Jerry Massie Nilai Kebijakan Rapat di Hotel Bantu Selamatkan Industri Perhotelan

IDPOST.ID – Pemerintah kembali memberikan relaksasi kepada pemerintah daerah (pemda) untuk menyelenggarakan rapat dan pertemuan di hotel.

Kebijakan ini ditujukan untuk mengatasi penurunan kinerja sektor perhotelan serta mempercepat realisasi anggaran daerah yang selama ini belum optimal.

Pengamat kebijakan publik, Jerry Massie, menyatakan bahwa pelonggaran kebijakan ini sangat diperlukan dan tidak menimbulkan masalah.

Ia mencontohkan kondisi hotel di Jawa Barat yang hampir tutup akibat pembatasan sebelumnya.

“Banyak hotel yang hampir sekarat akan ditutup karena efisiensi anggaran yang memotong biaya rapat dan akomodasi pejabat negara,” ujar Jerry.

Dengan adanya anggaran sekitar Rp9,3 juta untuk Menteri menginap di hotel, para pelaku usaha hotel dan karyawan pun mulai merasa lega.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengungkapkan bahwa keputusan ini didasari data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang menunjukkan realisasi belanja pemda masih belum mencapai target.

Selain itu, data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga mencatat penurunan signifikan dalam tingkat hunian hotel dan frekuensi kegiatan akibat larangan rapat di hotel.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor yang terdampak, termasuk katering dan transportasi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan relaksasi ini bertujuan mendorong perputaran ekonomi lokal, meningkatkan serapan anggaran pemerintah daerah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.

Meski demikian, pelaksanaan kegiatan harus selektif dengan mempertimbangkan substansi dan frekuensi rapat. Kepala daerah diharapkan bijak dalam menetapkan prioritas pengeluaran anggaran.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan yang melihatnya sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan usaha hotel dan mencegah gelombang PHK, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah di tengah tantangan keuangan saat ini.

Penggamat Sebut 3 Provinsi Bisa Tentukan Siapa Pemanang Pilpres 2024

IDPOST.CO.ID – Direktur eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyebut terdapat 3 provinsi untuk menentukan siapa pemenang di Pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikanya saat diskusi publik secara virtual dengan tema berebut suara anak muda, siapa yang unggul, Kamis 23 November 2023.

Menurutnya harus ada strategi khusus agar suara anak-anak muda bisa semakin banyak tertarik dalam menyalurkan hak suara mereka.

“Berpolitik yang just for fun dan just for kidding, lalu just keep smile. Ini yang paling menonjol untuk kalangan anak muda,” kata Jerry.

“Pemilih terbesar saat ini di Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, kuasai tiga Provinsi itu habis perkara,” lanjutnya

Jerrry meminta kepada semua pihak untuk tidak berpolitik yang bisa memecah persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa terlalu dalam.

Sehingga lanjutnya, persaingan hanya berlaku di momentum Pemilu saja, tanpa harus larut dibawa dalam waktu yang lebih lama saat momentum politik elektoral rampung.

“Siapapun presidennya di 2024 semoga adalah dia yang lebih baik untuk memajukan Indonesia di masa mendatang,” katanya.

“Karena kita sekarang berantem-berantem tapi setelah itu kita berkawan lagi dan ngopi-ngopi bareng, sudah,” tutupnya.

Prabowo-Gibran Diprediksi Menang Mudah di Jateng dan Jatim

IDPOST.CO.ID – Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie peluang pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bepotensi menang di Pilpres 2024.

Menurutnya, gabungnya putra sulung Presiden Jokowi itu akan sedikit banyak mempengaruhi suara PDIP di Jawa Tengah.

“Dengan bergabungnya Gibran akan menggoncang suara PDIP di Jawa Tengah,” katanya dalam webinar Prabowo-Gibran Berpotensi Menang Pilpres 2024, Jumat (27/10/2023).

Selain itu, ia juga menyebut basis suara yang dimiliki oleh Partai Demokrat di Jawa Timur pasti juga akan menguntungkan Prabowo-Gibran.

“Ditambah bergabungnya SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) akan menarik suara Jatim (Jawa Timur) untuk Prabowo,” ujarnya.

Jatim lanjutnya yang didominasi oleh pemilih berbasis pesantren dipastikan akan terpincut dengan program yang ditawarkan Gibran.

“Program Gibran seperti dana pesantren akan mempengaruhi suara-suara santri terlebih untuk wilayah Jawa Timur,” ucapnya.

Sementara Pengamat Politik Universitas Indonesia, Ade Reza Hariyadi menilai keberadaan Gibran akan mendongkrak elektabilitas Prabowo.

Dengan adanya Gibran lanjutnya, masyarakat akan banyak yang menilai kalau ia adalah representasi dari Jokowi

“Suka tidak suka Gibran akan di anggap representasi dari Jokowi. Dan disini Prabowo mendapatkan keuntungan elektoral,” ucapnya.

Potensi Prabowo-Gibran Menang Tinggi, Jerry Massie: Lawan Terberatnya Anies-Cak Imin

IDPOST.CO.ID – Pengamat Politik, Jerry Massie menilai majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo Subianto merupakan strategi jitu.

Hal tersebut disampaiakn Jerry Massie kepada idpost.id, Selasa 24 0otober 2023.

“Saya kira ini strategi jitu Prabowo, untuk mengusung tokoh muda yang mewakili kaum millenial,” katanya.

Selain itu, ia juga menyebut juga atas kebesaran hati Keua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

“Naiknya Gibran peran duet Airlangga dan Prabowo dan kebesaran hati Ketum Golkar,” katanya.

Ia menyatakan kekuatan paslon ini sangat mumpuni, apalagi dengan dukungan Jokowi di belakangnnya.

“Memang Prabowo sudah membaca potensi, memang harus menggandeng Gibran yang sudah punya masa fanatik di Solo,” ujarnya.

Ditambah lagi, keberadaan sosok Bobby Nasution di Medan Sumatra Utara dan kekuatan Kaesang sebagai Ketum PSI.

“Saya kira grand strategy ini sudah dirancang sebelumnya sejak putusan MK. Memang akan bermasalah jika capres Gibran dan Prabowo cawapres. Tapi inilah strategi politik,” ujarnya lagi.

Ia mengungkapkan dengan naiknya Gibran sebagai pendamping Prabowo di Pilpres 2024, maka akan terbuka lebar peluang Koalisi Indonesia Maju untuk mengambil suara PDIP.

“Saya kira PDIP akan tergerus. Bisa jadi lawan terberatnya bukan lagi Ganjar-Mahfud tapi Anies-Cak Imin,” kata Jerry.

Untuk sementara, ia memperkirakan persentase kemungkinan Prabowo untuk menang sekitar 60-70 persen.

“Saya tak mengatakan 90 atau 100 persen.Tapi dengan dukungan Demokrat yang kuat basisinya di pemilih mileneal yang berjumlah 52 persen maka akan mendongkrak posisi Gibran,” pungkasnya.

Pengamat Sebut Rizal Ramli dan Puan Maharani Bisa Kalahkan Prabowo

IDPOST.CO.ID – Direktur Political and Public Policy Studies(P3S), Jerry Massie, memprediksi PDIP akan membuat kejutan dengan mengusung Rizal Ramli sebagai calon presiden (Capres) dan Puan Maharani sebagai Cawapresnya.

Jerry menilai pengusungan Ganjar Pranowo sebagai capresmmasih belum aman karena masih banyak indikator yang bisa menjegal nama Gubernur Jawa Tengah sebelum pendaftaran capres.

“Dalam berbagai survei Ganjar masih kalah dengan Prabowo tingkat popularitasnya,” ujarnya.

Lanjut kata Jerry, nama Rizal cukup populer di kalangan buruh, pedagang, petani bahkan nelayan.

Barangkali jika hal ni terjadi maka Jerry yakin akan bisa menguntungkan PDI-P.

“Apalagi belum lama ini Rizal membela hak-hak kaum buruh apalagi dirinya dipercayakan menjadi jubir puluhan organisasi buruh saat menggugat UU omnibus law di gedung Mahkamah Konstitusi (MK),” kata Jerry.

Peneliti politik Amerika ini menilai, seharusnya PDIP tidak sekadar bicara kriteria Capres, seperti bukan figur pencitraan, tapi pertimbangkan juga figur eksternal potensial.

“Kalau mau menang, PDIP harus cari figur visioner, cerdas, serta mampu menjadikan Indonesia lebih baik dan maju,” saran Jerry.

Sering Sepelekan Riset Anak Bangsa, Jerry Massie Minta Jokowi Copot Kepala BRIN

IDPOST.CO.ID – Direktur Political and Policy Public Studies (P3S), Jerry Massie menyayangkan keputusan pemerintah terkait hasil penelitian anak bangsa.

Keputusan pemerintah yang abai dengan riset yang dilakukan oleh Aryanto Misel sangat salah kaprah.

Perle diketahui, Aryanto Misel membuat alat yang dinamai IKUBA. Dengan alat tersebut Aryanto mengklaim kalau air bisa menjadi bahan bakar kendaraan.

“Sayang sayang sekali keputusan pemerintah. Bahkan penolakan yang dilakukan oleh BRIN viral di media sosial,” kata Jerry.

Jerry meyakini kalau penemuan tersebut merupakan penemuan terbaik di Indonesia bahkan dunia.

“Ini adalah temuan terbaik. Terlebih baru-baru ini Aryanto Misel melakukan MoU dengan perusahaan otomotif dunia seperti Ferarri,” tuturnya.

Jerry menilai kalau BRIN terkesan menendang para ahli dan orang jenius dari Indonesia.

“Barangkali kalau mantan Menristek serta Presiden BJ Habibie masih hidup, mungkin karyanya juga disepelekan dan tak dianggap sama sekali,” ujarnya.

Jerry mendesak Jokowi untuk tegas mencoopot Kepala BRIN yang tidak punya kemampuan memimpin lembag riset.

“Jokowi harus tegas mengambil sikap. Dana yang digelontorkan triliuan tapi hasilnya nihil,” tegasnya.

“Coba dong BRIN ciptakan pesawat, mobil, motor, televisi dan sebagainya. Jangan hanya menolak orang-orang jenius,” lanjutnya.

Jerry menyebut kalau anggaran BRIN untuk tahun 2023 sebesar Rp6,5 triliun, dan 65 persennya digunakan untuk kegiatan dukungan manajemen, seperti pembayaran gaji pegawai, perawatan gedung dan kendaraan.

“Sisanya sebesar Rp2,2 triliun atau sebesar 35 persen digunakan untuk kegiatan penelitian. Tapi realitanya BRIN tak mampu berbuat banyak,” tutupnya.

Sistem Pemilihan Proporsional Tertutup, Pengamat: Hanya PDIP yang Diuntungkan

IDPOST.CO.ID – Pengamat politik Jerry Massie menyebut keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) akan membuat gaduh publik.

Jerry menilai, apabila MK memutuskan untuk mengembalikan sistem pemilihan proporsional tertutup diprediksi akan terjadi kekacauan.

Telebih katanya, tahapan-tahapan pelaksanaan Pemilu 2024 sudah berjalan.

“Perubahan ini akan menciderai hak-hak demokrasi masyarakat,” katanya.

Jerrymenyarankan agar parlemen yang ada si parlemen untuk melawan keputusan tersebut.

“Itukan hanya usulan dari PDIP saja. Sepatutmya parpol di parlemen melawan karena keputusan itu,” katanya.

Meski demikian lanjut Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) perlawan tersebut akan berdampak ke stabilitas pemerintahan Jokowi terganggu.

“Efek dari perlawanan parpol di parlemen yakni stabilitas pemerintahan Jokowi terganggu,” tuturnya.

Jerry menilai sistem pemilihan proporsional tertutup apabila kembali diterapkan hanya PDIP yang diuntungkan.

“Hanya PDIP saja yang diuntungkan apabila sistem pemilihan proporsional tertutup kembali diterapkan. Parpol lain tidak,” tuturnya.

Terungkap Kebohongan Obama dan Hillary Clinton Terkait Keterlibatan Rusia Dalam Kemenangan Donald Trump, Jerry Massie: Perang Terbuka Terus Terjadi

IDPOST.CO.ID – Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie tanggapi peryataan penasehat khusus Jaksa Agung William Barr yakni Jhon Durham.

Dalam penyelidikanya Jhon Durham mengungkap sejumlah fakta terkait tuduhan tak berdsa Partai Demokrat.

Sebelumnya mantan presiden Amerika Serikat (AS) Barracl Obamaa dan capres Partai Demokrat 2016 Hillary Clinton menyebut kemenangan Presiden ke-45 Donald Trump berkat keterlibatan Rusia.

Namun, hasil penyelidikan Jhon Durham menyebutkan kalau tuduhan yang dilayangkan oleh Barracl Obamaa dan Hillary Clinton sangat tidak berdasar.

“Akibat dari dugaan kolusi Rusia itu, Trump sempat di impeach. Tapi langkah itu tak berhasil,” kata Jerry Massie.

Kini Demokrat lanjutnya, melalui Jaksa Distrik Manhattan yang didanai taipan liberal progresif Feorge Soros yaitu Alvin Bragg menggugat Trump dengan 33 kejahatan dan salah satu kasus pelecehan seksual.

“Perang terbuka antara Demokrat terus tersaji tak akan pernah padam. Sebagai ajang pembalasan, kini sejumlah Anggota Kongres GOP mendorong dan mendesak meng-impeach Joe Biden dan Menteri Keamanan dalam Negeri Alejandro Mayorkas atas kejahatan imigrasi dengan meluaskan jutaan imigran ilegal masuk Amerika,” kata dia.

Selain itu ujarnya salah satu anggota Kongres yang kala itu menjabat Ketua Komite Kehakiman Adam Schiff ikut terlibat dan bakal dipidana lantaran membuat berita dan laporan palsu soal kolusi Rusia.

“Memang Demokrat terus berupaya menjegal Trump yang dijagokan Partai Republik untuk bertarung di Pemilu 2024 mendatang. Bagi saya ini keuntungan besar bagi partai Republik yang pada bulan Novber akan bertarung di pemilihan gubernur di Florida, Kentucky dan Pennyslavania,” tutur dia.

Bukan itu saja, tapi parahnya lagi Direktur FBI James Comey dan sejumlah anak buahnya bahkan puluhan anggota CIA ikut terlibat dalam kasus hoax kolusi Rusia ini.