Diduga Tak Sesuai Aturan, Proses Penagihan BPR Wonosobo Dikeluhkan Nasabah

IDPOST.ID – Sugeng Sudiarto (62), warga Desa Semayu, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah mendatangi Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto untuk meminta perlindungan hukum.

Dirinya merasa tertekan atas penagihan pinjaman di salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Wonosobo senilai Rp285 juta.

Dalam keterangannya kepada media, Sugeng Sudiarto mengaku pinjaman tersebut ia ajukan bersama istrinya pada tahun 2020 dengan tenor 10 tahun hingga 2030.

Tetapi dalam perjalanannya, kondisi rumah tangga bermasalah sehingga cicilan macet dan pembayaran tidak lancar.

“Dari Rp285 juta itu saya sudah mengangsur Rp150 juta, tinggal sisa pokok Rp200 juta. Tetapi tagihan justru membengkak hingga lebih dari Rp400 juta,” ungkap Sugeng.

Menurutnya, prosedur penagihan yang dilakukan pihak bank tidak sesuai aturan perbankan. Dirinya menyebut tidak ada mediasi maupun skema restrukturisasi kredit (3R) yang biasanya ditempu.

Dari Rp285 juta itu saya sudah mengangsur Rp150 juta, tinggal sisa pokok Rp200 juta. Tetapi tagihan justru membengkak hingga lebih dari Rp400 juta,” ungkap Sugeng.

Muhammadiyah Peduli Lahan Kritis, Asosiasi Aren Nusantara Serahkan 2.000 Pohon Aren untuk Konservasi di Wonosobo

IDPOST.CO.ID – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, melakukan penanaman secara simbolis pohon aren, penanaman ini merupakan program konservasi lahan kritis di wilayah Kecamatan Kaliwiro, dan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (21/01/24).

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kaliwiro Setyobudi mengatakan, penamanan 2.000 pohon aren ini merupakan dukungan hibah dari asosiasi aren Nusantara dan sangat tepat untuk dilaksanakan di daerah Kaliwiro dan Wadaslintang.

“Daerah pegunungan yang tentunya sangat rawan longsor terutama jika terjadi hujan akan mudah sekali banjir, namun demikian ketika musim kemarau datang akan kehabisan air. Untuk itu saya sampaikan saya selamatkan kepada asosiasi aren Nusantara dan pemerintah untuk menepatkan programnya di wilayah Kaliwiro dan Wadaslintang,” ujarnya.

Kemudian, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir dalam Tabligh Akbarnya menyampaikan, menanam adalah sodakoh, apalagi menanam 2.000 pohon aren, yang sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat.

“Saya sampaikan apresiasi pada asosiasi aren Nusantara yang telah melakukan penelitian dan uji coba pengembangan aren dan saat ini digunakan untuk usaha konservasi lahan kritis,” ungkapnya.

Tafsir melanjutkan, Sebagaimana pesan Nabi Muhammad “Jaga hijau bumi”. Maka itulah perlunya jaga harmoni alam dengan melakukan penghijauan dan konservasi lahan agar nuansanya menjadi hijau.

“Bumi sangat berpengaruh pada karakter manusia, gersangnya alam akan membuat gersangnya jiwa, maka itulah perlunya harmoni dengan alam,” tuturnya.

Kemudian, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiya (PDM) Wonosobo Bambang WEN mengatakan, cabang Kaliwiro adalah satu-satunya cabang Muhammadiyah yang sudah menyelenggarakan baitul arkom, seluruh pimpinan dan amal usahanya didukung oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto”, terangnya.

Wakil Ketua PCM Kaliwiro Zudi Styawan menambahkan, kegiatan pendukung dalam Tabligh Akbar adalah bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis dari RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, penampilan amal usaha Muhammadiyah dari berbagai sekolah, paduan suara hisbul wathan, tapak suci dan tari kreasi.

“Saat ini PCM Kaliwiro juga melakukan registrasi 500 warga Muhammadiyah untuk mendapatkan Nomor Baku Muhammadiyah dan langsung mendapatkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM),” terangnya

Sementara itu Ketua asosiasi aren Nusantara Adib Nurhadi menjelaskan, lahan kritis di Kabupaten Wonosobo perlu segera mendapatkan penanganan dengan komitmen untuk mengkampanyekan, mengedukasi, serta memuliakan pohon aren sebagai pohon yang digunakan untuk konservasi yang bernilai ekologi sekaligus bernilai ekonomi.

Acara penanaman pohon Aren secara simbolis dilakukan oleh Ketua PWM Jawa Tengah, Ketua PDM Wonosobo, Camat Kaliwiro dan Kokam dan Lazismu. Sedangkan pemeriksaan kesehatan dan pelayanan KTAM dilakukan sampai semua warga Muhammadiyah terlayani.

Dalam kesempatan ini, hadir juga Wakil Rektor 4 Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Ketua PWM Jawa Tengah, Ketua PDM Wonosobo dan jajaran PCM, PCA, PRM, PRA se Kabupaten Wonosobo, Kades Selomanik, Asosiasi Aren Nusantara, Camat Kaliwiro, Lazismu Pusat dan Daerah serta Lembaga Pembinaan Cabang dan Ranting, pimpinan Ortom Muhammadiyah.