nilai tambah, bahkan berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan baru dalam ekosistem kendaraan listrik,” katanya.