Wakil Ketua Umum PBB Tekankan Peran Kunci Legislator Sebagai Ujung Tombak Partai

IDPOST.ID – Pada Rabu (27/9/2023), DPP Partai Bulan Bintang (PBB) telah sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota dengan tema ‘Pendalaman Tugas Anggota DPRD’. Acara ini digelar di Swiss-Belresidences, Jakarta, dan dihadiri oleh legislator PBB dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.

Wakil Ketua Umum PBB, Norman Zainal, dalam sambutannya, menegaskan bahwa para peserta bimtek ini telah terlibat dalam berbagai perjuangan, khususnya dengan memasuki tahun politik. Dia mengungkapkan harapan besar kepada rekan-rekan legislator yang turut serta dalam bimtek ini, mengatakan bahwa mereka adalah ujung tombak partai dan berperan penting dalam pertarungan di daerah pemilihan masing-masing.

“Kami berharap banyak kepada rekan-rekan legislator yang ikut bimtek ini, kalian adalah ujung tombak partai dan bertarung di dapil masing-masing. Insya Allah kalian terpilih kembali dan menambah legislator di provinsi, kabupaten, kota, dan DPR RI,” ujar Norman.

Dia melihat Pemilu sebagai sebuah kompetisi dan membandingkan PBB dengan tim sepak bola. Dalam analoginya, ketua umum dan sekretaris jenderal adalah pelatih, sedangkan para anggota legislator adalah pemain yang berjuang di lapangan politik.

“Saat pemain sudah ada di lapangan, yang berjuang adalah caleg-caleg. DPP tetap akan mengawal legislator hingga masuk. Tahun depan caleg ini sudah ada di depan gawang, tergantung si pemain mau cetak gol seperti apa. Saya yakin kalian sudah berpengalaman dalam mengambil suara,” paparnya.

Norman juga mengajak para peserta bimtek untuk mendukung Yusril Ihza Mahendra sebagai calon wakil presiden, namun dengan penegasan bahwa nama PBB tetap harus dipegang teguh.

“Memenangkan capres dan memenangkan PBB itu wajib. Target PBB menang 4 persen,” tandasnya.

Di samping itu, caleg incumbent juga diminta untuk menganalisis situasi di daerah pemilihan masing-masing, mengambil posisi yang tepat, dan terlibat aktif dalam sosialisasi di masyarakat.

“Ambil tempat di mana bapak jadi pemain inti, masuk ke masyarakat, rangkul, sosialisasi diri Anda sebagai caleg. Insya Allah kalian akan terpilih kembali,” tutupnya.

PBB Sebut Gibran Cocok Jadi Cawapresnya Prabowo

IDPOST.CO.ID – Gibran Rakabuming Raka dinilai sangat berpotensi dan dinilai cocok menjadi cawapres pendamping Prabowo.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Afriansyah Noor di Grha Wisata Niaga, Solo, Selasa 26 September 2023 kemarin.

Menurutnya selain Kaesang, Yusril Ihza Mahendra juga dianggap pantas menjadi cawapres mendampingi Prabowo.

“Kami sudah di dalam tim. Selain PBB yang mengusulkan Mas Gibran belum ada. Tapi PBB Gibran, Yusril sama Mas Gibran,” katanya.

Menurutnya, saat ini semua partai politik (parpol) parlemen yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) masing-masing telah mengusulkan nama cawapres.

Sementara beberapa parpol nonparlemen, dia menuturkan sejauh ini belum menyodorkan nama.

“PAN Erick Thohir, Golkar Airlangga (Airlangga Hartarto). Mungkin nanti gabung PSI gabung Gelora. Kalau Gelora tidak siapa-siapa terserah Pak Prabowo. Kemudian gabung Garuda, termasuk Prima juga,” ujar Afriansyah.

Yusril Ihza Mahendra, Solusi Tepat sebagai Jalan Tengah untuk Masa Depan Indonesia

IDPOST.CO.ID – Pemilihan Presiden 2024 semakin dekat, dan pertanyaan penting adalah, siapa yang akan menjadi pendamping Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden dari Koalisi Indonesia Maju (IM)? Banyak nama muncul, tetapi satu nama yang patut dipertimbangkan adalah Prof. Yusril Ihza Mahendra dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Koalisi IM, yang saat ini dipimpin oleh Prabowo Subianto, telah berhasil mengamankan dukungan mayoritas dari berbagai partai politik peserta Pemilu 2024. Dalam koalisi ini, terdiri dari Gerindra, PBB, PAN, Golkar, Gelora, dan Demokrat, dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga berpotensi untuk segera bergabung. Dengan dukungan ini, kekuatan elektoral Prabowo dan infrastruktur mendekati kesempurnaan.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi Prabowo saat ini adalah memilih calon wakil presiden yang akan mendampinginya. Pertanyaan muncul, apakah dari internal koalisi atau di luar partai. Beberapa nama potensial telah mencuat, termasuk Airlangga Hartarto (Golkar), Erick Tohir (PAN), dan Yusril Ihza Mahendra (PBB). Namun, dari semua opsi ini, Yusril Ihza Mahendra muncul sebagai jalan tengah yang menjanjikan.

Yusril Ihza Mahendra, seorang negarawan, intelektual, dan politisi berpengalaman, pernah tiga kali menjabat sebagai menteri strategis di bawah tiga presiden yang berbeda. Kiprahnya sebagai pemimpin partai non-parlemen, PBB, memberikan nuansa keunikan pada dinamika politik Indonesia. Yusril dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Indonesia kontemporer meskipun partainya relatif kecil dibandingkan dengan partai-partai besar.

Selain itu, Yusril adalah sosok yang merepresentasikan daerah-daerah luar Jawa, menambah dimensi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk. Sebagai seorang politisi Islam moderat, dia diterima oleh berbagai golongan, mencerminkan inklusivitas yang penting dalam politik Indonesia saat ini. Pengalamannya di tingkat internasional juga menambah bobot kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan global.

Dengan memilih Yusril sebagai bakal calon wakil presiden, Koalisi IM dapat membagi posisi Menteri Koordinator (Menko) secara merata kepada Golkar, PAN, dan Demokrat, memudahkan kompromi dalam mengatur posisi menteri-menteri. Keahlian Yusril dalam menengahi konflik internal juga akan membantu mengurangi potensi ketegangan di antara partai-partai koalisi.

Yusril Ihza Mahendra adalah pilihan bijak sebagai bakal calon wakil presiden yang menawarkan keselarasan, pengalaman, dan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik. Pilihannya sebagai pasangan Prabowo Subianto dapat memperkuat Koalisi IM dan mempengaruhi masyarakat Indonesia untuk melihatnya sebagai solusi tepat yang menyatukan berbagai kepentingan.

Ketua PBB Yusril Bandingkan Sikap SBY dan Prabowo Menyikapi Cak Imin

IDPOST.CO.ID – Yusril Ihza Mahendra Ketua Partai Bulan Bintang (PBB), sentik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai PKB masuk ke Koalisi Perubahan Untuk Kemajuan.

Yusril menilai reaksi yang ditunjukan SBY ke peblik berbeda dengan reaksi Prabowo saat tahu Cak Imin meninggalkan Koalisi Indonesia Maju.

Yusril juga menyebut reaksi Prabowo biasa saja saat PKB keluar dari Koalisi Indonesia Maju dan mendengar deklarasis Anies Baswedan – Cak imin

“Beliau (Prabowo) biasa-biasa saja, oleh karena politik kan harus diantisipasi setiap segala kemungkinan,” beber Yusril.

Yusril menegaskan Prabowo tidak sedih apalagi sampai kebawa perasaan.

Sebab lanjutnya, dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi.

“Jadi reaksi Prabowo itu tidak seperti Pak SBY. Jadi datar-datar saja, biasa-biasa saja, santai-santai saja,” tegasnya.

Yusril menegaskan, komitmen PBB mendukung Prabowo apapun yang terjadi termasuk siapapun cawapres yang nantinya akan dipilih.

“Jadi PBB tetap konsisten mendukung Prabowo meskipun kita tahu PKB sudah meninggalkan koalisi dan kami hormati,” jelasnya.

“Insyaallah yang ada di Koalisi Indonesia Maju yang digagas bersama PBB, Gerindra, PAN, Golkar, dan Gelora Insyaallah akan tetap konsisten dalam melaksanakan amanat ini,” tambahnya.

Sebelumnya, Yusril membocorkan tiga nama bakal calon wakil presiden Pabowo Subianto.

“Setelah Cak imin keluar dari koalisi, sekarang tersisa tiga nama kandidat calon wakil presiden,” katanya.

Yusril menyebut ketiga nama itu ialah Airlangga Hartarto yang diusulkan Partai Golkar, Erick Thohir yang diusulkan PAN, dan dirinya sendiri.

“Tinggal Pak Airlangga, Pak Erick, dan saya yang diajukan PBB,” ucapnya.

“Biarlah nama-nama ini mencuat ke publik dan nanti biar masyarakat yang menilai, memberi masukan dan komentar,” lanjutnya.